Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin

Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin
Drama di kantor


__ADS_3

Bagaimana William tidak mengamuk, iya yang baru sampai di kantor nya pagi ini, dan tiba-tiba saja, sudah mendapat kan perintah untuk di pindah kerja kan di kantor cabang serta, dengan catatan pula penyerahan data pemasukan penghasilan setiap minggu nya, untuk melapor ke kantor pusat.


Dan Aaron saat ini dengan santai menatap serta mendengar segala keluhan dari Tuan William.


Sudah selesai kah berucap nya...?


Aaron..."Yang akhirnya berucap, setelah Tuan William berhenti dalam menyampaikan segala keluhan nya itu.


Sudah...! "Ucap Tuan William dengan kesal nya dan menatap sinis Aaron.


Lalu Aaron melempar kan, bukti beberapa data, yang mana Tuan William telah banyak mencurangi dana perusahaan.


William yang tadi amarah nya, sudah menggebu tinggi, dan sekarang menjadi melunak serta berucap...


Dari mana Anda mendapat kan ini semua, serta ini semua adalah sebuah konspirasi buat saya, yang mana saya tidak perna melaku kan ini semua, Tuan William terus mengelak dan tak mau mengaku akan kesalahan nya itu.


Hemmm..."Baik lah, ucap Tuan Aaron dan mulai berdiri serta mendekat ke arah Tuan William, yang mana membuat Tuan William menjadi gugup nya minta ampun.


Kalau Anda tidak merasa bersalah, dan kenapa saya melihat anda saat ini, yang merasa gugup Tuan William, dan juga tugas itu.


Ah...itu...berarti itu juga sebagai bukti kalau anda, memang benar-benar jujur adanya, maka Anda tidak perlu takut untuk menjalani nya Tuan William.


Yang mana...karena itu hanya bersifat sementara, dan untuk pembuktian kalau benar Anda tidak bersalah, serta tidak melakukan kecurangan itu.


Dan bila telah terbukti Anda tidak bersalah, maka Anda akan di kembali bekerja di kantor ini, dan dengan posisi yang semula.


Tapi...!


Ingat..."Dan ingat dengan baik "Tuan William, bila Anda terbukti melakukan kecurangan itu, maka siap-siaplah untuk Anda kehilangan saham Anda di perusahaan ini, untuk mengganti kerugian Perusahaan.


Yang Mana membuat Tuan William semakin menegang, serta mengeram menahan marah dan pergi berlalu tampa berucap apapun kepada Aaron.


***


Hahhh..."Aaron menarik napas dalam, serta mengeluarkan senyum devil nya, dan berucap dalam hati...


Ini baru awal Tuan William, dan kau akan mendapat balasan yang lebih setimpal, yang mana kau rela menyakiti keluarga mu, hanya karena kekuasaan itu, yang hanya bersifat sementara.


Hah..."Aaron kembali menarik napas dalam dan memijat pangkal hidung nya, serta kembali duduk, untuk kembali mengerjakan pekerjaan nya, yang tertunda tadi.


*


*

__ADS_1


*


Di kampus, Alice saat ini, yang mana...sama seperti kemarin, masih dengan di ikuti bodyguard nya Angel.


Alice memasuki kampus nya, dan bertemu Maria, serta menuju ke ruangan mata pelajaran nya.


Dan tampa di sadari mereka, kalau mereka pun sedang di awasi oleh seseorang.


***


Ooooiiiiii....! "Beltran mencoba mengagetkan Brayen, yang mana saat ini, iya sedang tak fokus, serta menatap ke arah seseorang.


Eh..."Loh...ngagetin gw aja lo.


Lagian lo...! liat apaan sih...? dan menoleh serta melihat ke arah yang di tuju oleh mata Brayen serta berucap....


Lo merhatiin Alice Bro...?" gak salah liat nih gw...! "Dengan heran nya Beltran bertanya.


Yaaa..."Gak lah...!


Eh..."emang ada apa sih, dengan tuh cewek...!


Kek nya kalian begitu tidak suka nya. Ucap Brayen yang penasaran.


Tapi..."Itu cewek...! "Cewek teraneh yang ada di kampus ini.


Aneh...!


Aneh kenapa...? Tanya Brayen... yang kembali penasaran.


Hem..."Gimana gak aneh gitu, lo liat aja dari cara berpakaian nya itu, trus cara ngomong nya, dan satu lagi, dia gak punya temen, selain tuh si Maria yang sama culun nya. Dengan santai pula Beltran berucap memberitau Brayen.


Emm..."Jadi begitu yah, tanya balik Brayen, dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Beltran.


Tapi kok Aku merasa ada yang sepesial dari tuh cewek yah, Brayen yang berguman, yang nyaris tak terdengar, tapi masih terdengar oleh sahabat nya itu.


Apa kata Lo tadi Bro...?


Aahhh..."tidak ada apa-apa kok, hanya saja, nih... kek nya, uda hampir selesai mata pelajaran nya. Dengan sedikit gugup, Brayen mengalih kan omongan nya itu. Hingga benar saja, mata pelajaran mereka saat ini pun telah selesai saat ini juga.


Dan saat hendak keluar kelas, merela pun hampir bertabrakan. Tapi..."Alice yang tak mau ambil pusing karena nya, yan mana iya sedang di tunggu Aaron saat ini, untuk makan siang bersama di kantor nya, dan berlalu pergi tampa memperduli kan mereka berdua.


Yang mana, membuat Brayen semakin penasaran pada Alice.

__ADS_1


*


*


*


Di kantor nya saat ini, yang mana akhir nya, Alice telah sampai di ruangan Aaron, dan tampa drama seperti kemarin.


Bagaimana tidak, mereka pasti takut lah, akan kehilangan pekerjaan mereka seperti pegawai kemarin.


Dan kini, Alice telah duduk di Ruangan Aaron, yang mana berarti tugas Angel telah selesai sampai di sini, serta meninggal kan nya, bersama Bos nya itu.


Dan belum juga lama Alice duduk di sofa nya, yang mana seperti biasa, Aaron saat ini, hanya perduli dengan pekerjaan nya.


Jadi di pikir Alice, apa guna nya, iya di suruh cepat-cepat kemari, serta dengan sejuta kebosanan yang melanda nya.


***


Tapi..."Tiba-tiba....!


Anda tidak boleh memasuki Ruangan ini tampa seizin Tuan Aaron Nona.


Yang mana, Perempuan tersebut tidak perduli dan menerobos masuk, serta melihat dan melotot kan mata nya. Yang mana memperlihat kan seperti sebuah keluarga itu.


Dan begitu juga dengan Aaron beserta Alice, yang mana saat ini, Aaron yang sedang sibuk memeriksa dokumen nya dan Alice yang sibuk dengan hp nya, serta sambil duduk santai di sofa, sembari menunggu Aaron yang menyelesai kan pekerjaan nya.


Bukan apa-apa...!" Aaron sangat takut bila Alice berlama-lama di kampus nya dan bertemu dengan pria yang di katakan oleh Bodyguard nya itu, yang mempunyai rasa terhadap Alice, istri nya itu.


Dan hanya melihat nya disini saja, Aaron pun merasa tenang hati nya, serta tak takut lagi, akan kabur kembali, istri nya itu.


***


Tapi saat ini....!


Ahh....."Maaf Tuan Aaron yang terhormat, atas kelancangan saya, yang mana tidak izin terlebih dahulu memasuki ruangan Anda.


Yang mana saya pikir, Anda sedang tidak ada tamu disini, dengan anggun nya, serta tidak tau malu nya, Nona Bertha yang saat ini berucap, setelah menerobos memasuki Ruangan Aaron saat ini.


Ainsley sudah berusaha menghalangi, tapi tidak bisa, hingga Bertha pun sampai berada di ruangan nya saat ini.


Aaron yang juga hendak marah, tapi ingin melihat reaksi Alice istri nya itu, yang mana, bila iya bersama perempuan lain, dan apakah yang akan di lakukan nya.


Maka, Aaron pun, mulai berinisiatif untuk memain kan drama nya, bersama perempuan ini pun, hanya diam dan menunggu apa yang akan di laku kan selanjut nya, oleh Bertha serta melihat reaksi istri nya untuk kejadian selanjut nya.

__ADS_1


__ADS_2