Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin

Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin
Mencoba membujuk


__ADS_3

Alice sangat terkejut melihat keadaan sang putra saat ini, yang mana iya seperti habis menangis, karena terbiasa selama ini tidur bersama nya dan terbangun dengan cara Alice yang tak ada di samping nya, dan membuat nya panik, ditambah ini juga tempat baru bagi putra nya itu.


Hingga Alice langsung berusaha menenangkan sang putra dengan cara memeluk nya lembut dan membelai punggung sang putra serta rambut belakang dan sambil berucap, "Tenang sayang ! jangan menangis lagi, karena sekarang mamy sudah ada disini !


Dan Richard terus berucap sambil sesenggukan, karena merasa takut akan kehilangan mamy nya, dan merasa mamy nya akan diambil oleh orang asing itu.


Maka dengan sesenggukan, Richard terus berkata, "kenapa mamy tidak tidur bersama Richard semalam, dan mamy jahat. Karena lebih memilih tidur bersama pria asing dan egois itu, ketimbang tidur bersama putra tampan satu-satu mu ini. Lalu terus menyalah kan Alice dan masih banyak lagi juga keluar kata-kata buruk tentang sang Dady, yang mana karena baru bertemu saja, iya sudah mulai mengambil sang mamy nya


Maka Richard mulai merasa sangat kesal terhadap sang Dady, yang tidak mengerti serta egois. Yang seenak nya saja sudah memisah kan dia dan mamy nya saat tidur semalam.


Tapi saat ini Sang mamy malah tersenyum, setelah mendengar semua kata-kata dan umpatan buat sang Dady dari sang putra, serta membuat geram sang Dady yang mendengar, dan ingin ikut membalas, tapi langsung mendapat tatapan tajam dari Alice saat ini.


Dengan segerah pula, Alice langsung menggendong sang putra, yang mana tinggal menunggu beberapa bulan lagi, sang putra akan berulang tahun yang ke tiga tahun, tapi kecerdasan nya tidak seperti anak lain nya, yang mana biasa anak yang lain bila berusia seperti ini, masih bermain layak nya anak-anak, dan tak akan mungkin bisa membantah apa kata-kata orang dewasa.


Tetapi ini berbeda, selain bicara nya yang sudah terlihat lancar, walau sedikit cadel, karena memang usia nya masih kecil, tapi cara berpikir nya sama seperti orang dewasa.


Jadi kalau soal berdebat atau melawan kata-kata orang dewasa, pasti akan melihat orang itu tercengang dan bungkam seribu bahasa.


karena terbiasa melihat sang mamy yang membesar kan nya sendiri, dan selalu digunjingkan walau dibelakang.


Membuat Ricard dewasa lebih awal, ditambah dengan segala kesibukan sang mamy pula, iya berusaha mandiri dan ingin melindungi nya.


Maka Alice yang faham akan karakter putra nya, hanya bisa mengambil napas berat dan menggendong sang putra serta menaruh nya diatas ranjang tempat tidur nya dan berkata, "Nanti malam Ricard bisa tidur bersama-sama disini, tapi setelah kakek pulang, Ricard akan tidur sendiri.

__ADS_1


karena Richard tidak mau kan, kalau akan selalu dibilang anak kecil lagi oleh orang lain.


Tapi...!


Belum sempat membantah !" Alice pun mulai menjelaskan dengan perlahan, "Karena mulai sekarang, Mamy juga ada Dady yang akan ikut melindungi. Maka Ricard bisa berbagi untuk Dady juga, yang mulai sekarang akan tidur bersama mamy, di mulai kakek akan pulang nanti.


Dan dengan cemberut pula, sang putra memanyunkan bibir nya, sambil melipat kedua tangan nya didada.


Alice tersenyum lagi, dan memberi isyarat kepada Aaron agar bisa lebih dekat dengan sang putra dan mulai saat ini iya harus bisa meluluhkan hati sang putranya itu.


Hingga Aaron yang mengerti pun, ikut mendekat serta merangkul, dan mencoba membujuk dengan kata-kata manis yang sangat atau tak perna dikeluarkan nya. Karena kehidupan nya yang keras selama ini.


Membuat Aaron hanya memikirkan balas dendamnya saja. Dan tak perna berpikir akan mendapat keluarga kecil yang bahagia seperti ini.


Iya..."sang putra susah untuk dirayu, dan selalu mual melihat orang yang bermuka manis didepan nya. Maka oleh karena itu, yang mana sifat tersebut, hanya menunjukan sebuah kemunafikan dan sandiwara yang ingin mendapatkan sesuatu, dan hanya akan membuat menurun penilaian nya, terhadap seseorang tersebut.


"Aaron pun setelah berfikir keras, akhirnya juga mengeluarkan kata-kata itu dengan sedikit aneh. Karena tak terbiasa, dan dengan bersusah payah pula mencoba mengatur kata-katanya dengan sedikit rayuan. Agar sang putra nya dapat mengerti dan menerima nya sebagai Dady dan berbagi sang Mamy.


Dengan lembut pula Aaron berucap kepada sang putra, untuk dapat mengerti kondisi orang dewasa dan memahami kalau saat ini, bukan hanya putra nya saja yang akan melindungi sang Mamy, tapi juga sekarang ada Dady nya yang akan juga menjaga sang Mamy.


Dan dengan berat hati pula, Richard yang ada rasa tidak rela. Kalau iya...saat ini akan berbagi kasih sayang sang Mamy nya, bersama sang Dady.


Tapi mau bagaimana lagi, kalau saat ini iya telah menemukan sang Dady, dan iya tidak bisa berbuat apa-apa, serta sang Dady tadi juga berjanji dengan cara membisikan nya, kalau iya akan selalu menjaga dan melindungi sang Mamy dan lagi akan memberi nya adik, agar iya akan ada teman nanti di Mansion ini serta iya yang akan menjaga sang adik nanti.

__ADS_1


"Maka dengan polos pula, Richard yangmemang sudah sejak lama memperhatikan banyak nya orang dilingkungan nya, yang memang mempunyai keluarga utuh serta mempunyai saudara, yang dapat diajak bermain serta saling melindungi. Maka iya pun memanggutkan kepala nya, tanda iya setuju akan kesempatan mereka yang sama sekali tidak diketahui oleh Alice.


San ini membuat Alice sangat penasaran, akan apa yang dikatakan barusan, oleh Aaron suami nya itu, sehingga dapat dengan mudah nya membujuk sang putra yang sangat keras kepala, sama seperti mereka berdua.


Aaron hanya dapat mengambil napas berat dan bersukacita didalam hati, dan mengembang kan senyuman licik nya, hingga semakin membuat Alice sangat penasaran, tapi iya juga bernapas lega, akhir nya sang putra dapat mengerti kondisi saat ini.


Hingga Alice berucap, "Ayo cepat kita semua mandi dan segera mempersiapkan kepulangan sang Kakek di Mansion nya.


Dan dianggukan kepala oleh sang Putra, tapi tidak dengan Aaron. Karena mulai saat ini, iya harus tinggal di Mansion mertua nya, sesuai kesepakatan, sebagai kompensasi membuat sang putri hilang selama ini.


"Hah...! "Aaron hanya pasrah, dan segerah menuju kamar mandi nya, serta Alice yang dengan segerah mengambil sang putra, digendongnya menuju ke dalam kamarnya, dan hendak dimandikan nya saat ini, serta mendandani nya dengan kren.


Tiba saat ini sang putra sudah nampak rapi, serta Alice segerah menyerahkan nya kepada sang pelayan, untuk melayani nya mulai sekarang, karena iya juga akan segerah bersiap-siap.


Tapi saat tiba Alice memasuki kedalam kamar nya, Aaron yang sudah rapi dan menungguinya.


Langsung saja memeluk nya erat, dan ******* bibir Alice dengan rakus, karena kekesalan aktivitas nya tadi yang terganggu.


Hingga membuat Alice, memukul dada Aaron, berusaha untuk melepas kan nya, dan berkata, kita sudah tidak ada waktu lagi, dan mungkin saat ini Ayah sudah menungguinya di Rumah sakit, untuk segerah dijemput. Dan ini kembali membuat Aaron semakin kesal hingga membuat nya ingin melampiaskan kekesalannya itu pada apapun, dan hal itu tampa disadari oleh Alice.


🌹🌹🌹🌹🌹


Bersambung dulu yah Gays and ikuti terus kelanjutan nya miss you😍.

__ADS_1


__ADS_2