
Aaron dan Alice akhir nya telah menyelesaikan rutinitas nya tersebut hingga jam makan siang.
Mereka segerah mandi dan melanjut kan kembali, saat di dalam kamar mandi nya.
Kalau Author mau bilang sihπ€, ini nama nya bukan rutinitas, tapi lebih tepat nya, balas dendam, "karena beberapa hari tak mendapat kan jatah. Tuh Alice, manusia, bukan mesin, jangan di gasken mulu, nanti rem nya blongπ€£π€£π€£, lanjut engkol mangπβοΈ xixixixi.
Hingga akhir nya, Alice yang kelelahan. Yang mana baru saja keluar dari Rumah sakit. Bukan nya istirahat, mala di engkol mulu sama si Bang Jagoπ.
"Selesai mandi, Alice yang sudah lemas, hanya bisa, dapat berbaring di atas tempat tidurnya saja. "Itu pun, saat keluar dari kamar mandi nya, dengan di bantu atau di gendong Aaron menuju ke atas tempat tidur nya. Hingga untuk memakai baju nya pun, Alice sudah tak kuat lagi.
"Lah si Aaron mah abis makan jamu kuat apa sih, sampe Alice di buat KO gitu π€ π , kek nya baru isi bensin nih, makanya gasken nya pool π π.
Setelah menaruh Alice di atas tempat tidur nya. Aaron menyuruh Alice untuk segerah beristirahat saja dahulu.
Nanti biar sarapan nya, di antar oleh pelayan kedalam kamar nya.
"Alice hanya membalas nya dengan anggukan kepala, "Barulah setelah itu !
"Aaron melanjut kan, berpakaian nya, serta dengan segerah turun kebawah, untuk menemui asisten nya Ainsley dan meminta hasil laporan nya.
Aaron saat ini telah duduk di ruang makan, dan segerah memerintah kan Pelayan, untuk segerah mengantar kan sarapan Nyonya nya, ke dalam kamar nya saja. Dan untuk memanggil kan Ainsley saat ini juga.
Hingga akhir nya Ainsley menghadap dengan segerah pula, untuk menyerah kan berkas, yang di minta Tuan nya dari beberapa hari, yang lalu.
Aaron membuka lembar-demi lembar laporan itu, dan di baca nya dengan teliti, hingga mata nya hendak keluar, serta menggenggam erat jemari nya, tanda iya sangat marah saat ini.
Jadi dia saudara tiri ku, dan dia juga sangat di manja oleh Ayah serta perempuan yang telah menghancur kan Rumah tangga Ibu ku.
Dan sekarang Iya hendak merampas Alice ku juga ! Jangan bermimpi, "Dengan angkuh nya Aaron berucap !
Yang mana Aaron sangat tau, kebusukan mereka berdua, serta kalau istri nya tau akan Rahasia mereka berdua.
Maka istri nya, Akan sangat membenci mereka juga.
"Aaron tersenyum sinis, "Serta Ainsley kembali berkata, kalau saat ini, Tuan William sedang mencari identitas Tuan dan juga sedang menyuruh seseorang untuk mengawasi nya, dan mencari cela untuk mencelakakan Tuan saat ini.
"Itu semua tak lepas, karena kebusukan hati mereka, yang mana berkeinginan untuk mengambil ahli kepemimpinan Perusahaan Ayah Alice.
"Oh....!" Jadi Tuan William berencana ingin melenyapkan istri ku dan juga diriku.
__ADS_1
"Benar Tuan !" Bahkan mereka beberapa kali ketahuan telah meretas data perusahaan, tapi selalu gagal. Dan sialnya lagi, data Anda pun juga hendak di retas nya. Tapi selalu ketahuan, karena kejeniusan orang-orang kita pula, maka ! biar sudah berapa kali, mereka berusaha membobol nya, tapi tetap selalu di buat gagal oleh orang-orang kita yang selalu menutup kembali akses nya, serta mengirim kan virus ke pada mereka, agar mereka jera.
Bagus !" Jadi sekarang apa Rencana mereka...?
Dari hasil penyelidikan sekarang, seperti nya, Tuan William hendak mendekati kembali atau menghasut Tuan Kendrik, dengan cara kontrak kerjasama Nyonya Dona, atau mantan istri Tuan William. Serta dengan cara Nyonya Dona yang kembali mendekati nya, dan setelah nya !" Iya akan mencampak kan Tuan Kendrik, di saat misi nya telah berhasil.
"Hemmm...."Jadi itu rencana mereka, yang selalu, memain kan permainan yang selalu sama, dan selalu bisa di tebak.
Sungguh bodoh mereka. Dan buatlah seakan mereka berhasil dengan rencana nya, serta kita ikuti dahulu permainan mereka, sambil menggiring mereka masuk memakan umpan mereka sendiri.
Dan kita lihat, siapa yang licik di sini, serta soal Ayah mertua, biarlah nanti ku bicara kan, dan mengajak nya untuk turut mengikuti permainan mereka saat ini. Dan Ini pasti sangat menyenangkan sekali, dan kita lihat ! sampai di mana kemampuan mereka dalam bermain.
Senyum devil pun tercetak di wajah Aaron, tapi sesat kemudian pudar setelah Ainsley berucap....!
Satu lagi masalah Tuan...!
Apa itu...?
Nona Bertha, iya masih bersikukuh untuk terus menemui Tuan, dengan segala upaya, hingga iya pun berani menstop barang kita, yang sudah hendak di luncur kan.
Brengsek...!" ucap Aaron marah !
Sekarang pun iya masih berada di kantor dan terus menunggu di ruangan Anda setiap hari nya.
Baik Tuan....!
Kau sudah sarapan....!
Sudah...!" Tadi saat menunggu Tuan.
Hem...!" kalau begitu, Ayo kita berangkat sekarang, dengan wajah dingin dan tegas, seakan Aaron hendak menelan hidup-hidup seseorang saat ini juga. "kini wajah nya berubah, tidak seperti saat hendak sarapan tadi.
Sesampai di kantor....!
Oh...."Tuan Aaron.....!
Akhirnya kau datang juga, dari sekian hari Aku menunggu mu...!
Saat ini, Bertha melihat Aaron yang sudah memasuki ruangan nya, dan langsung berdiri, menyambut nya, hingga mendekat dan hendak merangkul nya.
__ADS_1
Karena Aaron yang mulai jenuh dengan segala sikap Bertha yang terlalu di drama ini.
Aaron menatap nya sinis, hingga Bertha yang hendak merangkul pun, langsung dihindari Aaron, sehingga menyebabkan, Bertha yang hampir terjerembab ke lantai.
Setelah Aaron duduk dan kembali memeriksa berkas nya, yang mana saat tadi memasuki ruangan, dengan segerah pula Jhon sekertaris nya memberikan berkas nya yang akan di periksa saat ini.
Bertha mencoba merayu kembali, dengan cara mendekati Aaron, tapi sesaat kemudian, Aaron menatap nya dengan tajam, hingga membuat tubuhnya bergidik ngeri. Dan Aaron pun mulai berucap.
Kau bisa tidak, duduk saja dari pada berdiri, dan mengganggu ku saat ini.
Dan juga ada yang hendak ku bicarakan ke pada mu saat ini.
Apa itu !" Baiklah, Aku akan segerah duduk dan menunggu mu akan mengatakan apa...!
Setelah Aaron selesai memeriksa berkas nya...!" Tak lama Aaron pun menyerah kan semua berkas nya kepada sekertaris nya. Dan saat ini pun hendak berbicara kepada Bertha.
Begini Nona Bertha yang terhormat...!
Hem....! "Jawab Bertha.
Apakah kau masih ingin menerus kan kerja sama ini !
Iya...!" jawab Bertha, di sertai anggukan kepala nya.
Kalau begitu, yang pertama, kau bisa kan tidak mencampur kan urusan pribadi dengan pekerjaan, dan yang ke dua, tolong jangan sekali lagi Anda menghambat peluncuran barang yang sudah dijadwalkan peluncuran nya, dan yang ketiga, jangan lagi Anda mencoba mengganggu saya, karena saat ini saya sudah mempunyai istri.
Apa....!
Istri....!
Bagaimana bisa, dan siapa ?
Tuan Aaron !" Anda jangan becanda...?
Siapa yang becanda...!
Anda tidak lihat cincin di jari tangan ku ini, "Aaron yang saat ini sudah menunjuk kan jari manis nya itu.
Seakan tak percaya, Bertha menangis histeris dan berlari keluar ruangan Aaron saat ini juga.
__ADS_1
ππππππ
ayo siapa bisa tebak, apa lagi ulah Bertha selanjut nyaπ, yuk ikuti terus cerita nya, tetep tinggalkan jejak yah see you π.