
Setelah cukup mengejar Alice, Aaron melihat jam pergelangan tangan nya, dan segerah menghubungi asisten nya Ainsley, serta berucap....
Hallo Ainsley, cepat kau pergi ke tempat Dermaga S dan pending perjalanan menuju ke kota M saat ini juga dan bawa juga beberapa pengawal serta kalau kau melihat Nona Alice tahan dia dan segerah bawa dia pada ku.
Sontak saja..." Ainsley yang sudah hendak tidur tadi tersentak kaget, dan mendengus kesal, nasib bawahan yah begini...!🙍
Dan berlalu untuk bersiap menuju ke Dermaga, tapi sebelum nya iya menghubungi terlebih dahulu seseorang yang entah siapa.
Aaron dan Tuan Kendrik juga, telah terkena macet saat ini, karena seperti nya ada kecelakan tabrakan di depan kendaraan nya saat ini.
Yang mana ingin sekali Aaron mengumpat kesal, tapi iya mencoba menjaga image nya di depan Tuan Kendrik.
Dan akhir nya jalanan pun mulai kembali renggang, serta Aaron yang sudah bisa kembali menjalan kan kendaraan nya, mulai melaju saat ini.
***
Tapi di sisi lain, Alice sudah mulai mendekat untuk memasuki salah satu kapal besar, yang akan mengangkut kendaraan nya untuk segera menyebrangi lautan yang sangat luas itu.
Hingga sedikit demi sedikit, akhir nya mobil Alice pun saat ini sudah memasuki parkiran di dalam kapal besar tersebut.
Tapi karena perintah dari Tuan Aaron yang melalui Asisten nya Ainsley saat ini. maka mulai ada pemberitahuan kalau keberangkatan mereka akan di pending beberapa saat hingga waktu yang belum di ketahui.
Dengan bersamaan pula Ainsley berserta pengawal nya dan Tuan Aaron dan juga Tuan Kendrik, mereka pun telah sampai di Dermaga ini serta bergegas berpencar menaiki kapal besar tersebut untuk mencari Alice.
Tapi tak butuh waktu lama, Aaron yang melihat Gps nya, Aaron pun segerah menemukan Alice.
Alice yang sedang mengobrol bersama teman nya itu, tak tau kalau saat ini ada beberapa orang yang sedang menggerebek nya, serta tak lama pintu kaca jendela mobil pun terdengar di totok...
Tok... tok... tok....
Alice yang merasa terganggu pun menoleh serta melotot kan mata nya saat melihat siapa yang berada di samping mobil nya, serta menotok kaca jendela mobil nya itu.
Ayah...!
Om nyebelin....!
Alice berucap sambil melotot kan mata nya tak percaya dengan pengelihatan nya saat ini, dan menutup mulut nya tak percaya, serta membuat sahabat yang duduk di sebelah nya pun nampak penasaran, dan mulai bertanya.
__ADS_1
Siapa mereka semua itu Alice ? "Dan apa mau nya mereka semua itu! "Maria teman Alice berucap serta menatap heran dan bingung apa mau nya mereka🤔.
Alice pun, karena ketahuan kabur lagi, mengerucut kan bibir nya itu. Dan menggerutu sendiri, ini sudah yang ke berapa kali iya gagal, dan iya pun heran, kok kali ini pun iya masih saja dan ketahuan, pada hal di pikir nya tinggal sedikit lagi, misi nya itu untuk iya kabur akan berhasil, dan hidup sebagai orang biasa di kota seberang.
Serta dengan segerah pula Alice membuka pintu mobil nya, dan segerah turun dari mobil nya itu.
Maria pun yang melihat teman nya itu turun, iya pun segerah ikut turun, karena iya juga penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjut nya.
Ayah..."Dengan menunduk kan kepala nya, Alice merasa bersalah dan Maria yang mendengar sahabat nya Alice memanggil Ayah menjadi bingung.
Ayah...!!!
Apakah itu Ayah mu Alice, jadi kau...!!!
teman nya terdiam, juga faham dengan banyak nya Pria yang berjas hitam dengan satu logo pengenal satu orang yang sangat kuat dan terpandang, serta faham itu bukan lah orang sembarangan.
Maaf...Ayah, Tapi Alice tidak mau menikah secepat itu, Dan setelah nya..."Alice pun terdiam kembali, setelah terus mendapat tatapan tajam dari Ayah nya itu.
Dan Maria yang mendengar kata menikah, maka berita yang ini lebih mengejutkan lagi bagi nya, yang membuat Maria lebih faham lagi, yang mana, kenapa Alice sampai melaku kan ini, untuk mengajak nya keluar kota.
Kita pulang sekarang, dan seperti nya... Ayah akan pikir kan soal pernikahan mu lagi.
Benarkah Ayah, Alice berbinar setelah mendengar nya, seperti mendapat angin segar, Alice seakan ingin terbang, bahagia mendengar nya, tidak tau, kalau itu cuma salah faham Alice saja.
Yang mana sesaat kemudian, kebahagian itu pun sirna.
Ayah Alice pun sekarang sedang menghadap Tuan Aaron dan berucap ..
Maaf kan saya Tuan Aaron atas kejadian hari ini, dan saya sungguh merasa malu terhadap Anda yang mana belum menjadi suami Putri saya, tapi malah terus di repot kan oleh nya.
Maka dari itu, saya meminta izin untuk satu malam ini membawa nya pulang ke Mansion saya, dan masalah pernikahan itu, bagaimana kalau kita adakan besok malam saja, secara tertutup dan kecil-kecilan.
Mengingat Alice, yang selalu menyusah kan mu untuk selalu kabur serta masih banyak musuh ku yang mengincar nya saat ini.
Maka itu seperti nya, ini adalah keputusan terbaik untuk saat ini.
Dan bila masa, kondisi sudah stabil. Barulah akan kita adakan pesta besar-besaran, serta mengundang pers atau wartawan untuk mempublikasikan nya. Apa kau setuju dengan ide ku ini Tuan Aaron...?
__ADS_1
Tuan Kendrik pun saat ini berharap cemas, takut Aaron tidak menyetujui pendapat nya ini.
Tapi dengan tegas malah terdengar Tuan Aaron berucap...
Baik lah.....
Aku menyetujui nya....
Serta karena berita ini, semua nampak terkejut dan mereka ada beberapa yang senang kecuali Alice yang mendengar nya nampak wajah nya yang semakin lemas saja🙍.
Dan tak lama mereka pun segera pulang ke tempat masing-masing, serta saat ini kembali lah Alice ke dalam kamar yang iya tinggal selama beberapa hari ini.
Serta...iya pun segerah membaring kan diri nya dan terbaring lemas memikir kan nasib nya besok.
***
Tiba saat Pagi yang ceria...
Burung mulai berkicauan, dan di temani gerimis mengundang, membuat Alice malas untuk segerah bangun dari tidur nya.
Tapi beberapa pelayan dan pekerja rumah itu sudah sangat sibuk sekali berkerja dan menghiasi Mansion nya tersebut.
Saat ini, ada dua pelayan yang sedang menghadiri Alice serta berusaha untuk membangun kan nya, yang hendak memberi perawatan sebelum acara pernikahan sederhana itu terjadi.
Alice pun nampak enggan untuk bangun dari tidur nya.
Iya masih merasa nyaman tidur di kasur kesayangan nya itu, yang mana setelah beberapa hari iya tinggal kan, dan iya pun terkejut mengingat kembali akan pernikahan nya malam ini.
Alice terperanjat duduk, karena kaget dengan muka bantal dan rambutnya yang seperti singa hutan yang sedang habis berantem, serta menarik-narik rambut nya dan berteriak histeris....
Aaahhhhkkkk....kenapa nasib ku begini amat sihhh...!
Bagai mana cara nya ! agar aku bisa kabur lagi yah...!
Lalu Alice pun melihat ke kiri dan kekanan, yang mana ada dua orang pelayan yang hendak melayani nya untuk segerah memberi perawatan.
Alice pun melotot kan mata nya tajam, marah..., tapi....!!!
__ADS_1