
Keesokan pagi nya, Aaron sudah bersiap-siap untuk segerah pergi menuju ke Perusahaan Ayah Alice.
Tapi hal tersebut, membuat Alice sungguh tidak tertarik sama sekali untuk menghadiri nya. Bukan apa-apa, ini sungguh di dalam pikiran Alice sebuah masalah yang menyebab kan nya, hingga iya menjadi seperti sekarang ini.
Maka dari itu, iya menjadi tidak semangat untuk menghadiri nya, Tapi..."Seakan ancaman Aaron menjadi bumerang bagi diri nya, Alice pun terpaksa untuk menghadiri nya.
Flash of :
Pada menjelang sarapan malam tadi, Alice di perintah sarapan bersama Aaron, yang mana membuat Alice tidak berselera.
Tapi..."Apalah daya, perut tidak dapat di ajak untuk berkompromi, seakan alam memanggil, karena rasa lapar yang sangat mendera.
Bagai mana tidak, sedari pagi iya melupakan sarapan nya, yang mana iya di paksa ikut ke Mansion ini untuk segerah bertunangan, serta sehabis itu, langsung pergi menjenguk Ayah nya, dan pulang langsung Alice tertidur hingga malam menjelang.
Alice pun akhir nya bergabung untuk ikut serta sarapan bersama si Om super-duper menyebalkan itu.
Bukan tampa alasan, Aaron mengajak nya sarapan bersama, tapi iya ingin menyampai kan sesuatu hal.
Hemmm..."Aaron pun berucap di sela sarapan nya, dan tak lupa dengan wajah dingin dan tegas, Aaron pun berucap sambil meletakkan sebentar sendok nya dan menatap lekat Alice.
Hemm..."Begini, besok pagi jangan lupa kau bersiap-siap untuk ikut Aku ke perusahaan Ayah mu.
Tapi...! Belum juga Alice kembali berucap, sudah di potong saja perkataan nya oleh Aaron.
Tidak ada bantahan, atau kau mau mengingkari kesepakatan kita. Ingat...,"kau harus selalu menuruti segala kemauan ku dan tidak ada bantahan atau ku batal kan semua kesepakatan bersama Ayah mu itu, dan Ayah mu akan kembali sakit, maka apa kau mau itu sampai terjadi hah.
Alice hanya menahan amarah nya dengan geram, dengan wajah jutek nya, iya hanya bisa menurut dan berucap di dalam hati...
Liat saja nanti, Om arogan...!!!
Apakah kau akan masih bisa terus menekan ku seperti ini hah....!!! Alice dengan muka kesal menggerutu di dalam hati.
Tapi tidak dengan Aaron, diam-diam iya memperhatikan gerakan Alice dan sedikit ada senyum mengembang yang tak kasat mata, hingga tak seorang pun menyadari nya.
__ADS_1
Dan mereka berdua pun, kembali melanjut kan makam malam berdua dengan hanya di temani dentingan sendok saja.
Flash on :
Cepat lah bersiap, Aku tunggu lima belas menit atau kau ku tarik paksa kau untuk ikut sekarang juga.
Iya bawel, lo tuh kek nenek-nenek aja cerewet nya minta ampun, pusing deh kepala ku denger nya, dan berlalu memasuki kamar nya, serta meninggal kan Aaron yang dengan wajah nya yang sudah bertanduk dan hendak menerkam nya saat itu.
Hingga akhir nya mereka pun saat ini sudah berada di dalam mobil mewah milik Aaron yang sedang dalam perjalanan menuju ke Perusahaan Ayah nya Alice.
***
Akan tetapi, di Perusahaan Ayah Alice saat ini sedang di sibuk kan oleh semua karyawan nya, karena rapat mendadak yang di beritahukan pada tengah malam.
Ayo..."siapa yang bangun tengah malam🤔, yang gak bangun, mati lah dia😕kwkwkw🤣🤣🤣, bukan apa-apa dan karena secara resmi Alice dan Aaron yang telah resmi bertunangan, dengan kesepakatan, akan di adakan secepat nya serah terima jabatan itu, maka dari itu, "Aaron..."dengan segala konsekuensi nya, iya harus bersedia atau mau menerima Alice sebagai tunangan nya saat ini, dan sebagai imbalan iya, kalian tau sendiri.
Serta Perusahaan saat ini nampak sibuk dengan segala teka-teki dan bisikan, akan gosip yang beredar.
Dan tak lama, tiba lah terlebih dahulu Tuan Kendrik yang mana akan menyerah kan kepemimpinan nya saat ini.
Akan tetapi, banyak yang mengira, jabatan nya, akan di serah kan ke pada Putri nya yang selama ini telah ditutupi identitas nya.
Tetapi, banyak juga yang mengira, saham telah terjual serta di beli oleh seorang pemimpin Negara sebelah, dan menjadi kan trending kalau apakah perusahaan saat ini dalam bermasalah.
Tapi..."Sesaat kemudian, yang mana rapat pun hendak di mulai, Serta tak lama, Aaron pun datang dengan sambil menggandeng tangan Alice, yang saat memasuki gedung tersebut, tampa aba-aba serta berucap, Aaron dengan inisiatif nya sendiri menggandeng tangan Alice dengan...! ingat..."Tampang yang Cuek, Cool, dan juga berkarisma, serta satu lagi...yang pasti tampan, walau agak ngeselin sih🤔😀.
Semua mata langsung memandang siapa yang memasuki gedung tersebut, dengan tak lupa di dampingi oleh sekertaris nya dan Asistennya juga. Yang menyebab kan semua mata memandang nya, serta bertanya-tanya.
Tapi Alice, yang terbiasa keluar masuk dengan identitas palsu selama ini, yang mana mereka hanya tau, Alice sebagai keponakan jauh pemimpin nya, membuat mereka bertambah penasaran.
Alice serta Aaron yang tiba di tempat, langsung disambut Asisten Ayah nya, dan segerah di antar kan, menuju ke Ruang rapat saat ini.
Tibalah mereka semua sudah di depan pintu ruangan tersebut, yang mana semua mata sudah bersiap melihat nya, dengan sudah berkumpul nya orang-orang tertinggi di perusahaan tersebut.
__ADS_1
Saat pintu terbuka, maka semua mata langsung memandang, dan keterkejutan bagi mereka semua yang melihat dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
***
Aaron dan Alice, sudah duduk di kursi yang telah di sediakan dan di dampingi oleh Sekretaris dan Asisten serta satu lagi pengacara nya.
Semua sudah menunggu, hingga tiba Ayah Alice yang berucap....
Maaf sekalian semua, kalian pasti bertanya-tanya, hingga kenapa kalian semua di kumpul kan saat ini.
Maka dari itu, saya perkenal kan terlebih dahulu, ini adalah Flores Putri ku satu-satu nya dan di sebelah nya itu adalah Tunangan nya, yang mana saat ini saham perusahaan telah saya alih kan tiga puluh lima persen kepada calon menantu saya ini.
Dan mulai saat ini juga, saya umum kan, kalau kepemimpinan saya, akan di gantikan sementara oleh calon menantu saya ini, hingga Putri saya nanti sudah mampu untuk memimpin, yang mana kalian ketahui, Iya adalah Tuan Aaron pemilik perusahaan terbesar di Negara sebelah.
Hingga membuat para pemilik beberapa saham dan pejabat tertinggi lain nya saling pandang dan mulai berbisik.
Karena saham saya yang paling tinggi di sini, dan di tambah dengan dedikasi kemampuan serta keunggulan Tuan Aaron yang juga dapat memimpin Perusahaan nya di Negara sebelah.
Dan bukan tampa pertimbangan berat, saya mengambil keputusan ini, serta saya resmi kan saat ini juga.
Tapi, bukan tampa hambatan, penyerahan jabatan ini pun ada juga yang menentang nya, tapi dengan mudah di patah kan oleh Tuan Kendrik selaku pemimpin lama dan pemegang saham terbesar.
Maka dari itu, akhir nya serah terima kepemimpinan telah di sepakati dengan persetujuan mereka semua.
Berbeda dengan Alice yang nampak cuek, Indentitas nya sudah mulai terbuka saat ini.
Mereka nampak berbisik-bisik, Itukah Putri Tuan kendrik selama ini, matilah kita, bukan kah sikap kita selama ini selalu tidak benar terhadap nya, yang mana kita mengira dia orang biasa dengan gaya nya biasa itu.
Yang mana membuat Aaron yang mendengar nya, menjadi sedikit emosi. Dan iya tidak mau lagi mendengar, tidak ada yang menghormati calon Istri nya itu.
***
Cie...cie...Istri boookkkk..., sejak kapan Aaron akan berpikir punya istri, bukan nya dia paling benci dengan yang nama nya ikatan alias berumah tangga yah, terus ini🤔
__ADS_1