
Begitu pula Aaron yang ikut memeluk merasa tenang dan nampak rileks saat ini.
Hingga tampa terasa, mobil mereka telah sampai didepan gedung Rumah sakit tersebut.
mereka pun bersamaan memasuki gedung Rumah sakit tersebut dengan saling bergandengan tangan hingga sampai lah saat mereka berada didepan Ruang ICU dam saat ini telah diberitahukan untuk memakai pakaian khusus, serta harus satu orang yang di perbolehkan masuk keruangan tersebut.
Maka merekapun, saat ini mulai bergantian hendak memasuki ruangan tersebut, dan dimulai oleh Alice, serta Putra nya pun, saat ini menunggu bersama Aaron Didepan ruangan tersebut.
Alice, dengan menegarkan diri nya, dan menerima apapun konsekuensinya, serta mulai melangkah, dan tak terbendung hingga walau sudah mencoba menahan agar cairan itu tidak keluar.
Tapi....!" tetap saja, cairan itu lolos juga dan membasahi pipi nya, hingga Alice mendekat dan menggenggam jemari Ayah nya, dan disertai banyak nya penampakan alat yang melekat di tubuh nya saat ini.
Sungguh pilu hati Alice, dengan segala keegoisan nya selama ini, dan mengorbankan perasaan Ayah nya sendiri, hingga lolos ucapan maaf yang dikeluarkan dengan sesegukan, memohon ampun yang sangat dalam serta meminta agar Ayah nya saat ini lebih bersemangat hidup, karena Alice mulai sekarang berjanji, tidak akan kabur lagi serta akan memberikan sebuah kabar dan hadia untuk Ayah bila Ayah bisa sadar saat ini juga.
Dan masih dengan pilu, Alice terus memohon maaf dan mencoba membuat Ayah nya sadar kembali, tapi penampakan itu masih tetap sama, hingga membuat Alice hampir berputus asa dan hendak pergi saat ini.
Dan disaat Alice yang hendak pergi keluar bergantian dengan Aaron! "Tapi terdengar suara yang tak asing, saat ini telah memanggil-manggil nama nya.
Hingga tampa sadar, Alice berbalik dan kembali mendekati Ayah nya, serta berucap, "Ayah....!
Ini Alice putri mu telah kembali sambil terus menatap wajah Ayah nya, tak percaya, kalau saat ini Ayah nya yang mulai sadar dan perlahan membuka mata nya, hingga menetes kan air mata dan menanyakan, apakah ini mimpi seperti sebelum nya.
Alice kembali menangis dan langsung mendekat, serta berlutut dan menggenggam jemari Ayah nya sambil berucap:
Tidak Ayah....! ini bukan mimpi ! ini nyata, ini Alice putri mu satu-satunya, dan Alice meminta maaf karena egois Alice selama ini. Dengan terus menatap sang Ayah, "Alice terus menyakinkan sang Ayah, kalau benar, iya telah kembali saat ini.
Ayah cepat sembuh ! Alice janji tidak akan kabur lagi, serta akan selalu menuruti segala perintah Ayah, dan satu lagi, serta ada yang ingin Alice tunjukan kepada Ayah.
Dan maka dari itu, cepatlah Ayah sehat, Alice bersungguh-sungguh berkata seperti ini Ayah!" dengan terus menggenggam tangan sang Ayah.
__ADS_1
Alice terus berusaha menyakinkan sang Ayah, agar semangat Ayah untuk tetap hidup dan sembuh semakin meningkat, hingga sang Ayah merasa ini benar, dan bahagia dan iya mulai melebar kan kelopak mata nya, menyakinkan, akan pengelihatan nya saat ini.
Dan mulai meraba-raba wajah putri nya itu, agar iya yakin itu nyata, dan bukan lagi ilusi seperti beberapa tahun ini, karena rindunya yang begitu berat dan di balas Alice dengan kecupan di telapak tangan sang Ayah dengan lembut, sambil di lekat kan di pipinya.
Serta membuat Tuan kendrik mulai percaya dan bersemangat, hingga iya berucap:
Kemana kamu selama ini nak ? dan kenapa tidak pernah mengirim kabar kepada Ayah !
Dan kalau kamu marah, bilang saja. Serta tak perlu kamu kabur, hingga seperti ini, "dengan lemah Ayah nya berucap saat ini.
Maaf.. Ayah !
Alice yang belum bisa bersikap dewasa saat itu, dan membuat Ayah, hingga seperti ini.
Alice belum bisa menjadi putri yang baik dan berguna. Maka ampunilah segala kelakuan Putri mu ini, dan bila Ayah mau marah !
Maka silahkan Ayah memarahi Alice saat ini Ayah !" dengan masih sesenggukan, Alice terus berucap.
Ayah yang salah ! Ayah yang memaksamu selama ini dan Ayah belum bisa memenuhi keinginan mu itu untuk bisa hidup dengan bebas saat itu. Serta Ayah yang selalu mengekang mu dan Ayah yang egois Alice, " Ayah yang terus berucap, serta terus menyalakan diri nya sendiri.
Hingga Alice tak kuat dan menangis dengan langsung memeluk tubuh Ayah nya, berusaha menenangkan dan tidak terus menyalakan diri nya, karena Alice pun sadar, diri nya pun banyak bersalah.
Tidak Ayah, Alice yang banyak bersalah Ayah. Dan Alice yang seharusnya, meminta maaf kepada Ayah.
Serta Alice ada sesuatu yang mau Alice tunjukan saat ini kepada Ayah, tapi sebelum nya, Ayah tenang terlebih dahulu, karena Alice sebelum nya mau bilang ke Ayah, kalau saat ini Ayah sudah mempunyai seorang cucu, dengan perlahan Alice berucap, agar sang Ayah tidak terkejut.
Apa....!" Tapi tetap saja sang Ayah merasa terkejut dan berucap, "Kamu putri ku yang nakal !
Sudah kabur selama ini, menyembunyikan cucuku pula !
__ADS_1
Mana cepat, Ayah ingin melihat cucu Ayah saat ini !
Sebentar Ayah !
Ayah yakin sudah merasa lebih baik sekarang ?" Bukan apa-apa Ayah !
Alice takut Ayah akan kembali drop, karena kabar ini.
Tidak sayang !
Ayah malah merasa saat ini sudah lebih baik dan segar, serta tidak sabar ingin bertemu dan melihat cucu Ayah itu.
Sabar Ayah !" Karena saat ini yang di perbolehkan masuk hanya satu.
Maka...!" Alice harus keluar dan bergantian serta memanggil putra Alice terlebih dahulu Ayah.
Hem...!" jawab Ayah.
Lalu Alice, dengan segera berdiri dan hendak keluar dari ruangan tersebut, serta memanggil sang putra nya.
Tapi berbeda suasana di luar saat ini. Yang mana sang Dady dan sang putra, masih terus berdebat serta tidak ada yang mau mengalah, dan trus saling menyalah kan, hingga suara Alice terdengar memanggil nama sang Putra dan menghentikan perdebatan mereka, serta dengan reflek dan kompak mereka berdua menoleh, secara bersamaan ke arah Alice.
Hingga, saat ini Alice sudah mendekat, serta berkata ke pada sang putra, kalau saat ini, sang kakek sudah sadar, dan hendak bertemu dengan putra nya tersebut, tapi sebelum nya, Alice berucap untuk melapor ke dokter terlebih dahulu. untuk memeriksa kembali keadaan sang Ayah.
Karena baru tersadar dari masa bahayanya tadi, hingga sang Dokter yang sudah mendapat laporan dari Alice, dengan segerah menuju ke ruangan rawat Tuan Kendrik, yang merangkap juga sebagai pemilik Rumah sakit ini.
Hingga pemeriksaan telah selesai dan, sang dokter memberitahukan, bahwa kesehatan Tuang kendrik meningkat pesat dan akan segerah dipindah kan ke ruangan rawat, agar keluarga lebih leluasa untuk menjenguk pasien.
Dan setelah di pindah kan, maka mereka bertiga pun bisa masuk dengan bersamaan saat ini, dan bagaimana wajah Tuan Kendrik saat ini.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kita bersambung terlebih dahulu dan terus nanti kan cerita nya and see you😍