Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin

Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin
Tertembak nya Alice


__ADS_3

Malam pun menjelang, tiba saat acara pernikahan akan segerah di mulai, Alice yang masih berada di dalam kamar nya, dan masih dalam di hias pengantin oleh MUA serta di jaga ketat oleh pengawal di depan kamar nya.


Yang mana setiap orang yang keluar masuk kamar nya akan diperiksa terlebih dahulu oleh pengawal tersebut.


Aron pun tak lama telah sampai dengan gagah nya saat ini, hingga terdengar acara ini akan segerah di mulai.


Untuk kedua mempelai di persilahkan untuk segerah bersiap-siap.


Dan saat ini Aaron pun sudah berdiri gagah nya di depan Pendeta, serta sedang menunggu kedatangan Alice saja untuk segera bersama maju ke depan Altar serta mengucap kan sumpah janji pernikahan mereka di depan Pendeta.


Tak lama terdengarlah musik pernikahan, yang mana pengantin perempuan keluar dengan segerah di dampingi oleh Ayah nya dan sedang menggandeng lengan Ayah nya, yang mana untuk segerah di serah kan ke pada mempelai lelaki.


Akan tetapi tiba-tiba di saat Aaron yang hendak menggandeng Alice, yang mana tadi, Alice yang baru menghampiri nya dan di serah kan oleh Ayah nya.


Terdengarlah suara tembakan dengan sangat kencang nya....


"Dorrrr....


Alice pun.. dengan segerah terjerembab jatuh ke lantai dengan berlumuran darah yang sangat kental dan banyak.


Hingga membuat Shock Ayah serta Aaron saat ini, Serta dengan segerah memerintah kan pengawal untuk segerah mengejar dan menangkap hidup atau mati penembak tersebut.


Setelah suara tembakan tersebut terdengar..."Ayah serta Aaron berteriak Alice, dan segerah mengerumuni nya serta memerintah menangkap penembak tersebut dan melihat keadaan Alice saat ini.


Tapi pada saat hendak membuka kerudung tutup muka nya Alice.


Betapa terkejutnya Aaron serta Ayah nya, "Yang mana ternyata...."itu bukan lah Alice. Dan langsung menjadi pertanyaan semua orang, di mana Alice saat ini, Serta siapa perempuan yang mengganti kan nya saat ini, dan siapa dalang dalam penembakan tersebut.


Semua seakan menjadi teka-teki saat ini, tapi mereka semua pun tersadar dan menyuruh bawahan nya untuk segerah membawa perempuan itu ke rumah Sakit, karena yang tertembak hanya lengan nya saja.

__ADS_1


Dan setelah memerintah, Aaron dengan segerah melihat alat GPS dari Hp nya Aaron. Yang mana menemukan lokasi Alice saat ini.


Aaron pun mengumpat kesal, dasar gadis bar-bar, berani sekali kau terus mencoba melarikan diri dari ku, yang mana kalau tidak terjadi kejadian seperti ini, mungkin Aaron akan menikahi perempuan yang tidak jelas siapa dia.


Aaron pun mengeram kesal serta, Tuan Kendrik pun memohon maaf ke pada Aaron saat ini dan mencoba bertanya, yang mana iya tau kalau Aaron memasang alat pelacak di Hp nya Alice tampa di sadari oleh Alice pula.


Maaf kan Putri saya Tuan Aaron, mungkin dia selalu memberontak, tapi iya terlalu polos serta belum memahami apa itu arti kebebasan bagi nya.


Dan kalau bole tau, apakah Anda sudah mengetahui lokasi Alice Putri saya itu saat ini, yang mana mengingat si penembak tersebut belum tertangkap untuk di interogasi.


Hem..."Aku tau di mana Putri nakal mu itu, dan saat ini dia berada di jalan menuju ke arah stasiun di balai kota, yang mana iya akan segerah melarikan diri kembali untuk keluar kota dengan cara menaiki kereta api.


Apa....!


Tuan Kendrik pun terkejut mendengar nya, dan berucap kembali, sungguh ceroboh sekali anak itu.


Di mana tempat itu adalah tempat padat penduduk dan sangat ramai serta musuh akan dengan mudah nya untuk menangkap dia.


Hem..."Dan mereka semua pun bergegas menuju kesana.


Diperjalanan Alice nampak bahagia dan tak lepas dari tersenyum merekah nya, dia pun sambil berbicara sendiri dan tertawa terbahak-bahak akan hasil dari kelakuan nya itu dengan berucap...


Hahaha..."di dalam taxi itu Alice terus tertawa sambil mengumpat Aaron...


Rasain kau Om nyebelin, siapa suruh kau memaksa ku untuk segerah menikah dengan mu, dan sudah ku bilang kan, aku tidak mau menikah, titik tidak ada koma, tapi kau terus memaksa.


Jadi.. "Yah kau nikmati saja menikah dengan orang yang ku pilih kan itu, hahaha..."Alice terus tertawa membayang kan kalau saat ini pernikahan nya sudah terjadi, dan Aaron akan segerah terkejut yang mana saat mereka sudah sah dan membuka tutup muka nya, yang mana menampak kan bukan diri nya, melain kan perempuan lain.


Hingga sang sopir taxi pun melihat tingkah Alice terus menggeleng-geleng kan kepala nya.

__ADS_1


Tapi... "Tiba-tiba beberapa saat, mobil taxi mereka pun seperti sedang di hadang yang menyebab kan sang sopir mengerem mendadak, serta membuat kepala Alice menjadi terbentur keras di jok kursi depan duduk nya.


Alice pun berteriak...."Aawwww.... "sakit, Pak sopir, bisa tidak sih menjalan kan mobil nya, dan kenapa mengerem nya hingga mendadak seperti ini sih, kan kepala ku jadi sakit seperti ini nih.


Alice yang terus mengomel sabil terus mengusap jidat nya yang sakit karena terbentur kursi atau jok depan duduk nya itu.


Dan sang sopir pun menjawab, maaf Nona, tapi itu juga di sebab kan oleh mobil di depan yang sedang menghadang kita saat ini, dengan panik pula sang sopir menjawab, serta bingung akan kejadian ini.


Alice yang mendengar dan dengan segerah menoleh dan melihat sekeliling, yang mana mobil mereka telah di kepung saat ini.


Dan beberapa saat keluar lah semua pengawal dengan seragam yang sangat familiar bagi mata Alice.


Alice pun melotot kan mata nya dan merasa kesal bukan main.


Dalam hati iya pun mengumpat, sialan mungkin kah kali ini aku gagal kembali.


Tapi..."kok bisa sih, apakah mereka tadi sudah menikah atau belum yah.


Serta tak lama mobil yang familiar pun tiba dan segerah turun pula Aaron serta Ayah nya di sertai oleh ketukan pintu kaca mobil nya, yang mengatakan...


Maaf Nona harap keluar lah saat ini, karena Tuan besar dan Tuan Aaron akan segerah membawa anda pulang saat ini juga.


Sopir taxi pun dengan bingung menatap Alice dan berucap...


Bagaimana ini Nona....?


Yah sudah...


Aku turun di sini dan ini ongkos nya, terimakasih Pak sopir, dan selepas nya Alice pun segerah keluar dari mobil tersebut dengan di sertai muka cemberut nya.

__ADS_1


Bayang kan, gimana kesal nya Alice saat ini karena kesekian kali, iya pun gagal kembali di sertai muka merah padam Ayah nya yang kesal karena ulah putri nya itu.


Setelah keluar Alice pun dengan segerah di persilahkan memasuki mobil yang mana saat ini iya telah duduk di samping Ayah nya dan akan segerah pulang kembali ke Mansion Ayah nya.


__ADS_2