
Saat ini mereka sedang sarapan pagi bersama, yang mana hanya terdengar dentingan sendok dan piring saja.
Tapi....sesaat kemudian, Alice pun berucap....
Aku hari ini ingin masuk kuliah....!!!
Aaron yang mendengar, segerah menghentikan makan nya dan menatap mata Alice intens.
Dan tak lama, Aaron pun berucap..."Yakin kau mau masuk kuliah hari ini, dan dengan pakaian seperti itu.
Alice pun berucap tegas, yakin dan kenapa dengan pakaian ku ini, emang ada yang aneh kah, Alice sedikit menunduk, melihat diri nya, perasaan tidak ada yang aneh.
Serta Aaron pun membalas, kenapa kamu pergi kuliah dengan pakaian yang tak nampak anggun seperti kebanyakan perempuan lain nya sih, yang mana saat ini Alice berpakaian layak nya seperti anak berandalan.
IYa Aaron tau, musuh Ayah nya kan banyak, bahkan iya hampir beberapa kali di culik.
Bukan tampa alasan, Alice berpakaian seperti itu, iya tak mau terlalu nampak seperti anak konglomerat lain nya, dan berkata, aku nyaman dengan pakaian seperti ini, dengan cuek nya Alice berucap.
Baik..."ucap Aaron.
Kau ingin kuliah kan...!
Tapi dengan syarat kau harus di ikuti seorang bodyguard ku, untuk menjagamu di mana saja serta di antar jemput dengan sopir nya juga.
Haahhh..."Kenapa begitu, tidak mau🙄, itu sama saja akan mengundang perhatian semua orang.
Dan orang-orang akan semakin curiga kepada ku, pokok nya tidak mau🙎, dengan kesal nya Alice berucap.
Dan keputusan Aaron pun mutlak tampa bantahan, atau Alice tidak kuliah sama sekali.
Dengan berat hati pun, akhir nya, Alice mau menuruti, dan tak lupa muka cemberut nya yang selalu membikin Aaron selalu gemas melihat nya.
Dipikir Alice, dari pada iya tidak kuliah sama sekali, yang mana iya sudah tidak hadir beberapa hari serta bosan di kurung di Mansion ini terus.
Iya pun, dengan terpaksa pula menurut dan akan akan mencari cara lagi, untuk terus melarikan diri.
Serta akhirnya mereka pun selesai sarapan dan hendak pergi ketempat masing-masing.
__ADS_1
Tapi sebelum keluar dari pintu Mansion nya, Aaron berucap...
Kau melupakan sesuatu istri kecil ku..."Dengan santai nya Aaron berucap.
Alice yang merasa diri nya di tanya pun, menghentikan jalan nya dengan segerah.
Dan dengan segerah pula berbelok menghadap Aaron dengan alis sedikit di naikkan, karena sedikit bingung dan Alice pun menjawab...!
Apa yang aku lupakan...! "Seingat ku tidak ada yang Aku lupakan, dan Tuan Aaron yang terhormat, jangan lah kau yang ingin terus mengurung ku, serta terus berusaha untuk terus menghalangi ku dan membuat ku, untuk tidak jadi pergi ke kampus hari ini.
Dengan kesal nya Alice berucap, ada saja, cara si Om mesum itu membuat nya kesal.
Dengan senyum mengembang yang sangat langkah di lihat, Aaron pun berucap mencoba memberi tau dan mengingat kan Alice istri kecil nya itu.
Kau lupa yah tugas seorang istri itu apa saja...?
Maksud nya ! "Alice sungguh tidak faham dengan perkataan dan mau nya si Om mesum ini, serta menatap nya bingung.
Apa perlu ku sebut kan...?
Baik..."Setiap Istri atau Suami pergi, iya seharus nya akan terlebih dahulu memberikan nya satu ciuman, dengan tetap berwajah dingin dan senyum devil nya Aaron berucap.
Dan kembali berkata, tapi kau hanya anak kecil yang manja, mana bisa kau memberikan itu ke pada ku, serta Aaron terus memprovokasi istri kecil nya itu dengan terus berucap...
Dan apa ku batal kan saja niat ku untuk mengizinkan kau pergi kuliah hari ini yah🤔, mengingat kau belum bisa melaku kan yang seharusnya menjadi tugas mu itu, seperti kata mu semalam.
Tentu saja hal tersebut membuat Alice berang mendengar nya, bagai mana tidak, iya lupa dengan tantangan dan ucapan nya semalam.
Yang mana iya tidak mau di remeh kan oleh si Tuan mesum ini.
Tampa tidak sadar, Alice pun masuk ke dalam jebakan Aaron yang selalu memprovokasi nya itu.
Alice pun dengan mantap berucap, baik..."cium yah cium..."Apa susah nya...
Tapi...lain di ucapan, lain pula di hati, tadi berkata apa, eh...sekarang setelah berhadapan, Alice menjadi kagok sendiri.
Iya tidak pernah melaku kan itu, harus bagai mana ini, dengan ragu Alice mau melaku kan nya, hingga Aaron berucap, untuk segerah menyadar kan nya.
__ADS_1
Kenapa...!!!
Kamu takut dan ingin nangis lagi seperti semalam dan tentu saja, membuat Alice teringat kembali akan kejadian semalam serta menjadi kesal kembali, hingga Alice menetes kan air mata nya hendak berbalik untuk mengurung kan niat nya pergi kuliah hari ini.
Tapi Aaron dengan segerah menjegal tangan nya sambil berucap.
Kamu istri ku saat ini, mau hari ini atau kapan pun, kau akan tetap melaku kan nya, maka dari itu, belajar lah dari sekarang, agar kau terbiasa, dan aku yang akan mengajari mu, mulai saat ini.
Serta tak lama Alice berbalik dan langsung di cium Aaron, yang membuat mata Alice kembali terbelalak kaget.
Tapi...."Ciuman ini, berbeda dengan yang semalam, ciuman ini sungguh lembut dan dalam, walau Alice agak kesal dengan sikap pemaksaan Aaron si Om mesum ini.
Dan entah mengapa, kali ini Alice pun ikut menikmati, seakan ini pun seperti virus, yang mana sebelum nya, Alice menolak nya.
Tapi sekarang, mulai menikmati nya, dengan napas tersengal, Aaron tau Alice saat ini hampir kehilangan oksigen nya.
Dengan segerah, Aaron melepas ciuman itu, dan tersenyum...manis, ucap Aaron, lalu mengelap bibir tipis istrinya itu, yang mana Alice masih bengong saat ini.
Alice pun dengan segera tersadar, dan berpikir, yang mana semalam iya ingin membalas perbuatan si Om mesum, tapi kenapa saat ini iya sampai terlena di buat nya, apa si Om mesum ini pakai pelet yah, pikir Alice saat ini.
Dan tak lama Aaron pun berucap menyadar kan nya...
Cepat lah kau pergi, sopir mu sudah menunggu, kau akan terlambat bila tidak pergi sekarang, yang mana membuat Alice cepat tersadar dan segera berlari menuju mobil nya.
Sesaat setelah Alice pergi, Aaron pun ikut pergi dengan mobil yang berbeda, karena bisa saja Alice satu mobil dengan Aaron pergi nya, tapi arah mereka berbeda, serta waktu mereka semua yang mepet.
Dan di saat sesampai nya Aaron di dalam mobil nya.
Tuan, ucap Ainsley setelah di dalam mobil nya Asisten nya, dan Ainsley memberikan dokumen yang menunjukkan terus kejanggalan dari orang yang saat ini memang di target kan Aaron untuk bekerja di perusahan itu.
Aaron nampak melihat dengan teliti dan berucap, kumpul kan semua bukti nya, dan terus lapor kan kepada ku.
Aku ingin segerah memberi pelajaran ke pada si Pak tua itu, yang mana iya telah menyia-nyia kan ku dan Ibu ku.
Dengan tatapan intens, seakan Aaron terhanyut ke dalam masa lalu yang kelam.
Aaron begitu rapat menyimpan rasa sakit nya.
__ADS_1