
Setelah sampai di Rumah sakit, Aaron dengan tergesa-gesa, terus menggendong Alice, hingga menuju ke ruang perawatan, dan segerah mendapat penangan dari Dokter rumah sakit tersebut.
Saat ini, "Alice pun belum juga sadar dari pingsan nya, yang karena mendapat pukulan sangat keras dari Aaron suami nya itu".
"Hingga Dokter selesai memeriksa nya dan berucap, "Maaf Tuan, seperti nya dengan banyak luka di wajah istri Anda ini, butuh beberapa hari, untuk membuat nya beristirahat dan memulih kan keadaan nya ini.
Karena yang di lihat seperti nya ada tulang di wajah nya, yang sedikit bergeser, akibat dari pukulan tersebut, hingga mengharuskan, istri anda nanti, menggunakan penyangga leher selama beberapa hari, serta tidak di perbolehkan untuk banyak bergerak di arena wajah selama beberapa hari ini, hingga saat terlihat lebih baik dan posisi tulang nya memulih, barulah penyangga nya bisa di lepas.
"Aaron yang merasa bersalah," setelah mendengar penjelasan Dokter tadi, hingga iya melemas dan tak berdaya, serta berucap...!
"Terserah Dokter, hendak melaku kan apa ! "Yang terpenting istri saya segerah pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa.
"Baik..."Tuan, kita akan segerah memulai tindakan penanganan dan Dokter pun hendak memerintah perawat nya, untuk mempersiapkan semua perawatan nya.
Tapi sesaat "Aaron pun, kembali bertanya kepada Dokter ! "Perihal, kenapa istri nya saat ini, masih saja belum sadar.
"Dan di jawab Dokter dengan tersenyum, Ah..."Itu karena pukulan yang iya terima teramat berat, yang mana membuat reaksi tubuh nya belum begitu bisa untuk menerima nya, hingga membuat nya hilang kesadaran, dan kini setelah kita memberikan beberapa suntikan, penguat imun tubuh, vitamin, dan beberapa yang tidak bisa sebut kan satu persatu, hingga semua obat itu masuk, dan tenang saja Tuan Aaron.
Tak lama dari setelah itu, Istri Anda akan segerah sadar dengan sendiri nya, Dengan senyum ramah pula, Dokter itu berucap dan menjelas kan, serta membuat Aaron, sedikit tenang di hati nya saat ini.
Dan iya mengerang frustasi, Tidak habis pikir dengan tindakan Istri nya itu. "Yang mana iya rela di pukul hanya karena membela pria yang tidak jelas tadi.
Serta tak lama. "Aaron pun bergegas menemui Asisten nya Ainsley dan berucap....!
__ADS_1
"Kenapa kau tadi tidak berusaha, untuk mencegah istri ku itu, "Yang untuk menghalangi ku, dan memukul pria sialan itu hah...! "Dengan geram nya, Aaron berucap, dan mencekam kerah baju Ainsley saat ini.
"Serta...! "Dengan bergetar pula Ainsley menjawab, "Maaf "Tuan, Saya pun tidak menyangka, istri Anda melakukan tindakan seperti itu, dan saya tidak dapat mencegah nya, karena terjadi begitu cepat. Dengan tertunduk lemas dan takut akan kembali menaikan emosi Aaron, "Ainsley sudah pasrah akan menerima pukulan atau hukuman apa pun itu". Hingga iya saat ini, sudah memejam kan mata nya, pasrah akan apa yang terjadi selanjut nya.
Hingga Aaron yang mendengar penjelasan menjadi semaki frustasi, karena iya memang yang bersalah, yang mana tidak dapat mengendali kan emosi nya saat itu, hingga terjadi lah pukulan tersebut, dan menghempas kembali cengkraman nya, serta mengacak-acak rambut nya saat ini, dengan rasa frustasi yang berat.
Dan..."Aaron pun, kembali berucap! "Cepat kau selidiki, siapa laki-laki tadi.
Baik Tuan, Dan segerah berlalu, untuk segerah melaku kan perintah Bos nya saat ini.
***
Setelah tak lama, "Dokter pun keluar dari ruang perawatan Alice, dan berucap...!
Saat ini istri Anda sudah di tangani, dan tinggal menunggu iya sadar kan diri saja. "Hanya saja, ucapan Dokter terhenti...!
"Hanya saja, bisakah Tuan, nanti saat istri Anda sadar, dan Anda tidak membuat nya stres atau tertekan terlebih dahulu, serta dukungan moril serta penghibur dari orang terdekat saat ini, sangat di perlukan Tuan ! "Dengan sedikit berhati-hati, "Dokter yang berucap, takut menyinggung dan membuat marah orang di hadapan nya saat ini.
Yang mana Dokter tersebut, sangat tau, siapa Aaron dan tak berani membuat nya menjadi emosi, atau Rumah sakit serta jabatan nya, akan jadi taruhan nya.
"Oh...! "Baik, jawab Aaron sedikit melembut dalam berkata nya, "Lalu berucap terima kasih kepada Dokter, dan kembali berucap, "Apakah sekarang saya boleh menemui istri saya Dok ?
Dengan cemas Aaron berucap, dan di jawab anggukan kelapa dengan senyuman tipis, oleh sang Dokter, hingga Aaron pun dengan segerah memasuki Ruang perawatan istri nya tersebut.
__ADS_1
"Setelah sampai di Ruangan perawatan istri nya itu, "Dan Aaron dengan segerah duduk di hadapan Istri nya itu, sambil menatap dan menggenggam erat jemari tangan istri nya lembut.
Aaron pun bergumam, "Maaf kan Aku sayang, yang mana tadi Aku pun tidak dapat menahan emosi ku itu, hingga terjadilah hal seperti ini.
Aku sungguh takut kehilangan mu, yang mana kau telah mengisi hati ku saat ini, dan tak mau kau sampai berpaling dari ku.
Dan asal kau tau sayang, yang awal kita memang melakukan kesepakatan, tapi Aku pun, yang dari awal kita bertemu, itu perasaan ku sudah diisi oleh mu, hingga Aku yang mulai provokatif, karena Aku nya yang takut kehilangan mu, dan bukan saja karena kesepakatan antara Aku dan Ayah mu.
Dan dari awal memang Aku yang mulai menyukai mu, hingga Aku mencampur kan dengan masalah ku, yang sedang Aku jalani saat ini.
"Aaron terus berguman, dan menunggu istri nya itu sadar, "Hingga iya pun lelah dan tertidur, disamping ranjang perawatan Alice, dengan sambil terus menggenggam serta jari tangan istri nya itu.
"Dan disalah satu Rumah sakit besar lain nya. "Sekarang tengah juga mendapat perawatan intensif dari sang Dokter.
"Yang mana wajah dan tubuh nya, telah babak belur, di hajar oleh Aaron.
"Hingga sang keluarga mendekati Amora, dan meminta penjelasan, kenapa dan apa yang terjadi! "Hingga menyebabkan Putra kesayangan mereka menjadi seperti ini.
"Karena yang mereka tau, "Amora yang dihadapan nya ini lah, yang membawa Brayen ke Rumah sakit, dan iya pasti mengetahui sedikit banyak nya, kronologi kejadian yang menimpa Putra nya tersebut.
"Yah...! "
"Yang bertanya itu adalah Ibu nya dan Ayah nya Brayen, serta mengepal erat lah tangan sang Ayah saat mendengar nama Alice dan Aaron yang di sebut, dan menyebab kan Putra nya ini celaka.
__ADS_1
Bagai mana tidak, "Tuan William sangat marah mendengar nya. "Walau saat ini iya telah berpisah dengan istri nya itu. Tapi iya tetap menyayangi Putra nya ini, hingga iya mendengar dan kembali masalah ini melibat kan orang yang di benci nya, serta Tuan William berguman !
"Aku akan menghancur kan kalian berdua nanti ! "Dan tunggu saja saat itu tiba, kalian pasti akan merasakan nya itu. Serta tercetak lah guratan kemarahan, dan membuat mantan istri nya itu mengkerut kan dahi nya, penasaran.