Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin

Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin
keisengan dan kemarahan Aaron


__ADS_3

Entah kenapa, setiap melihat Alice istri kecil nya itu, Aaron merasa hidup nya menjadi lebih ramai.


Di tambah dengan sikap nya yang selalu membangkang Aaron, tapi tetap bisa di kendali kan oleh Aaron.


Entah Alice istri nya itu yang oon atau terlalu lugu, tapi iya Menyukai nya dan seperti saat ini, rasa ingin terus menjahili nya pun, entah dari mana rasa itu, tapi mulai dari awal pertemuan mereka, memang Aaron sudah mendapat perasaan yang berbeda dengan istri kecil nya itu.


Di mana...semua perempuan yang mau mendekati nya, kebanyakan dari mereka semua hanya melihat diri nya yang tampan serta seorang yang berkuasa, tidak ada yang seperti istri nya yang saat ini.


Yang mana selalu menolak nya serta membantah setiap perintah nya.


Dan ini lah keunikan dari istri nya itu, yang membuat hati Aaron merasa berbeda di tambah dengan kisah hidup nya saat ini.


Ini seakan mendapat durian runtuh, yang mana apa yang di ingin kan dengan sedikit mengambil kuasa perusahaan Ayah Alice, Aaron pun mendapat bonus dengan dapat menikahi Istri kecil nya itu, Yah..."walau terlihat bar-bar sih.


Aaron yang saat ini sedang memandang tingkah istrinya yang menggemas kan itu, mulai mendapat ide untuk kembali mengerjai nya.


Aaron pun tersenyum kecil sambil berucap dan menuju ke Walk-in closed dan mulai memakai baju tidur nya dengan sangat pelan.


Iya pun berkata..."Ooohhh...kenapa sayang, Aku memang sengaja lo belum pakai baju, toh kita baru saja menikah dan akan melaku kan itu.


Bukan berarti itu akan di buka juga, jadi ngapain Aku pakai baju nya, dengan senyum jahil Aaron berucap😀.


Tapi berbeda dengan respon Alice saat ini, Alice yang baru saja melihat penampakan yang belum layak iya lihat serta baru pertama kali ini.


Sungguh membuat Alice panik nya minta ampun, serta iya pun mulai gugup dan gemetaran sambil berucap...


Apa...!!!

__ADS_1


Mana ada hal begituan malam ini, kamu beneran kan, gak akan ngelakuin itu sama Aku malam ini.


Plisss..."jangan paksa Aku malam ini, Alice yang mulai panik berkata dan masih dengan menutup mata dengan kedua tangan nya.


Emang kenapa...? "Jawab Aaron yang masih jahil dan di sertai senyum devil nya, serta satu lagi, Aaron saat ini sudah memakai baju tidur dengan lengkap nya.


Yah..."Gak bisa lah, pokok nya gak bisa, Aku gak mau ngelakuin itu, Aku kan masih kecil, lagian kita nikah nya juga terpaksa kan.


Aaron yang mendengan jawaban Alice yang mengatakan iya menikahi nya hanya terpaksa menjadi kesal, yang mana..."Aaron merasa harga dirinya nya terinjak-injak dengan mengatakan terpaksa, seolah iya tidak laku saja, padahal di luar sana, banyak yang mau mengantri menjadi pendamping nya, bahkan hanya di jadikan simpanan saja pun mau.


Tapi..."Apa tadi kata istri nya....!!!


Terpaksa...!!!!


Aaron dengan mengeram kesal nya saat ini yang mana iya sudah memakai baju nya dan mendekat serta mendengar tadi perkataan tadi.


Niat keisengan tadi pun berubah menjadi amarah serta, dengan amarah yang memuncak.


Aaron dengan segerah, menyingkir kan kedua tangan nya yang mencoba menutupi mata nya itu.


Lalu menarik tekuk nya dan mulai mencium bibir tipis istri nya itu, yang mana seperti nya akan menjadi candu bagi Aaron saat ini.


Tapi berbeda ciuman ini dengan saat masih di depan pendeta tadi, karena saat ini Aaron melaku kan nya dengan amarah serta nafsu nya, yang menyebab kan juga, keterkejutan Alice, dan dengan segerah mula Alice melotot kan mata nya serta shock.


Sehingga membuat keseimbangan mereka pun menjadi tidak stabil dan mereka pun menjadi terguling di atas ranjang tidur nya, yang mana tadi posisi Alice yang terduduk di sisi ranjang tidur nya, serta dengan tiba-tiba sikap Aaron yang mencium nya dengan ganas.


Membuat keseimbangan mereka runtuh serta ciuman panas itu pun terjadi dan membuat Alice hampir kehilangan napas nya serta dengan menggigit bibir Aaron, baru lah ciuman itu terhenti dan membuat napas mereka berdua terengah-engah karena hampir kehilangan napas.

__ADS_1


Dengan marah pula Alice berucap, "Dasar...Om mesum, mesti lah, kau melaku kan itu tampa meminta izin ku terlebih dahulu, dengan sedikit menangis Alice berucap dan Aaron mulai merasa bersalah.


Tapi Aaron melaku kan itu, karena tersulut emosi dengan perkataan nya juga, sehingga terjadi lah hal seperti itu, yang mana tadi iya pun tidak berniat.


Dengan rasa bersalah nya, melihat Alice yang saat ini seperti shock serta menangis tersedu-sedu dan memperlihat kan bibir nya yang mulai bengkak karena ulah nya.


Hanya kata maaf yang dapat keluar dari mulut Aaron, tapi setelah nya, Aaron pun berbalik menuju ke balkon kamar nya, tidak mau terlihat lemah di hadapan istri kecil nya itu.


Yang iya mau tunjuk kan adalah, istri nya harus tunduk terhadap semua perintah nya.


Maka dari itu, tampa kata lain lagi, Aaron langsung pergi ke arah balkon dan menghirup udara segar, serta mulai menghidup kan cerutu nya dan menghisap nya.


Alice yang masih tercengang dengan sikap Aaron, harus bisa pasrah akan diri nya, yah Alice pun dengan segerah berlari masuk kedalam kamar mandi dan menenangkan diri nya juga serta menyiram diri nya dengan air shower dan tampa membuka baju nya.


Dengan menangis sesenggukan Alice membasahi diri nya dengan air shower dan berusaha menghapus juga jejak ciuman itu sambil mengumpat.


Dasar....si om mesum, tidak bisa kah iya melaku kan itu tidak sekarang, yang mana iya belum siap dan kalau pun..iya mau melaku kan nya, paling tidak harus nya iya meminta izin terlebih dahulu dan melaku kan nya dengan lembut.


Dan ini..."Alice terus menghapus jejak ciuman itu dengan kesal nya dan segala umpatan.


Serta di dalam hati menggerutuki nya, baik kau bersikap kasar pada ku, akan ku balas kau dengan kasar pula nanti.


Dengan mata penuh amarah nya, Alice berucap, ingin sekali membalas Aaron saat ini juga, tapi iya harus bersabar...


Tunggu pembalasan ku Om mesum, dengan senyum jahat nya, Alice bersikap, seperti mempunyai dua kepribadian yang berbeda.


Dan mulai menghapus air mata nya serta dengan segerah mandi dan...

__ADS_1


Aahhhh...sial, kenapa aku lupa baju ganti, ini gara-gara tadi karena aku buru-buru, jadi nya begini.


Dengan gelisah, Alice berucap dan mondar-mandir, bagaimana ini...pikir Alice sambil mengigit ujung jari nya, karena gelisah.


__ADS_2