
Aaron berteriak kencang, marah karena saat ini iya tidak menemukan istrinya di mana pun.
Hingga mata nya memerah, menunjuk kan aura yang menyeramkan, dan langsung memeriksa GPS di HP nya.
Kau selalu ceroboh, dan tak berpikir jernih, dan tak tau kenapa hati ku bisa luluh ke pada mu yang selalu membantah ku.
Dengan kesal nya, Aaron meneriakkan nama Asisten nya.
Ainsley.....!
Cepat kau siap kan mobil sekarang ?
"Baik Tuan, dan segerah pergi mengikuti arah GPS yang berada di HP Aaron saat ini.
Serta Aaron menggerutu dengan kesal, "Dasar kau kelinci nakal, sudah ku bilang untuk tetap berdiam di Mansion, Tapi kau masih saja, selalu ingin melarikan diri.
Dan untuk apa kau pergi di sekitaran Taman itu, sungguh kau selalu membuat ku repot saja.
Awas saja, setelah pulang nanti. Akan ku hukum kau karena tidak mematuhi ku.
Dengan kesal nya Aaron terus menggerutu dan tak sabar, untuk segera sampai di tujuan.
Tapi...!" Sesampai nya ditujuan....!
Aaron mengeram semakin marah, mata nya seakan hendak keluar saat ini, hingga Ainsley pun bergidik ngeri dan menggerutu, "Ya ampun Nona !" Apa yang kau lakukan saat ini. ini sama saja, cari mati nama nya. Dan semoga Tuhan akan terus melindungi mu Nona.
Trus Aaron segerah turun dari mobil nya dengan cepat dan menghampiri istri nya.
Alice....!" Teriak Aaron marah....!
Dan seketika menoleh lah secara serempak, dua anak manusia tadi, yang sedang mengobrol dan tampak akrab itu.
Alice nampak wajah nya pucat Pasih dalam sekejap, dan bergumam, "Aaron....!
__ADS_1
Serta dengan langkah lebar pula menarik tangan Alice istrinya secara kasar untuk segerah mengikuti nya saat ini.
Tapi sesaat kemudian, tangan Aaron di cekal Tuan Nakamura, dengan di tatap nya tajam dan berucap, "Jangan kasar terhadap wanita.
Aaron melihat dan mendengar perkataan Tuan Nakamura semakin meluap emosi nya, dan membalas dengan berucap.
Kau tau siapa wanita ini kan, yah dia istri ku. Jadi mau ku apakan juga terserah Aku, dan kau !
Apa urusan mu, bisa berada saat ini bersama istri ku hah...!" dan ini juga menyangkut urusan keluarga ku, jadi apa perduli mu itu !" dengan gamblang dan emosi nya Aaron berucap.
Oh...!" Yah, "Aaron berucap lagi, "Bukan kah ini jam kantor, dan sungguh kebetulan sekali, kalian bisa bertemu di sini. Atau kalian memang sudah janjian yah, dan perkataan itu sungguh menyakitkan hati Alice yang mendengar nya, hingga....!
Alice pun menghempas kan cengkraman tangan Aaron itu, dengan segala emosi nya, yang di tahan nya sedari tadi.
Akhir nya Alice pun meluap kan, tak perduli di situ ada Tuan Nakamura.
Berhenti dan sudah cukup Aku diam sedari tadi Tuan Aaron yang terhormat, "Dengan derai air mata yang akhir nya tumpah juga, Alice terus berucap, kau selalu memerintah kan ku untuk selalu menuruti kehendak mu itu, "Tuan Aaron, dan itu selalu sudah ku turuti, tapi tidak saat ini.
Apa...."Aaron melotot kan nata nya tak percaya, "Yang berarti Alice sudah melihat berita itu, tapi tidak melihat berita yang barusan iya gelar untuk membersih kan dari segala tuduhan tersebut.
Sayang...!" Aaron yang merasa bersalah, dan mencoba menjelas kan.
Itu cuma ke salah pahaman saja, dan coba kau lihat berita selanjut nya, hingga Aku buru-buru untuk pulang, dan ini kah kejutan mu untuk ku.
Dan sekarang, bagaimana Aku tidak kesal melihat mu, yang kembali kabur dan melihat mu bersama pria lain.
Tuan Nakamura hanya diam menyimak, dan kalau memang ada tindak kekerasan disini, dia akan maju paling cepat, untuk menjadi pahlawan, serta terus mengambil simpati Alice istri Aaron ini.
Dan iya sungguh, sebenar nya, merasa senang dengan terjadi nya pertengkaran ini, yang akan ada kembali membuat nya ada sedikit peluang untuk sedikit memasuki ke kehidupan Alice.
Tapi pada kenyataan nya saat ini, seperti nya, Tuan Nakamura akan sedikit kecewa.
Alice, seperti nya mulai luluh kembali, dan mereda hingga iya mulai menuruti Aaron untuk segerah pulang mengikuti perintah Aaron saat ini.
__ADS_1
Maaf...!" Hanya itu kata yang bisa Alice ucap kan dan segerah merangkul nya, untuk tidak lagi ribut di tempat itu, serta iya pun sebenar nya malu di lihat Tuan Nakamura yang sedari tadi, dan segerah membujuk suami nya, untuk segerah pulang dan kembali membahas nya di Mansion saja.
Ayo kita pulang saja, Aku sungguh lelah saat ini ! "Alice yang berucap, dan langsung melaju memasuki mobil suami nya, tampa berkata apa-apa lagi.
Aaron hanya bisa, mendengus kesal, tapi iya pun akhir nya mengikuti langkah istri nya itu untuk memasuki mobil dan berhenti sejenak, serta menoleh untuk memberi peringatan ke pada rekan bisnis nya itu, dengan berucap.
Oh...!" Yah, "Tuan Nakamura, sebaik nya lain kali, bila bertemu dengan istri ku, Anda lebih baik menjauhi nya, atau kerja sama kita akan batal, dan kau akan berurusan dengan ku saat itu. "Mengerti.
Lalu, tampa menunggu jawaban, Tuan Aaron langsung berbalik dan segerah memasuki Mobil nya.
Di dalam mobil saat ini terasa sangat canggung, hingga tiada sepatah kata pun keluar dari mulut mereka, dan aura nya pun sangat dingin saat ini.
Ainsley dan pak sopir yang berada di depan pun ikut tegang saat ini.
Bagai mana tidak, bayang kan saja bagaimana raut wajah kedua nya saat ini, yang saling membelakangi, serta memendam kekesalan mereka masing-masing, hingga tak terasa mobil telah berhenti didepan Mansion nya.
Mereka berdua turun dengan tergesa-gesa, hingga sampai di dalam kamarnya.
Aaron yang tak sabar, menarik lengan Alice, hingga menghadap ke arah Aaron, dan menatap wajah nya lekat, dengan masih menyimpan sedikit kekesalan saat ini.
Aaron pun, dengan masih menyimpan sedikit emosinya, dimana iya masih kesal, karena melihat istri nya tadi bersama rekan kerja nya itu. Tidak merasa puas hanya dengan penjelasan tadi, hingga hendak menghukum istri nya saat ini, agar tidak akan berani, untuk mengulangi nya lagi.
Kau berani sekali tadi keluar tampa seizin ku, dan di tambah, kau berani duduk berdua dengan rekan bisnis ku itu. Maka dengan ini kau menyatakan menantang ku sayang.
Dan kau harus menerima hukuman dari ku saat ini juga sayang. Dengan semakin kuat, Aaron mencengkram lengan Alice, hingga membuat Alice meringis kesakitan, dan Alice kali ini mencoba melawan dengan segala kemampuan nya.
Iiiss.....sakit !" Dan...." Aaawwww...." Aaron berteriak kuat, hingga menggema ke seluruh Ruangan, karena Alice membalas, dengan memukul tempat berharga Aaron, kuat dengan sikut kaki Alice, yang membuat Aaron meringis kesakitan, dan melepas kan cengkraman tersebut.
Alice pun berucap dengan marah, "Sebelum kau berani menghukum ku, maka itulah hukuman untuk mu Tuan Aaron, lalu berbalik keluar dari dalam kamar nya,hendak turun kelantai bawah, meninggal kan Aaron yang merana, karen si otong nya sedang koma saat ini 😀.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Yah....!" Cukup di sini dahulu untuk hari ini, kita sambung besok lagi yah, and see you next time, terima kasih telah membaca, i miss you, selamat menjalan kan ibadah puasa dan sekali lagi, jangan lupa tinggal kan jejak nya😍.
__ADS_1