
Sudah puas bermain nya, "Dengan senyum mengejek Aaron berucap dan tatapan tajam seperti ingin memberi pelajaran ke pada Alice.
Apaan sih Om..."dengan menghentak kan kaki nya pula Alice membalas, lalu kembali berucap.
Aku ini manusia Om...
"ingat...ma..nu..si..a, dengan mengulang ejaan per huruf, agar Aaron jelas mendengar nya dan kembali berkata, bukan hewan yah Om, yang mau Om kurung setiap waktu.
Aku juga butuh kebebasan dan bermain Om, dan satu lagi.
Om tau gak ..!
Aku ini kan Mahasiswi. Dan kapan aku boleh masuk kuliah lagi sih, "Dengan muka cemberut nya dan terus mengomel yang membuat gendang telinga Aaron sakit setelah mendengar nya, karena Alice mengeluar kan segala unek-unek nya selama ini.
Ohhh..."Aaron pun mulai membalas dan berdiri menghampiri Alice.
Dan setelah mendekat Aaron menatap tajam Alice sambil bersilang tangan di depan dada nya.
Dan dengan di tambah wajah dingin, yang membuat semua menatap nya pasti merasa takut, tapi tidak pula berlaku pada Alice.
Kau ingin bebas kan...???
Hem..."Alice mengangguk kan kepala, sebagai jawaban iya.
Kalau begitu, satu minggu lagi kita akan segerah menikah, dengan tegas Aaron berucap...
Yang tentu saja membuat Alice spontan kaget mendengar nya, hingga iya hampir pingsan saking terkejut nya dengan ucapan Aaron.
Yang bener saja Om...!!!
Alice tidak salah denger kan, jangan kan nikah, tunangan aja sudah seperti ini, ribet ah.. !!!
__ADS_1
Gak mau pokok nya, dengan tindakan protes nya ini Alice menolak nya tampa pikir panjang lagi.
Okey, kau tidak mau menikah kan, maka tidak akan ada keluar dari Mansion dan kuliah mu itu, mungkin akan ku stop dari sekarang juga, dan satu lagi.
Aku bukan Om mu. Jadi jangan panggil Om lagi, titik tidak ada koma yah.
Walau Aaron sekarang sudah mulai mengikuti gaya Alice berbicara, yang absolut itu, tapi tidak terus mengurangi sikap dingin nya itu dan di tambah plus angkuh alias sombong nya yang membuat Alice selama ini menjadi jengah atau tidak betah saat bersama Aaron.
What..."Alice tidak salah denger kan.
Om bilang apa tadi, sambil mendekat kan telinga nya, seolah Alice mengejek Aaron dan kembali berucap...
Om mau mengancam aku, trus bilang titik tidak ada koma, "Sejak kapan Om mulai pintar becanda, tapi becanda nya tidak sesuai dengan mimik muka nya Om, jadi gak lucu Om🙄.
Alice yang berucap sambil mengerucut kan bibir nya dan mulai memalingkan wajah sambil menyilang kan kedua tangan nya dan terus ngedumel dengan terus berucap...
Ih..."dia bilang, kalau tidak mau, aku mesti stop kuliah lah, gak boleh keluar Mansion lah, siapa dia. Lah...Ayah aja gak sampai segitu nya, pake minta jangan di panggil Om, trus mau di panggil apa...!!!🙄
Emang situ sudah Om-Om kok, masa mau di panggil kakak, gak nyadar diri apa dia, dengan terus ngedumel Alice di sertai bibir yang sedikit kadang di monyong-moyongin, Alice terus berucap tampa menghiraukan orang yang dia sebut itu ada di samping nya saat ini.
Bagai mana tidak, Alice yang ngedumel masih terdengar jelas kata-katanya oleh Aaron yang seperti terus mengejek nya itu.
Tapi tetap dengan muka yang mengemas kan, Alice kadang membuat Aaron nampak inginnnn sekali eeesss...,entah lah, Aaron sungguh gemas. "Tapi sesaat kemudian dengan mendengar kata-kata nya itu.
Kemarahan Aaron sudah di ujung kepala saat ini.
Nona Alice....!!!
Aaron berteriak lantang, seperti hendak mau menerkam saja saat ini.
Dan satu lagi, sorot mata nya, Aaron sudah sedari tadi menahan amarah nya itu dan kembali berucap.
__ADS_1
Mulut mu itu, apa gak ada rem nya kalau berucap hah, kau seorang mahasiswi kan, dan kau pernah menginjak bangku sekolah kan, kenapa etika mu seperti bukan lah seorang terpelajar, dengan geram nya Aaron berucap.
Iya..."Alice membalas nya, tampa takut, siapa yang di hadapi nya sekarang ini. Alice memang mahasiswi, tapi ada orang yang mestilah Alice hormati itu, yang mana mesti Alice lihat-lihat orang nya juga lah, yang bila mau Alice hormati.
Dan Ini juga salah Om, yang selalu bikin Alice kesel nya minta ampun, gimana Alice mau hormat, dengan pergerakan sast ini, Alice bukan nya semakin merenggang, tapi gara-gara Om, malah semakin sempit. Dan Om tau gak, Alice bosen di kurung terus seperti ini, dan Alice ingin bebas walau sebentar, bukan kayak gini, di tambah Om sedikit-dikit ngancem, cemen lo Om...
Aaron pun melotot kan mata nya, mendengar kata-kata Alice barusan.
Apa ...!!!
Kata nya Aku sedikit-sedikit mengancam, dengan menggeleng kan kepala Aaron pun berucap kembali dan menahan emosi nya, yang entah ke berapa kali ini. Dan sungguh hal yang sangat melelah kan, berhadapan dengan monster kecil ini, cantik sih cantik, tapi sifat nya itu loh.
Aaron yang sudah menahan amarah nya sambil mengangkat kepala dan mulai memijat kening nya, dan berucap kembali, kau ini tidak faham atau bodoh, atau pura-pura bodoh sih.
Aku sekarang sedang berusaha mengikuti kemauan Ayah mu, dan ingat..."musuh Ayah mu di luar sana sudah banyak mengincar mu, di tambah, tadi pagi, sedikit banyak, identitas mu telah terungkap.
Maka Aku mantap, kita pergi malam ini ke Mansion Ayah mu untuk sepakat minggu ini kita akan menikah, titik tidak ada koma dan satu lagi tidak ada bantahan.
Jadi mulai sekarang kau masuk lah kembali ke dalam kamar mu, atau ku beri kau hukuman lain lagi, faham.
Apa...!!!
Alice yang mendengar nya, seakan tidak percaya, kita akan segerah menikah, apakah Ayah nya akan setuju begitu saja, dan iya saat ini masih muda, di tambah menikah dengan si Om super-duper nyebelin itu, yang ada Alice setiap hari akan naik darah di buatnya, serta ini tidak bisa di bayang kan.
Sungguh Alice merasa miris dengan nasib nya saat ini, dan berucap lagi di dalam hati, tunggu saja nanti, aku akan berusaha kabur lagi, siapa suruh, mau berurusan dengan ku, lalu Alice dengan kembali menghentak kan kaki nya di tambah muka jutek dan bibir yang di kerucut kan, Alice pun berbalik berjalan menuju ke dalam kamar nya.
Tapi berbeda dengan Aaron, dia mengambil napas panjang setelah melihat kepergian Alice menuju kamar nya.
Walau sedikit menaik kan emosi nya, tapi iya merasa puas, karena tetap dapat menekan Alice, serta selalu membuat nya tak berkutik dan mau selalu menuruti nya.
Tiba-tiba.."senyuman pun muncul dengan lebar nya, yang membuat dari tadi semua yang berada di sekitar menjadi tegang, kini di tambah penampakan seperti itu, membuat Ainsley serta beberapa pengawal yang tadi membawa Alice kembali menjadi shock.
__ADS_1
Bagai mana tidak, selama ini..."Aaron yang terlihat dingin dan kaku, tidak pernah sedikit pun terlihat senyuman di wajah nya, yang bisa di bilang Tampan tapi karakter nya selalu berhawa selalu dingin... dan tiba-tiba 🤐.
ada yang berasa merinding gak, xixixi😀