
Dengan mondar mandir, Alice terus mencari cara untuk terus melarikan diri, hingga iya teringat akan suatu kejadian, dan langsung mengotak-atik HP nya saat ini.
Dan tak lama, tersambung lah telpon nya dengan seseorang di sebrang sana, yang...dengan memelas pula, Alice meminta tolong ke pada nya, untuk segerah membebaskan nya dari kekangan Aaron selama ini. Dan iya akan membalas nya suatu hari nanti.
Serta dengan segerah pula, seseorang tersebut mengiyakan nya dan memberitau cara nya, hingga Alice pun mulai bersiap saat ini, untuk segera melarikan diri nya.
Hingga saat ini, iya sudah merasa aman. Dimana semua pelayan yang saat ini sudah nampak tertidur, dan Aaron pun belum pulang. Serta tinggallah iya akan mencari cara untuk mengelabuhi para penjaga saja saat ini.
"Alice yang sudah mempersiapkan semua nya. Iya sudah membawa sedikit pakaian nya, dan itu pun iya sembunyi kan terlebih dahulu di balik pot bunga, serta segerah menghampiri para penjaga untuk berpura-pura mendapat telpon dari suami nya, yang mengatakan kalau mereka saat ini harus mencarikan satu barang nya yang hilang didalam Mansion nya.
Hingga para penjaga tersebut percaya dan mulai masuk semua kedalam Mansion nya. Dan ini juga, adalah kesempatan emas bagi Alice, untuk segerah kabur dari Mansion ini.
Dimana saat ini, seseorang telah menunggu nya didepan gerbang Mansion.
Setelah melihat semua penjaga nya masuk, dengan segerah pula Alice melirik dengan memastikan saat ini kondisi nya telah aman, dan segerah mengambil tas pakaian nya, serta menuju ke luar gerbang yang telah di tunggu oleh seseorang saat ini.
Alice yang melihat ada sebuah mobil yang mendekat, serta memastikan benar itu mobil nya.
Iya pun, langsung segerah naik dan masuk kedalam mobil nya, tampa pikir panjang lagi.
Hingga mobil itu melaju, dan meninggal kan Mansion nya saat ini.
Aaron dan Tuan Kendrik saat ini, telah bersiap untuk segerah pulang ke dalam Mansion nya masing-masing, dan mengistirahatkan kan tubuh mereka yang lelah saat ini.
Hingga Aaron sampai di Mansion nya dan nampak heran karena tak nampak seorang pun berjaga didepan Mansion nya.
Serta membuat Aaron berang dan segerah memasuki kedalam Mansion nya, dengan wajah yang merah padam serta aurah yang dingin, hingga terdengarlah teriakan Aaron.
Pengawal.....!
Dimana kalian semua saat ini....!
__ADS_1
Yang membuat mereka semua terkejut, hingga berkumpul dengan heran dan takut, serta menunggu apa yang akan terjadi selanjut nya.
Hingga Aaron berucap, "Apa yang kalian lakukan saat ini, dan bagaimana bila ada seorang penyusup masuk, karena kalian tidak ada seorang pun yang berjaga didepan saat ini hah. "Dengan amarah yang memuncak Aaron berucap saat ini.
Hingga salah satu penjaga menjawab !" Begini Tuan !" Dengan menunduk, takut dan gemetar, penjaga tersebut menjawab saat ini.
Tadi Nyonya ke depan dan bilang kepada kita semua, kalau Tuan yang memerintahkan kita semua saat ini, untuk segerah mencari satu map penting yang tertinggal di Ruangan ini, tapi sedari tadi kita tidak menemu kan nya Tuan.
"Dan kalian semua percaya, serta menuruti begitu saja perintah Nyonya mu itu, dan dengan tidak meninggalkan satu pun penjaga pun, untuk berjaga didepan.
Bodoh.....!
Kalian semua bodoh !"
Dan sekarang di mana Nyonya kalian saat ini, hingga Aaron mendapat firasat yang tidak enak dan segerah menuju kedalam kamar nya.
Serta berteriak dan memanggil nama istri nya, tapi tak mendapat kan apa yang di cari nya, serta membuka lemari pakaian nya.
Aaron mengeram marah, serta menghancur kan semua barang didalam kamar nya, dan berteriak, "Alice.....!
Hingga Alice yang saat ini telah berada di dalam mobil seseorang, dan sedang menuju ke sebuah bandara, dimana Alice saat ini akan dibawa oleh seseorang itu keluar Negri dengan menggunakan pesawat Jet Pribadi nya.
Tapi "Alice tiba-tiba bersin, entah mengapa dan membuat, seseorang di sebelah nya merasa kaget, serta bertanya, "kamu terkena Flu ?
Dan Alice membalas dengan menggelengkan kepala nya, karena memang merasa tubuh nya tidak terkena Flu dan berkata.
Entah, ini mungkin cuma alergi dingin malam saja, sambil mengusap-usap hidung nya yang sedikit gatal itu.
"Hingga dengan segera Aaron membuka alat GPS yang ada di Hp nya, yang menunjuk kan saat ini berada didepan Mansion nya, membuat Aaron semakin marah, dan memukul semua para penjaga nya tersebut.
Ainsley hanya diam, tak berani berkata, karena tau ini semua akan berakibat patal, karena dengan menghilang nya Nyonya Alice, bukan berarti itu akan merubah sisi dari Tuan nya itu.
__ADS_1
Dimana..." Ainsley sangat ingat, saat Ibu Tuan nya yang meninggal dan membuat iya memasuki sisi gelap, hingga mingikuti untuk menjadi sorang Mafia dan itu yang di sembunyikan oleh Tuan nya saat ini.
Dengan rasa sakit seperti ini, Ainsley perna melihat nya, dan mulai bergidik ngeri, "Takut akan apa yang akan terjadi selanjut nya.
Aaron tau, pasti Ayah Alice tidak terlibat, dan tak akan tau juga kemana pergi Putrinya saat ini, mengingat iya yang baru saja melakukan penjebakan tadi, dan Tuan Kendrik tidak memberikan kabar apapun.
Aaron menatap lurus, dalam pandangan kosongnya, iya terus berpikir, dan segerah memerintahkan semua orang suruhan nya, untuk bergerak cepat mencari istrinya, dan segerah membawa nya pulang.
Aaron melihat sekeliling kamar istri nya saat ini. Dan iya tidak menyangka, dengan kejadian siang tadi, akan mengakibat kan istri nya untuk berpikir melarikan diri kembali.
Serta Aaron mengingat dimana terakhir kaki mereka bertemu.
Pandangan itu...!
Iya faham, Alice pasti sangat kecewa kepada diri nya saat ini. Hingga iya berpikir untuk segerah pergi meninggal kan nya.
Padahal, "Sebelum nya.
Aaron sudah berencana membujuk nya, di saat iya menyelesaikan pembalasan ini. Iya akan mengajak istri nya itu berlibur di Negara nya,dan membawa nya berkeliling, kemana pun iya mau.
Aaron mengucap wajah kasar, dan mengacak-acak rambut nya saat ini, serta dengan segerah membaring kan tubuh nya, di atas ranjang mereka.
Dimana percintaan mereka baru terjadi siang tadi, dan iya merasa bersalah, karena telah memaksa Alice saat itu.
Aaron berbaring dan memeluk bantal yang selalu di pakai istri nya itu, dan iya mencium wangi istri nya yang tertinggal di bantal tersebut, hingga Iya yang lelah dengan keseharian ini pun tertidur dengan memeluk bantal istri nya.
Dan Alice pun saat ini, tak lepas pula teringat akan Ayah serta suami yang membuat nya kesal, tapi iya juga sudah merasa jatuh hati, walau belum mengungkap kan, karena rasa kesal nya, hingga iya memutus kan untuk pergi meninggal kan nya saat ini. Dan Alice pun akhir nya tertidur didalam pesawat tersebut.
****
Kita sambung dahulu yah, dan nantikan terus kelanjutan nya, and see you, makasih dah baca😍.
__ADS_1