
Yah...ini aku...!!!
Ada apa....? kelinci kecil....!
Kau terkejut melihat ku yang tampan iniπ, Dengan masih bersikap dingin Aaron berucap, membuat perut Alice terasa tergelitik geli mendengar nya.
Hahaha...,"Yang benar saja, "dan apakah Om merasa tampan saat ini, dan sikap Om seperti itu, sungguh tidak menyambung dengan kepribadian Anda.
Lalu Alice pun kembali terbahak-bahak hingga memegang perut nya yang mulai terasa sakit, karena merasa Si Om yang narsis itu, tidak sesuai dengan gaya Cool nya itu..."hahaha.... "Alice tertawa puas, tampa memperdulikan sikap Aaron saat ini.
Diammmm...."Aaron, nampak marah dengan melihat sikap Alice saat ini, yang seperti menghina diri nya.
Suara Aaron yang marah, hingga menggelegar ke seluruh Mansion, Yang mana, membuat Alice terlonjak kaget pun menjadi diam dalam sekejap saja.
Aaron pun merasa puas, Karena melihat Alice yang nampak takut akan sikap nya saat ini, tapi sedetik kemudian.
Ooommmm...."Kalau mau marah, jangan ngagetin gitu dong, telinga Alice jadi sakit kan denger nya.
Aaron pun, langsung melotot kan mata nya, setelah melihat Alice, yang nampak biasa saja saat ini.
Dasar, anak bocah ingusan...cepat ganti baju mu sana, kita akan segerah bertunangan saat ini juga.
Tentu saja, hal itu membuat Alice yang mendengar nya menjadi sangat terkejut, serta berucap...
Apa....!
Bertunangan... !
Ini salah kan Om..."Alice gak salah denger kan Om, dengan melotot kan mata nya, Alice berucap dengan amarah yang memuncak.
Lalu Aaron pun menjawab dengan santai nya, kau kira kau di jemput kemari untuk apa, liburan..."jangan mimpi, dengan sombong nya Aaron berucap, seolah iya sedang menunjuk kan kekuasaan dan pesonanya saat ini.
__ADS_1
Cih..."Aku tidak sudi bertunangan dengan Om, mana bisa begitu, Aku masi muda dan Om...π
Aaron yang mendengar nya, melotot kan mata nya sambil berucap Kau....π
Semua yang melihat di situ, hanya diam membeku, tidak ada yang berani berkata satu kata pun, bahkan Asisten nya Ainsley pun berucap, cukup berani juga Putri Tuan kendrik ini.
Mungkin mereka memang berjodoh, hingga saling menemukan lawan yang sepadan, dan mengingat Tuan Aaron yang sikap nya selama ini tidak ada yang berani membantah nya, bahkan membuat nya marah dan banyak berucap seperti itu.
Dan mungkin, bila orang lain, perempuan itu sudah di kirim ke habitat nya. Tapi ini..."seperti nya Tuan....! "Ainsley hanya berani berucap di dalam hati, dan menunggu apa yang akan terjadi selanjut nya.
Dengan menggenggam erat jemari dan melotot kan kedua mata nya, Aaron menahan amarah nya serta seakan tidak percaya akan kelakuan calon tunangan nya saat ini.
Kau..."berani sekali berucap seperti itu kepada ku, apa kau tidak takut kepada ku, kelinci kecil ku, dengan terus berucap, Aaron sedikit-demi sedikit mendekati tubuh Alice hingga tubuh Alice menegang, dan barulah merasa terancam atau tidak baik-baik saja saat ini, serta dengan tatapan tajam Aaron saat ini, yang tubuh nya sudah mulai terpojok di dinding Mansion tersebut.
Alice, sudah menutup mata dan menunduk kan wajah nya, takut akan apa yang di lakukan Aaron selanjut nya.
Tapi Aaron malah tersenyum devil, yang membuat Alice cukup waspada, serta lama tak ada pergerakan, dan akhir nya membuka mata, dan mengintip sambil menoleh ke arah Aaron.
Aaron yang melihat pergerakan tersebut pun menjadi puas, serta berucap, hanya di sini saja nyali mu, dan apakah masih mau melawan ku kelinci kecil ku, hem...
Alice pun nampak kesal, dan...."Aaaauuuuu....., Sialan kau kelinci busuk! "Apa kau mau ku hukum hah...,"dengan kesal nya Aaron berucap sambil memegangi sebelah kaki nya, yang habis di injak oleh Alice, serta menjauh kan tubuh nya dari Aaron dan mencoba melarikan diri, tapi masih tetap tertangkap juga.
Alice pun mengeluar kan sumpah serapah nya, dan terus memberontak sambil berteriak, hingga Aaron memerintah kan...!
Cepat bawa perempuan itu dan hias dia, serta secepat nya bawa dan kita lakukan secepat nya pertunangan ini, dengan tatapan dingin Aaron berucap, dan membuat semua tidak ada yang berani membantah.
Alice masih mencoba berontak, tapi sedetik kemudian, Aaron berucap dengan lantang nya, setelah acara pertunangan ini, kita akan segerah pergi menjenguk Ayah mu yang sedang sakit itu.
Apa...!!!
Ayah sakit...!!!
__ADS_1
Tidak mungkin, bukan kahπ€ Ayah kemarin sehat-sehat saja, dan...akan kah ini hanya siasat mu saja, agar aku mau menuruti kemauan nya atau kalau memang benar, bagaimana ini...
Alice nampak bimbang, tapi akhir nya iya tidak memberontak lagi.
Tak lama, setelah di hias, Alice keluar dengan anggun nya, wajah mungil, kulit putih bersih, bibir tipis dan bola mata abu-abu, serta rambut pirang yang bergelombang yang membuat Aaron nampak terpesona sesaat.
Tapi, karena ego..."Aaron pun pura-pura tidak tertarik sedikit pun, sehingga Alice yang nampak masih tidak terima akan pertunangan ini merasa kesal dengan menunjuk kan muka jutek nya dengan tidak adanya penampakan senyum sedikit pun.
Memang sangat terlihat pertunangan ini, sangatlah di paksakan.
Antara kedua nya, belun ada perasaan sama sekali, tapi demi kepentingan masing-masing, sebuah hubungan pun bisa terjadi seperti saat ini.
Pertunangan pun telah di laksanakan sampai hingga pemasangan cincin di jari keduanya.
Alice nampak ragu-ragu untuk memasang kan nya, tapi Aaron mencoba mengingat kan nya akan keadaan Ayah nya, hingga Alice tidak berdaya dan secepat nya memasang kan cincin tersebut di jari Aaron di serta dengan muka masam nya.
Aaron nampak tergelitik akan sikap keterpaksaan Alice, karena sebuah ketersiksaan atau penderitaan Alice adalah kesenangan bagi Aaron saat ini.
Alice seakan mainan baru bagi Aaron, dan entah mengapa, iya sangat suka dengan situasi seperti saat ini.
Dan setelah itu, dengan cepat pula Aaron memasang kan cincin nya di jari manis Alice, yang membuat hati kedua nya, tiba-tiba tidak karuan.. "tapi menganggap nya hanya karena ini cuma masalah acara yang mendadak, yang mana membuat hati mereka tak karuan dan mencoba menepis nya hingga mengalih kan dengan berucap...
Setelah ini kau harus menuruti semua perintah ku, tapi Alice yang mendengar nya tidak terima serta berucap, ini hanya kesepakatan Ayah dan Om, tidak dengan ku, jadi itu tidak akan ada wewenang untuk aku menuruti semua kemauan Om, dan satu lagi, aku tidak mau di kekang, dengan melotot kan mata nya Alice berucap.
Apa kau mau aku menghukum mu dahulu, baru kau akan menurut hah...!!!
Mereka terus beradu mulut tampa henti hingga asisten nya Ainsley berucap...
Tuan...!!!
Apakah kita jadi hari ini ke rumah Tuan Kendrik untuk menjenguk nya.
__ADS_1
Apa...!!!
Apakah Ayah benar-benar sakit, kau tidak berbohong kan, Alice masih terus mencari kepastian di mata Ainsley.