
Tok...tok ....tok...
Pintu ruangan pun di totok, dan berucap lah Aaron..."masuk, serta tampa mau melepas kan pelukan itu.
Yang mana memperlihatkan sekertaris Aaron yang masuk, beserta membawa berbagai macam makanan ke dalam ruangan tersebut.
Alice yang malu nya minta ampun saat ini pun, sampai tidak berani memperlihat kan wajah nya, dan serta menenggelam kan nya semakin dalam di dada bidang Aaron.
Dan berbeda dengan Aaron, yang dengan santai nya, iya mempersilah kan begitu saja, sekertaris nya itu untuk masuk, serta menyiap kan, untuk sarapan siang mereka, yang mana...saat ini di bawa oleh Jhon.
Serta..."Jhon yang juga yang nampak shock di kala jiwa kejomloan nya pun ingin berontak. Dan bagaimana tidak....🙄🙍.
Jhon yang melihat dua manusia ini, dengan tidak tau malu nya. Menunjuk kan kemesraan mereka di depan nya, yang mana Jhon pun lama tak merasakan atau belum pernah merasakan nya🤔😀.
Dan setelah selesai, Jhon mencoba pamit untuk secepat nya, segerah keluar dari ruangan tersebut, yang mana...iya juga takut mengganggu keharmonisan Singa yang masih lapar ini.
Pikir Jhon, dari pada berlama-lama di sini, dan mengganggu kesenangan Bos nya itu, maka sama saja akan membuat nya bunuh diri, serta karena iya sadar diri juga, dan mencoba untuk segerah pamit.
Serta berucap lah Jhon..."Sudah selesai dan selamat menikmati Tuan, dan bila masih ada yang kurang....!
Tapi...belum juga Jhon berkata "serta " Dan sudah di putus saja perkataan nya oleh si Bos dengan berucap....
Tidak ada, dan cepat lah kamu keluar dari ruangan ini. Dengan tegas pula Aaron berucap sambil tidak melepas pelukan nya itu.
Yang mana saat ini, Alice masih nampak malu di lihat oleh Jhon.
Dan Jhon pun menjawab..."Baik Tuan..."Saya undur diri terlebih dahulu, serta dengan segerah pergi dari ruangan tersebut dan segerah menutup pintu nya.
***
Setelah kepergian Jhon, Aaron pun berucap dengan menunduk kan wajah nya serta melihat ke arah muka istri kecil nya itu. Dengan sambil berguman...! "Manis " Yang mana saat itu Alice yang langsung mendongak karena mendengar perkataan nya, dan memperlihat kan muka Aaron yang sangat dekat dengan muka nya.
Serta..."Tampa aba-aba, Cup..."Aaron kembali menciumi nya sekilas, yang menyebab kan.
__ADS_1
Ooommmmn.....!
Kenapa Sih suka banget cium Alice, tampa minta izin lagi, dengan muka cemberut dan jutek nya Alice berucap.
Dan..."Cup..."Sekali lagi Aaron mencium nya sekilas dengan senyum mengembang, serta sebelum Alice kembali mengamuk, Aaron pun berucap.
Ingat..."Jangan panggil Om lagi mulai sekarang, atau kau akan mendapat kan hukuman itu setiap kau memanggil ku Om, faham. Dengan tegas dan wajah datarnya, Aaron berucap.
Alice hanya bisa mencebik dengan kesal dan berucap...
Ck..."Terserah Om..lah..."Eh... salah, "Husband, maaf...Aku belum terbiasa, dengan muka kesal nya Alice berucap.
Aaron tersenyum puas, hingga Alice menyadar kan Aaron dengan berucap..."Ini mau sampai kapan Om.."Eh.. "Husband tolong lah lepas kan pelukan nya ini, Aku gerah tau.
Yang mana dengan terkikik geli, Aaron pun akhir nya melepas kan pelukan nya, dan melihat ke arah istri nya itu, yang mana Alice saat ini beralih melihat ke arah meja yang penuh dengan banyak nya makanan.
Wah..."Dengan sekejap, Alice melupakan Amarah nya tadi, dan di sini lah yang di sukai Aaron, sifat Alice, yang tidak seperti yang lain nya, yang mana cuma karena melihat makanan saja, iya lupa akan kemarahan nya tadi.
Wahhh..."Alice berucap..."Apa ini semua untuk ku, dan apakah boleh Aku makan sekarang Husband.
Alice pun saat ini mulai makan dengan lahap nya, karena iya memang sangat lapar, hingga iya melihat Aaron yang hanya menatap nya, dan membuat Alice penasaran serta berucap...
Kenapa tidak ikut makan..."Dengan sambil terus memasukan makanan nya ke dalam mulut, Alice pun berucap...
Dan di Jawab Aaron, Karena Aku menunggu mu untuk menyuapi ku.
Apaaaa....khuk....huk...huk...
Alice pun tersedak saat mendengar nya, dan dengan segerah pula, Aaron memberikan air minum, agar Alice segerah merasa sedikit redah dari rasa tersedak nya.
Serta tak lama dan sedikit merasa reda dari tersedak nya, Alice pun berucap lagi, apa tadi kata mu, menunggu Aku menyuapi.
Hem..."Dengan bersamaan anggukan kepala nya juga, Aaron menjawab nya.
__ADS_1
Dan Alice menatap bingung, serta berkata..."kenapa....?
Karena kamu istri ku, Dan Aku ingin...! "Dengan santai nya Aaron menjawab sambil bersilang tangan di dada.
Ah..."Mana bisa begitu...,Om...,Eh...salah lagi...,Husband, kan Husband uda gede, masih punya tangan lagi, dan ini....! mana bisa minta di suapi.
Pikir Alice, dia sendiri saja sudah sejak kapan gak di suapi oleh orang tua nya, lah ini Si Aaron Tua bangka, mau di suapi diri nya, enak banget, dengan muka cemberut Alice berpikir.
Terserah..."Pokok nya Aku minta di suapi istri ku ini, atau ...!
Atau Apa...?
Atau...."Atau kita tidak akan pulang serta menginap di sini malam ini, dengan santai Aaron berucap, dan mulai menyandar kan bahu nya, di sandaran sofa, dan kaki di naikan di atas meja, dengan cara di silang kan, serta kedua tangan di tompah kepala belakang dan di sertai dengan mata Aaron yang hendak di pejam kan.
Alice mengeram, melihat tingkah suami nya ini, bagai mana tidak, ini nama nya pemaksaan, pikir Alice. Tapi dari pada iya tidur di kantor, serem juga dan membayang kan saja sewaktu tidur di bawah kolom jembatan kemarin, yang mana banyak nya nyamuk serta, mungkin juga ada suara-suara aneh itu, kembali membuat Alice bergidik ngeri, dan dengan cepat pula, Alice pun berkata...
okey, buruan cepat, kamu mau makan yang mana, dan segerah Aku suapi ini. Dengan sedikit kesal Alice akhir nya mau menyuapi Aaron.
Dan dengan senyum mengembang pula, Aaron kembali membuka mata nya, serta dengan segerah pula duduk dengan tegap nya, dan menunggu Alice istri nya itu, untuk segera menyuapi nya sekarang ini.
Dannn...."aaahhh..."Ucap Alice, serta di ikuti Aaron, Ahh..."Dengan membuka mulut nya lebar, dan dengan segerah pula makanan tersebut masuk kedalam mulut Aaron.
Sedikit-demi sedikit Makanan nya pun mulai habis, hingga mereka berdua merasa kenyang saat ini dan Alice berkata ingin segera pulang.
Aaron menaikan sedikit Alis nya sambil berucap...
Tapi pekerjaan ku masih menumpuk di atas meja, yang mana di lihat Alice saat ini, benar ada nya, serta membuat Alice frustasi.
*
*
*
__ADS_1
Berbeda di suatu kantor, Bertha kembali ke kantor nya dengan kesal, Karena Aaron mengingkari janji temu nya tadi.
Bertha pun berucap..."Awas saja kau Tuan Aaron, Akan ku buat kau bertekuk lutut kepada ku, dan siapa yang tidak tahan akan dengan pesona ku ini, yang mana selama ini, hanya rekan-rekan ku yang mengejar ku, bukan seperti aku saat ini, dengan geram nya Bertha mengamuk, dan menjatuh kan beberapa dukumen di atas meja.