
Menjelang malam saat hendak pergi ke pesta, Alice sudah berhias cantik bak Putri Barbie, karena memang usia yang masih cukup muda dan berwajah imut serta baby pace.
Aaron yang sedang menunggu nampak tercengang kagum, seakan iya menemukan sosok yang sungguh menggerak kan hati nya hingga bisa membuat nya terbang ke awan saat ini, dan tatapan polos itu, serta make-up tipis, yang mana tidak dapat menghilang kan kecantikan nya.
Sungguh...! "ini adalah mahakarya yang sangat sempurna. Akan tetapi karena sesuatu hal, iya kembali ke wujudnya yang semula.
Dengan menepis perasaan nya saat ini, Aaron kembali dengan berwajah dingin dan selalu berbelok dari kata hati nya.
Tapi sesaat kemudian iya mencoba berdiri dengan gagah nya dan tak tinggal wajah dingin yang selalu melekat pada nya saat ini.
Serta sesaat kemudian..."Mereka sekarang sudah berhadapan, dan Aaron pun berucap...
Mana Hp mu...!!!
Dengan tampang kesal pula, Alice menjawab, untuk apa...???
Bagaimana Alice tidak kesal, bukannya memuji cantik.
Ini...iya malah terus tidak di anggap serta boro-boro mau memuji.
Lah... "tiba-tiba kok, malah minta Hp segala, Untuk apa...??? "jawab Alice ketus.
Aku tidak suka yah, barang pribadi ku di lihat seseorang, di tambah nih barang keramat gue..., tau gak....!!!
Aaron mendengar bahasa Alice, sekali lagi di buat tercengang dan geleng-geleng kepala, tampa berkata lagi langsung merampas nya dari tangan Alice.
pikir Aaron mungkin, kalau minta baik-baik, malah mungkin tambah panjang urusan nya, dan malah bisa jadi sampe besok pun, gak kelar-kelar juga urusan nya.
Maka nya Aaron langsung merampas serta mengotak-atik Hp nya dan tak lama, langsung di kembali kan kepada Alice.
Tapi sebelum nya Aaron juga berucap, di dalam situ ada nomor Hp ku, dan bila ada apa-apa, kau bisa menghubungi ku nanti. Dan satu lagi, nomor ku jangan sampai kau obral ke orang lain, cukup kau saja yang tau, mengerti...!!!
__ADS_1
Hemm...."Alice menjawab nya, yang di sertai anggukan kepala nya juga, dan sedikit merasa heran. Serta Alice pun berucap kembali...
Ah...iya...Om...."Balas Alice dengan canggung dan berucap, ku kira tadi, Om akan trus menyita Hp ku ini, atau mungkin malah akan menghancur kan nya, yang mana seperti di cerita novel-novel yang suka ku baca, yang mana si pemeran Pria jutek itu suka menghancur kan barang bila marah.
Aaron yang mendengar nya pun, merasa tergelitik geli dan menahan tawa nya, karena menjaga image saat ini.
Tapi iya pun membalas nya dengan menjitak kepala Alice sambil berucap, maka nya, kamu jangan terlalu banyak baca novel.
Alice pun mengusap kepala nya, yang habis di jitak Aaron sambil berucap...
Kenapa emang..."Gak ada salah nya kan....!!!
Ada..."karena kamu belum cukup umur dan nanti kamu akan jadi berpikir yang tidak-tidak.
Maksud nya apa coba🙄, Alice tidak mengerti dan menatap bingung, serta berucap sambil menggerutu, mana ada gw di bilang masih kecil, tapi kok di paksa nikah🙄 dan di tambah berpikir yang tidak-tidak🤔, maksud nya berpikir apa coba🤔... ???
Dan maaf....Aku sudah berfikir buruk tadi🙍, serta apakah sekarang kita jadi pergi ke Mansion...?
Karena kita saat ini sudah hampir terlambat.
Dan Aaron pun kembali berucap, tak usah dipikir kan ucapan ku yang tadi, dan iya..." kita jadi pergi kok, maka Ayo kita berangkat sekarang.
Serta akhir nya mereka pun sekarang berada di dalam mobil nya, yang tampa di temani oleh sopir.
Nampak, mereka berdua seperti nya saat ini sedang gugup dengan di temani jantung yang berdebar-debar, sehingga Alice nampak gelisah dan segera meminta izin untuk menghidup kan radio yang berada di dalam mobil mereka saat ini.
Karena kali ini mereka pergi hanya berdua saja, tampa di temani oleh sopir
Dan Aaron, hanya menjawab Hemm, karena iya juga saat ini sedang merasa tidak tenang.
Hingga mereka pun akhir nya sampai di depan gedung Mansion Megah milik Ayah nya Alice.
__ADS_1
Semua datang menyambut kehadiran Tuang Aaron dan Nona Alice, sang Bintang utama pesta yang di tunggu-tunggu saat ini, Dan pesta pun berjalan dengan lancar serta meriah nya. Serta acara pun hampir selesai, dan Aaron pun menghampiri Ayah mertua nya dengan berkata pelan, Aku akan segerah menikahi anak mu minggu ini juga.
Yang tentu saja itu membuat Ayah Alice terkaget. Dan bagai mana tidak, iya tau Putri nya akan segera menikah, tapi tidak secepat ini pikir nya.
Rasa belum puas ingin melepas kan Putri satu-satunya dan kesayangan nya itu.
Tapi..."Mau bagaimana lagi, dan Nasi sudah menjadi bubur, dengan kesepakatan, yang terjadi, Tuan Kendrik harus berlapang dada.
Dan seolah, Aaron yang sudah bisa membaca jalan pikiran nya. "Aaron
pun berucap...
Tenang saja Tuan Kendrik, aku sudah menyiapkan semua segala keperluan nya, karena di situ juga akan ada banyak nya wartawan.
***
Dan..."saat ini pun sebenar nya, Alice sedang mencari cara untuk kabur kembali.
Serta di saat mereka dengan khusuk nya berbicara, Alice yang tampa mereka sadari, telah mundur beberapa langkah, dan mulai berjalan jauh dari pandangan mereka berdua.
Hah....hah...hah.... "Alice mengambil napas dalam dan berat, serta...karena berhasil keluar dari gedung dan kekangan mereka berdua, maksud nya Ayah Alice dan si Om nyebelin alias Aaron itu.
Dengan tertunduk, serta sambil melirik ke kanan dan ke kiri, Alice...yang saat ini sedang berada di daerah bagasi rumah nya.
Dan dengan persiapan nya pula Alice, langsung men selancar kan ide nya, agar bisa melarikan diri dari Aaron dan Ayah nya itu.
Dan dengan gerakan cepat pula, Alice yang sudah menyiap kan rencana nya itu, segerah menghubungi seseorang di seberang sana.
Okey..."kau bersiap lah, aku akan bersiap meluncur ke sana. Dan selepas nya, langsung menutup telpon, serta di tempat itu Alice berdiri di samping kendaraan kesayangan nya, Alice langsung mengubah pakaian nya, yang mana sebelum nya, gaun yang di pakai Alice adalah gaun panjang dengan sedikit renda, serta lengan panjang polos dan sedikit ketat.
Tapi...saat ini pun, langsung di buka Alice di tempat parkiran itu juga, yang mana di dalam nya juga, sudah memakai leging panjang serta tank top, dan segerah membuka mobil nya, yang mana kunci nya memang sudah lama berada di dalam tas Alice, yang selalu Alice bawa.
__ADS_1
Alice pun segera masuk ke dalam mobil nya, dan memakai jaket kulit yang memang tertinggal di dalam mobil tersebut, dan trus berucap...
Selamat tinggal Ayah dan Om nyebelin, entah kapan kita akan bisa bertemu lagi, dan dengan senyum manis nya. "Alice pun menghidup kan mobil serta melaju kan mobil nya itu, untuk segerah melarikan diri kembali.