
Setelah terjadi tamparan terhadap istri nya tadi, Aaron bertambah kemarahan nya. Iya pun sehingga menggenggam erat jemari nya, dan berguman..."Mati saja kau, bila kau berani menghilang kan satu lagi orang yang ku sayangi ini.
Dengan provokasi tadi, tidak pula menyulut kan emosi Aaron agar bertindak gegabah.
Tetapi, yang iya takut kan adalah istri nya, yang emosional itu.
Yang mana, bila Alice akan mengacau apa yang sudah di rencana kan dari semenjak awal.
Aaron hanya bisa bersikap tenang saat ini, dan bersikap pasrah pula, untuk memberi cela lawan, agar lawan tersebut berfikir, kalau mereka tidak ada jalan lain dan hanya bisa menuruti kehendak mereka saja saat ini.
Hingga Aaron pun berkata....
Baik....
Kau mengingin kan bagian saham ku kan, Ayo kita mulai dengan segera saja, serah terima saham itu, dan di mana berkas nya yang harus aku tanda tangani saat ini, yang mana agar berkas itu sah menjadi milik mu, dan kau bisa dengan segerah melepas kan tunangan ku ini.
Oooohhhh ...kau sungguh tidak sabaran sekali Tuan Aaron, Dan bukan kah, kita belum puas untuk bersenang-senang di sini, serta di sertai juga tawa Tuan William..."hahahaha....
Hingga membuat Aaron semakin ingin membunuh nya saja saat ini, tapi iya harus tetap bersabar dan kembali berucap....
Ah..."Itu bukan kah akan hanya membuang banyak waktu mu Tuan William.
Dan lebih cepat maka lebih baik untuk kesepakatan ini, yang mana kau akan secepat nya menduduki kursi Presiden Direktur di perusahaan saat ini.
Ahh..."iya, kenapa tidak terpikirkan oleh ku yah, dan baiklah Tuan Aaron.
Ayo kita laku kan segerah kesepakatan ini, dan segerah lah, Tuan William memanggil salah satu anak buah nya, untuk segerah membawa kan berkas tersebut, yang mana akan di sepakati dengan cara menandatangani nya, dan dengan segerah pula.
Tapi, Alice malah menangis kencang setelah mendengar nya dan berucap, Jangan lah kau laku kan itu, dan biar kan saja aku mati dari pada Perusahaan itu hancur di tangan bajingan ini, kumohonnn...
__ADS_1
Alice terus menangis dan memohon ke pada Aaron suami nya, dan iya pun hampir saja membuka identitas nya dengan berucap suami ku, yang mana akan membuat musuh semakin ingin menekan nya nanti.
Aaron hanya melirik sebentar, dan mulai memberi kode ke pada asisten nya Ainsley serta pimpinan dari pengawal nya tersebut.
Dan dengan pelan serta berhati-hati pula, Aaron mulai menghampiri Tuan William, yang mana saat ini dia sedang lengah, yang saat hendak memberikan berkas nya, dengan cara akan di laku kan penyerahan alih dari saham Aaron menjadi milik Tuan William.
Tapi tiba-tiba saat sudah mendekat, Aaron dengan segerah, menodong kan pistol nya ke kepala Tuan William tersebut, dan menekan leher Tuan William, dengan lengan sebelah nya, dan Aaron pun berucap..."Cepat lah lepas kan mereka semua, atau ku bunuh Tuan mu sekarang juga.
Yang mana saat ini, Tuan William yang sudah di todong kepala nya itu dengan sebuah pistol, sehingga menjadi takut serta berucap...
Cepat lepas kan mereka sekarang...!
Dan dengan segerah pula di ikuti perintah nya oleh orang suruhan nya itu, serta dengan cepat pula, Alice di tarik oleh Ainsley, agar cepat dapat di aman kan, beserta Angel dan pak sopir pun di tarik oleh kepala pimpinan pengawal tersebut, agar secepat nya, dapat di aman kan juga.
Tapi sesat kemudian, di saat mereka lengah dengan penyelamatan itu
Tuan William dengan cepat pula menekan dengan ujung siku tangan nya itu, yang mengenai perut Aaron, yang membuat cela bagi Tuan William, dan dengan segerah pula, iya melarikan diri nya, yang mana membuat Aaron marah dan dengan segerah serta gesit pula, Aaron pun segerah membidik pistol nya dan.....
Suara tembakan pun terdengar, yang mana, membuat semua orang terkejut serta menoleh arah suara....
Yang memperlihat kan Tuan William, dengan terus berlari serta di bantu oleh orang-orang suruhan nya itu, dengan lengan nya yang mulai mengeluar kan darah segar pula, akibat tembakan yang di lempar kan oleh Aaron tadi.
dan akhir nya Tuan William berhasil kabur, serta melarikan diri nya bersama dengan semua orang suruhan nya itu.
Aaron pun dengan segerah menoleh ke arah Alice istri nya dan mendekat, serta memeluk nya erat, sambil mengusap wajah Alice yang sudah babak belur itu.
Aaron merasa miris tidak dapat melindungi nya tadi, di tambah, Alice yang sekarang sudah mulai menangis sesegukan, akibat aksi tadi, yang di kira nya, Aaron lah yang tertembak, serta ikut memeluk nya erat tampa memperduli kan diri nya yang nampak harus segerah di beri perawatan.
Dengan kencang, Alice yang menangis sesegukan itu, dan memukul-mukul pelan dada nya, melampias kan amarah nya sambil berucap....
__ADS_1
Bodoh, kalau kamu sampai celaka bagai mana nasib ku nanti, dan aku akan sangat merasa bersalah, serta siapa lagi yang akan melindungi ku nanti, dengan terus mengomel Alice, tampa menyadari, kalau saat ini, Aaron suami nya itu nampak senang melihat nya.
Bukan karena Alice istri nya itu selamat saja, tapi juga mulai menghawatirkan nya juga.
Itu sungguh kemajuan, dan bukan nya itu berarti Alice juga sudah menyimpan rasa itu, tetapi iya tidak menyadari nya, dan kata-kata itu, semua yang di ucap kan Alice tadi, seakan sebuah ungkapan, kalau iya pun, takut kehilangan nya.
Jadi...Bagai mana Aaron tidak merasa senang, dan terus memeluk erat istri nya itu, serta mulai menenangkan nya dengan sedikit candaan, dan berucap...
Kalau Aku celaka, maka kau akan menjadi janda, dan kau akan bebas.
Bukan kah itu yang kau ingin kan istri ku, dengan senyum devil nya, Aaron menggoda Alice dan menunggu jawaban nya sekarang.
Yang mana, Alice tersentak mendengar nya, serta ada rasa yang aneh, dan mulai berucap....
Gak..."Aku gak mau jadi janda secepat itu, dan apa kata orang nanti, bila tau Putri Tuan Kendrik yang baru menyandang seorang istri dan kini telah menjadi janda.
Enak Saja, dengan muka jutek nya Alice berucap dan semakin membuat Aaron semakin gemas dan mulai mencium nya saat ini, lembut dan mulai dalam, hingga Alice pun tersadar, ini bukan lah tempat yang tepat, karena masih banyak nya pengawal Aaron yang berada di sini serta melihat mereka.
Alice nampak malu dan mulai mendorong Aaron, mencoba menyadar kan, dan ciuman itu pun terhenti, di sertai lirikan Alice, yang memberi kode, kalau mereka melaku kan nya di tempat yang salah.
Aaron pun mendengus kesal dan berucap...
Ck...."Ayo kita semua pergi, serta kita menuju ke rumah sakit, untuk segerah mengobati luka mu ini sayang.
Dan di balas Alice dengan senyuman lebar, sambil berangkulan tangan nya, serta mereka pun menuju ke dalam mobil nya Aaron.
Yang mana Alice tidak tau saja yang di pikir kan Aaron saat ini, bila sudah sampai di dalam mobil😀.
*****
__ADS_1
Eh...kita sambung lagi yah, ke bucinan Aaron, dan si Alice akhir nya luluh juga sama beruang kutub. Eh.. ati-ati lo Alice, beruang mulai lapar lagi noh..kwkwkw🤣🤣🤣