
Tuan...!!!
Apakah kita jadi hari ini ke rumah Tuan Kendrik untuk menjenguk nya.
Apa...!!!
Apakah Ayah benar-benar sedang sakit, kau tidak berbohong kan...? "Alice masih terus mencari kepastian di mata Ainsley.
Benar Nona. Maka dari itu, "Tuan Aaron akan segerah mengajak Anda menjenguk nya saat ini juga.
Benar itu Om ! "Alice kembali menatap Aaron mencari kejelasan. Tapi Aaron yang nampak cuek, hingga membuat Alice semakin kesal serta berteriak.
Okey, Om..."Untuk saat ini aku akan menuruti Om, tapi Om harus segerah antar kan aku sekarang juga untuk bertemu Ayah ku.
Hem..."Aaron menjawab singkat, Tapi sebelum nya, kau tanda tangani terlebih dahulu kontrak ini.
Apaaaa ...!!!
Kontrak....!!!
Emang tidak cukup apa yah, kontrak Om bersama dengan Ayah ku itu, dan ini kontrak apa lagi sih Om...!!!
Jangan berlagu deh, di kasih betis minta Paha..."dengan jutek nya, Alice menjawab.
Aaron hanya menaik kan alis nya, mendengar kosa kata Alice yang absolut, membuat kepala Aaron semakin pusing saja, serta bantahan setiap kali Aaron berucap, seakan Aaron ingin segerah melenyap kan Alice saat ini juga dari muka bumi ini.
Kau..."ucap Aaron menjeda ucapan nya.
Tapi sesaat Aaron kembali berucap..."ini kontrak kita, sedangkan kemarin itu kontrak bersama Ayah mu, dan bukan kah tadi kamu bilang tidak mau di kekang oleh ku, cuma karena kontak ku dan Ayah mu itu.
Ingat...!!!
Aku seorang pembisnis, dan kau mahasiswi bagian bisnis juga kan, maka dari itu, aku juga tidak mau rugi karena di ingkari oleh keluarga kalian.
Mendengar kalimat tersebut, Alice menjadi geram serta merasa seolah-olah keluarga nya seorang penipu.
Dan di tanggapi senyum devil oleh Aaron, yang mana iya hendak memprovokasi Alice sepertinya berhasil.
Baik....! "Ucap Alice, dan berkata lagi..."mana kontrak nya, biar aku baca terlebih dahulu, agar aku pun tidak rugi, karena kau curangi.
Aaron melotot kan mata nya kembali, serta berucap, sambil menyerahkan sebuah map yang berisi kontrak mereka, agar segerah di sepakati dan di tandatangani, dan agar ada bukti pula kesepakatan di antara mereka berdua.
Alice melotot kan mata nya, selama menjadi tunangan Tuan Aaron Alice harus mau tinggal di mansion nya, serta yang kedua harus menuruti perintah pihak pertama yang di maksud kan dengan Aaron, serta tidak boleh membantah, dan masih banyak lagi.
__ADS_1
Alice pun ragu-ragu hendak menandatangani kontrak tersebut.
Tapi Aaron kembali mengancam nya, kalau kau tidak mau, tetap kau akan di kurung di Mansion ku ini, hingga kita menikah dan kau tidak bisa kemana-mana tampa seizin dari ku.
Alice akhir nya menandatangani surat kontrak tersebut dengan terpaksa dan satu lagi, muka cemberut nya itu.
Aaron sangat puas, di tambah tampang Alice yang kesal seakan ingin mengomeli nya lagi.
Tapi..."sesaat kemudian, Ayo Kita jalan, Aaron yang berucap, ingin menempati janji nya ke pada Alice yang terlihat tertekan saat ini, karena banyak nya kejadian yang mendadak dalam beberapa hari ini.
Hingga di dalam mobil pun, Aaron dan Alice nampak saling diam seribu bahasa, tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka berdua.
Dan beberapa menit kemudian, mobil pun berhenti di depan Mansion nya Alice, serta dengan terburu-buru Alice keluar dari dalam mobil nya, untuk segerah bertemu dengan Ayah nya.
Sesampai di depan kamar Ayah nya, Alice nampak ragu untuk melangkah, tapi iya mantap, sehingga tampa sadar, Aaron sudah berdiri di belakang nya.
Setelah kenop pintu di turun kan, Alice terlonjak kaget akan penampakan apa, setelah pintu nya terbuka.......
Ayah....!!!
Seakan tidak percaya akan pengelihatan nya saat ini, Alice langsung berlari berhamburan ke pada Ayah nya.
Alice berlutut di sisi ranjang tempat tidur Ayah nya saat ini.
Ayah, memang di rawat di Mansion nya, tapi tak kurang sedikit pun dengan kelengkapan Rumah sakit, di sertai Dokter dan perawat nya yang berjaga.
Alice nampak menangis tersedu-sedu, melihat dan seakan tak percaya saat ini, Ayah yang nampak kuat selama ini, bisa tumbang juga akibat ulah nya.
Alice terus menangis dan terseduh, sambil berlutut dan menggenggam jemari Ayah nya.
Dengan di sertai sesenggukan, Alice terus menangis sambil berucap...
Ayah bangun Ayah....!!!
Ini Flores kecil mu telah datang Ayah, ayo bangun Ayah, Flores mohon dan Flores minta maaf karena membantah Ayah kemarin.
Tapi sekarang lihat Ayah, lihat di jari Flores sudah ada cincin yang melingkar, Flores sudah bertunangan sesuai dengan keinginan Ayah.
Ayo..."Ayah bangun Ayah, dengan masih sesenggukan "Alice terus berucap, dan berusaha menyadar kan Ayah nya saat ini.
Alice merasa menyesal mengabaikan Ayah nya kemarin, dan walau bagai mana pun, hanya Ayahnya saja yang Alice punya.
Kalau tau seperti ini kejadian nya, Alice rela berkorban demi apapun asal Ayah nya sehat selalu.
__ADS_1
Dan Aaron melihat penampakan tersebut, merasa miris.
Berbanding terbalik pada diri nya, walau bagaimanapun, Alice masih punya keluarga, walau itu cuma Ayah nya.
Dan Aaron pun merasa, apakah Tuhan saat ini sedang menguji dan sedikit memberi hadiah pada nya.
Yah...,Maksud Aaron hadia itu iyalah, Alice. Tuhan seakan memberi nya hadia Alice sebagai tanggung jawab nya, yang mana...🤔 Mulai saat ini sebagai keluarga nya yang harus di jaga, walau sebelum nya, Aaron juga sudah menganggap asisten nya Ainsley sebagai saudara nya juga, yang kadang tempat Aaron berbagi cerita dan pendapat.
Yah..."Karena Aaron juga selama ini nampak kesepian tampa keluarga nya, yang mana Karena masa lalu yang kelam.
Aaron pun mengingat kembali masa kelam itu, hingga membawa nya kembali saat ini, dan membuat kepala nya semakin berat.
Tapi..." tiba-tiba....!!!
Ayah....!
kau sadar Ayah...!!!
Hem..."Jawab Ayah nya Alice yang masih nampak lemah dan belum begitu kuat untuk bergerak.
Akan tetapi, itu sudah membuat Alice nampak bahagia saat ini.
Ayah...!
Ayah... !
Ayah jangan sakit lagi yah Ayah..."Dengan terus menangis Alice berucap dan menggenggam tangan Ayah nya, serta menempel kan ke salah satu pipi nya.
Alice pun terus berucap, Ayah cepat lah sehat, Alice sudah melakukan keinginan Ayah, lihat jari Alice, ini yang Ayah inginkan kan Ayah.
Alice sedang menunjuk kan jari nya yang sudah melingkar sebuah cincin cantik dan sederhana, tapi terlihat sangat mahal di jari manis putri nya tersebut.
Ayah nampak tersenyum dan mulai stabil, dan Alice nampak lega saat ini.
Hingga pandangan Ayah nya beralih menatap seseorang yang berdiri tegap di belakang putrinya itu.
Dengan lemah, Tuan Kendrik berucap, Terimakasih kau sudah menerima putri ku ini.
Maka dari itu, mulai sekarang, ku serah kan tanggung jawab nya ke pada mu.
Aaron hanya mengangguk kan kepala nya, tanda iya berkata setuju, serta dengan tetap menampil kan muka datar dingin nya itu, yang masih terus di jaga hingga saat ini.
Penampilan dingin terus melekat dan Alice yang mendengar ini, merasa Aaron sangat di untung kan serta rasa tidak percaya, yang mana Ayah nya dengan gampang nya menyerah kan tanggung jawab putri satu-satunya ini ke pada Pria asing yang super-duper mengesal kan seperti Aaron.
__ADS_1
Akan tetapi, demi kesehatan Ayah, Alice nampak diam saja dan menurut saat ini, walau berbeda dengan yang di dalam hati.