Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin

Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin
Penjelasan Identitas sang Putra


__ADS_3

Aaron sadar, dan berucap benar kepada asisten nya tersebut, dan mulai berdiri dengan badan yang mulai sempoyongan karena kebablasan minum tadi, hingga lupa serta mulai sedikit mabuk.


Tapi Aaron saat ini masih sadar pada diri nya, serta mulai berdiri, hendak beristirahat, serta menuju tempat tidur istri dan putra nya itu, serta mulai merebah kan diri nya di samping istri nya tersebut.


Yang mana saat ini, Alice sudah tertidur, dan tak menyadari, saat Aaron ikut tidur di samping nya saat ini.


Tapi...baru beberapa setengah jam Aaron tertidur, dan saat ini telah terdengar sebuah ketukan pintu kamar nya, yang mana membuat putra nya terganggu dan terbangun, hingga iya tersadar saat ini sedang berada di tempat asing dan berusaha hendak membangun kan Mamy nya.


Tapi saat menoleh, betapa terkejut nya sang Putra, saat melihat si Paman yang baru di kenal nya itu, telah berbaring tidur di samping sang Mamy.


Dan terang saja membuat sang Putra hendak marah serta berteriak kuat dan membangun kan dua manusia yang sedang terlelap tidur saat ini.


Ada apa sayang....!" ucap Alice tampa sadar, kalau saat ini ada sebuah tangan yang sedang melingkar diatas perut nya itu.


Dan juga !" bersamaan itu, Aaron yang terbangun sambil memukul-mukul kepala nya yang sedikit pusing, akibat kebablasan minum tadi, serta mencoba sadar.


Tapi sebelum nya Richard sang putra berteriak marah, dengan berkata:


Kenapa Paman bisa tidur di samping Mamy ku! dan Mamy ! kita saat ini sedang berada dimana ini ! karena Richard sangat asing dengan tempat ini, serta tangan Paman, kenapa berani kurang ajar memeluk Mamy ku hah ! dengan melotot mata nya Richard yang bingung serta sedikit emosi, setelah melihat tingkah Aaron kepada sang Mamy.


Alice yan tersadar, langsung menunduk, serta melihat dan dengan segerah memukul tangan Aaron sambil melotot kan mata nya ke arah Aaron dan meminta penjelasan.


Alice pun berucap, "Bukankah tadi sudah ku bilang jangan ganggu saat aku saat Aku tidur ?


Maaf...!" hanya kata itu yang keluar, dan kembali berucap, Tadi Aku sedikit minum, dan karena kepala ku pusing, tampa sadar Aku berbaring disamping mu.


Mamy .. !" Ucap Richard ingin protes dan berkata lagi, "jawab dahulu perkataan ku tadi Mam...oh.. ayolah...Mam ?


Lalu Alice pun menoleh dan menatap mata Putra nya tersebut dengan napas berat dan berucap:


Maaf sayang !" sambil mengusap kepalanya dan kembali berucap, "kita saat ini sedang berada didalam pesawat sayang ?


Hah ...pesawat ! Kenapa dan mau kemana, serta kenapa pula ada Paman itu ! dan bikan nya kita baru mengenal nya Mam ? "Dengan rasa penasaran, hingga tercetus nya semua pertanyaan tersebut.


Alice menatap Aaron dan kembali menatap putra nya lalu kembali menarik napas berat kembali berucap:


Iya kita saat ini sedang berada didalam pesawat dan belum juga selesai Alice berucap, kembali terdengar suara ketukan pintu, yang membuat Aaron segerah berdiri serta membuka pintu kamar nya dan melihat ada Ainsley yang hendak berucap:


Tuan...!" Maaf mengganggu, taoi kita telah sampai !

__ADS_1


Dan dijawab Aaron hanya dengan deheman saja, serta kembali menutup kamar nya dan hendak kembali menjelas kan kepada sang putra, dengan berkata:


Ayo segerah berkemas, kita telah sampai, dan kau Son !


Apakah kau mau bertemu dengan kakek mu !" kalau iya cepatlah berkemas.


Benar kah Mam ! Ricard yang terkejut dan menatap sang Mamy meminta penjelasan saat ini.


Benar sayang dan kau apakah senang akan bertemu kakek sayang !


Tentu Mam, dengan senyum mengembang Richard dan bersemangat iya pun mulai berkemas dan bersiap serta sedikit tak percaya, kalau iya mempunyai kakek, serta akan bertemu dengan nya.


Tapi disaat berkemas, masi ada satu yang mengganjal hati nya saat ini, dan Ricard mulai menanyakan itu dengan berkata:


Mam... !


Hem... !" Jawab Alice.


Kenapa paman itu bisa berada bersama kita, yang mana saat ini, Aaron sudah berada di luar kamar dan Alice melirik sang putra, saat di beri pertanyaan seperti ini.


Iya bingung harus menjelas kan nya bagaimana dan menatap lekat wajah putra nya, hingga terucap:


Ya Mam...?


Apakah kamu ingin bertemu juga dengan Dady mu ?


kenapa Mamy berkata seperti itu ?


Jawab dahulu pertanyaan Mamy ?


Hah...!" Jujur Richard ingin tau seperti apa Dady Ricard dan apa alasan iya tidak bersama kita selama ini.


Hem....!" Kalau Pama itu Dady Richard bagaimana Son ?


Richard hampir menjatuh kan barang yang. sudah dikemas nya itu, karena terkejut akan ucapan sang Mamy.


Tidak mungkin itu benar kan Mamy !


Tapi itu benar Son...!" Dia Dedy mu dan alasan nya, karena iya tidak tau keberadaan Mamy selama ini, dan saat ini oun kita akan bertemu kakek mu yang sedang sakit parah, serta itu karena ulah Mamy Son.

__ADS_1


Tidak mungkin !" Mamy ku tidak mungkin seperti itu, dan Aku tidak mungkin mempunyai Dady seperti dia.


Yang pada saat itu pula, bertepatan Aaron yang sudah masuk, untuk segerah membantu membawa mengeluarkan barang-barang mereka.


Aaron terkejut dan ikut membalas dengan berucap:


kenapa tidak mungkin !" dengan emosi, Aaron berucap.


Karena kau tidak sesuai dengan kriteria Dady ku !


Maksud mu, kriteria yang bagaimana hah, "masih dengan emosi Aaron berucap.


Kau angkuh dan egois, itu tidak sesuai dengan kriteria Dady ku.


Heh...!" Aaron bersikap meremehkan, lalu membalas dan berucap:


Tidak sadar kah kau, akan sikap mu juga saat ini, dan kita seperti 11,12 dan tak tak ada beda nya.


Tidak...!"Aku sungguh berbeda. Richard mencoba mengelak .


Dan Alice mencoba melerai mereka dengan berkata, "Maaf tuan-tuan, dan bila kalian tidak mau berhenti berdebat saat ini, maka Aku akan segerah turun sendiri saja, Alice pun, setelah berkata, hendak menarik koper pakaian nya sendiri saat ini


Dan di balas mereka dengan kompak, " Tidak....!


Kita sudah selesai berdebat nya, sarta saling menatap tajam, seakan mengibar kan bendera perang diantara mereka saat ini.


Dan Alice yang melihat, hanya menggeleng-gelengkan kepala, serta berlalu untuk segerah meninggal kan pesawat tersebut.


Sesampai nya didepan Bandara, mereka dengan segerah memasuki mobil yang memang telah menunggu mereka untuk segerah diantar kan ke Rumah sakit sekarang.


Serta dengan rasa gugup dan gelisah, Alice yang memikirkan keadaan sang Ayah saat ini, dan rasa bersalah yang mendalam, maka dilihat sang putra serta digenggam nya lah pula jemari sang Mamy untuk memberi semangat.


Begitu pula Aaron yang ikut memeluk bahunya agar merasa tenang dan nampak rileks saat ini.


Hingga tampa terasa, mobil mereka telah sampai didepan gedung Rumah sakit tersebut.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Jita sambung lagi dahulu yah and see you next time๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2