
Di saat selama jam pelajaran, Hari ini Brayen menjadi tidak fokus dan terus menatap Alice, hingga...satu mata pelajaran ini pun selesai.
Alice yang awal masuk class pun bingung, karena bodyguard nya, yang di tugas kan oleh suami nya ini harus selalu ikut dengan nya, yang mana, saat ini iya memasuki kelas nya, dan mengikuti pelajaran, serta saat dosen nya masuk dan menegur.
Dan tampa menjawab pula, Bodyguard tersebut hanya berdiri dan maju ke depan, serta memberi kan hp nya, yang mana sudah menyala, dan Dosen tersebut mulai berbicara dengan seseorang di dalam telpon tersebut.
Hingga iya pun mengizinkan nya, serta duduk kembali di sisi Alice.
Dan ini lah, yang membuat penasaran kembali semua samua siwa yang berada di dalam class tersebut, serta membuat mereka semua berbisik..."Siapa orang yang berada di belakang Alice saat ini yah, dan seberapa hebat nya dia, hingga Dosen ini pun tak dapat berkutik.
Hingga terdengar lah bisik-bisik tersebut di dalam pelajaran saat ini, dan mereka kembali diam setelah Dosen tersebut menegur nya.
*
*
*
Di sebrang sana, Aaron yang mulai jenuh dengan setumpuk aktifitas nya, serta teringat kembali akan istri kecil nya itu.
Iya pun mulai mengambil hp nya, serta menelpon Bodyguard Alice, yang di tugas kan menjaga nya tersebut.
Bodyguard...📱Hallo Tuan.
Aaron...📱Ya..bagai mana keadaan nya.
Bodyguard...📱Baik tuan
Aaron...📱Apakah Class nya hari ini sudah selesai.
Bodyguard...📱Sudah Tuan. "Tapi seperti nya, masih ada satu mata pelajaran lagi.
Aaron...📱Bagus, jam berapa selesai nya, dan apakah ada yang mengganggu nya tadi.
Bodyguard...📱Saat ini kita sedang beristirahat, dan sebentar lagi kita akan masuk ke dalam Class kembali Tuan, dan sebenar nya...ucapan bodyguard nya terhenti sejenak, dan kembali berucap..."Tadi Nona ada yang mengganggu.
__ADS_1
Aaron...📱Apa...!"dan berucap kembali... perempuan apa laki-laki.
Bodyguard...📱Dengan sedikit ragu-ragu dan di jawab kembali..."Laki-laki Tuan, tapi seperti nya Nona tidak perduli, walau...."kembali ragu untuk mengucap kan...!🙍
Aaron...📱Walau apa...?
Bodyguard...📱Walau..."seperti nya laki-laki itu, seperti nya mulai tertarik ke pada Nona..."Tuan.
Aaron...📱Apa..."Aaron melotot kan mata nya tajam sambil menggerbak meja marah, dan berkata lagi..." Cepat suruh dia ke kantor ku saat ini juga.
Bodyguard...📱Hah..."Baik Tuan.
Tampa kata apa-apa lagi dan telpon pun terputus.
Bodyguard hanya pasrah dan berucap..."Nona, kita di perintah harus ke kantor saat ini juga.
Apa....!"Sudah gila apa dia, Aku masih ada satu mata pelajaran lagi, tidak bisa kah dia menunggu barang sebentar.
Tidak Nona, dan ini perintah, atau Nona tidak di izin kan untuk berkuliah lagi.
Dia memang lebih protektif dari Ayah ini nama nya, dengan lemas Alice pun hanya bisa pasrah.
Dan Maria pun berucap, sabar..."dan maaf Aku tidak bisa membantu, dengan muka lemas pula, Maria nampak kasihan melihat nasib Alice sahabat nya itu.
Iya..."tidak apa-apa, ini sudah takdir yang harus ku jalani kok, dan Aku memang harus banyak bersabar.
Lalu Alice pun mengikuti Bodyguard nya menuju ke mobil, dan hendak menuju ke kantor saat ini.
Hingga akhir nya, mereka saat ini pun sampai di kantor, dan saat memasuki gedung kantor Ayah nya itu, yang mana hanya sebagian saja pegawai yang mengetahui siapa Alice sebenar nya, serta tak banyak dari mereka yang masih tak mengenal siapa Alice pun, dan melihat penampilan Alice saat ini. Mereka pun sudah pasti memandang rendah Alice .
Dengan santai pula, Alice sudah terbiasa dengan tatapan tersebut, dan hendak memasuki lift khusus serta hendak di halangi oleh salah satu pegawai dan berucap...
Hai... Nona...!
Kamu siapa yang berani memasuki lift khusus tersebut, dan berani sekali kamu menaiki lift khusus Bos itu, kamu sebaik nya cepat pergi dari sini, atau ku panggilkan security sekarang juga hah, dengan nada meninggi, dan sambil marah pegawai tersebut berkata.
__ADS_1
Serta dengan tegas pula Bodyguard menghampiri pegawai tersebut, yang mengundang banyak perhatian saat ini, serta dengan tegas pula iya memberikan telpon dari atasan nya.
Yang mana saat ini, Tuan Aaron sendiri yang berucap untuk segerah memecat nya, dan tidak menghalangi perempuan yang barusan di anggap nya hanya seorang gadis berandalan dari kalangan biasa, serta hendak mengacau di kantor ini.
Yang mana mereka semua tidak tau, kalau Alice lah pemimpin sebenar nya di kantor ini, bila masa itu Alice sudah mampu untuk memimpin, karena di situlah masa perjanjian nya, mengingat saham Ayah Alice masih bertahan paling tinggi dari yang lain nya.
Dengan muka pucat pasih, pula pegawai tersebut setelah mendengar nya, serta menunduk kan wajah nya, dan berkata di dalam hati, siapa sebenarnya nya perempuan ini, dan mulai berucap maaf ke pada Alice, serta tidak menghalangi lagi, untuk Alice segerah menaiki lift tersebut dan segerah menuju ke ruangan Aaron saat ini juga.
Para karyawan semua tersebut pun terkejut dan mulai berbisik, apakah itu sebenar nya Putri Tuan Kendrik pemimpin lama yang selama ini di rahasia identitas nya itu, maka kalau benar..."matilah kita semua, dengan muka cemas, mereka semua berucap dan ketakutan.
Dan..."Setelah sampai di depan ruangan Aaron serta tampa mengetuk pintu pun, Alice masuk dengan kesal nya, serta langsung menduduk kan diri nya di sofa ruangan Aaron tersebut, dengan di tambah muka kusut nya, sambil berucap....
Cepat kata kan....!!!
Apa mau mu Tuan Aaron yang terhormat.
Aaron yang melihat kedatangan istri kecil nya itu, di tambah muka kesal nya yang selalu membuat Aaron selalu ingin melihat nya.
Sungguh seperti vitamin, Aaron Langsung bersemangat dan tersenyum lebar, serta berucap masih dengan muka datar dan berkata...
Aku hanya tidak suka kau di kampus tadi, dan di ganggu oleh seorang lelaki lain.
Apa....!!!
Alice melotot kan mata nya tidak percaya, cuma karena itu, iya harus melewat kan satu mata pelajaran, dan segerah menemui nya di sini, lalu Alice berucap lagi.
Trus..."Apa mau mu lagi, hingga memerintah kan ku ke mari saat ini juga.
Dengan santai pula Aaron berucap...
Temani Aku, dan kita akan segerah makan siang bersama...
Alice kembali melotot kan mata nya, mengapa.. ???
Dan di jawab Aaron santai..."Karena kau istri ku, dan itu sudah tugas mu.
__ADS_1
Alice serasa tidak percaya mendengar nya, tapi iya pun tidak berdaya, dan dengan lemas serta muka cemberut, serta satu lagi dengan tangan di lipat di dada, Alice nampak semaki menggemas kan di mata Aaron saat ini.