
Aaron...hanya menatap sejenak, lalu kembali menunduk dan seperti tidak perduli dengan apa yang akan di laku kan oleh Bertha selanjut nya.
Lalu, Bertha serasa mendapatkan angin segar, yang mana iya pun, seperti tidak dapat penolakan, lalu melanjutkan aksi nya itu.
Alice sekilas nampak cuek, toh iya pun tidak mempunyai perasaan juga terhadap si Om mesum itu. Tapi selanjut nya....!
Bertha yang tidak mendapat penolakan pun, mulai mendekat kan diri nya serta berdiri tegap di hadapan Aaron saat ini, hingga iya bersandar di meja kerja nya dan mulai menggoda nya.
Hai...Tuan Aaron, Aku menunggu mu seharian kemarin di restoran kemarin, dan karena rasa cemas ku ini, akan keadaan mu ! "maka nya Aku pun berinisiatif untuk menjenguk mu sekaran ini.
Dan Aku juga sedikit membawakan mu bekal makan siang dengan ini, agar kita bisa makan bersama, sambil bersikap manja dan menggoda, Bertha berusaha berucap dan menggoda Aaron.
Aaron yang mendengar merasakan jijik dengan kelakuan perempuan ini, hingga iya mengenyit kan alis nya dan hanya menahan nya saja, dengan berlaku seperti tidak perduli.
Alice yang mendengar, serta yang semula tidak perduli, dan setelah mendengar perkataan seperti itu, iya pun juga merasa jijik dengan wanita murahan seperti ini.
Lalu...iya pun berkata di dalam hati, modus pelakor, heh...kita lihat saja, sampai dimana...iya mau menggoda suami ku, eh kok aku jadi merasa iya suami ku, tapi kan dia memang suami ku, walau Aku nya belum ada rasa, dan apa perlu ku basmi juga yah pelakor ini, dengan jengah nya, Alice melirik ke arah Bertha dan Aaron, tapi...masih berpura-pura cuek.
Tak lama Bertha pun mulai membuka isi rantang yang di bawa nya, serta menyusun di atas meja Aaron dan hendak menyuapi nya saat ini dengan berucap...
Ayo Tuan Aaron, sini Aku suapi sedikit makanan nya, dan jangan terlalu sibuk dengan pekerjaaan, yang mana nanti membuat mu sakit. Dengan lembut nya Bertha berkata, dan jangan lupa, Pakaian Bertha saat ini, yang pastinya sangat ketat, kancing dada sedikit terbuka dan rok yang begitu minim, sehingga saat iya sedikit membungkuk memperlihat kan body nya yang waw...
Alice yang melirik, mulai menggeram, karena iya tidak memperduli kan diri nya, serta Ainsley yang masih ada di dalam ruangan itu.
Yah..."Ainsley masih setia berdiri, menunggu perintah Bos atau atasan nya itu, untuk apa yang akan di lakukan selanjut nya.
Dan saat sendok sudah hampir mendekat, serta Alice yang sudah tidak tahan lagi pun, langsung bangkit berdiri dan menghampiri Bertha dengan menghadap nya.
__ADS_1
Alice berdiri, yang sambil bersilang tangan di dada, sambil berucap...
Maaf..." Nona siapa Anda...!
Kalau seperti nya Tuan ini sudah ada janji makan siang bersama orang kain dan iya juga tidak memperduli kan Anda saat ini.
Tapi...mengapa Anda kesan nya, seperti memaksa yah, masih dengan gaya angkuh yang mengikuti gaya Aaron, Alice pun mulai berbicara.
Dan tak lama setelah Bertha mendengar suara Alice yang berucap saat ini pun.
Hingga Berta dengan cepat pula menghentikan kegiatan nya, yang hendak menyuapi Aaron tersebut, lalu berbalik menata Alice dengan sengit, dan tatapan permusuhan.
Tak lama, Bertha pun ikut berucap..."Oh...ternyata ada orang yah di sini, maaf Aku tidak melihat, dengan angkuh dan congkak nya Bertha berucap, serta memancar kan suatu tatapan menantang.
Ooohhh..."Jadi kau tidak melihat, jawab Alice. Dan setelah itu kembali berucap....dan sekarang...! "Apakah kau sudah melihatnya hah...? "Dengan tak kala angkuh nya, Alice menjawab dan menantang Bertha.
Dua pria itu, masih menunggu reaksi yang paling buruk, baru setelah nya, mereka akan memisah kan.
Aaron yang masih berpura-pura cuek, serta Ainsley pun, masih menunggu perintah atasan nya itu, tak berani berbuat apapun saat ini.
Hingga perdebatan itu semakin memanas yang mana Bertha pun menjawab ..! "sebenar nya aku melihat nya dari tadi sih...! "Tapi kau hanya cicak di dinding bagi ku, jadi ku rasa tak perlu untuk ku perhatikan juga, dengan angkuh nya Bertha berucap, yang mana membuat Alice semakin mendidih hati nya.
Apa...! Kau anggap aku cicak, enak saja kau...! dengan geram nya Alice mendengar perkataan Bertha, dan di lawan Bertha dengan berucap...
Iya..."memang kenapa...! ada masalah dengan lo....hah, Bertha balik menantang Alice, yang mana iya tidak tau sebenar nya Alice adalah istri Aaron, karena memang pernikahan mereka di rahasia kan saat ini.
Alice yang mulai kepanasan pun, setelah mendengar perkataan dari Bertha, langsung saja, jiwa bar-bar nya pun keluar dan....Aaawww....Bertha berteriak kesakitan.
__ADS_1
Yang mana karena ulah Alice, yang saat ini mulai mengamuk, serta menarik atau menjambak rambut nya Bertha serta, Bertha pun tak mau mengalah dan membalas dengan ikut menjambak rambut Alice juga, sehingga terjadi lah pertarungan sengit, antar perempuan tersebut dan membuat Aaron serta Ainsley kaget nya minta Ampun, atas aksi kedua perempuan ini.
Bukan cuma menjambak, tapi aksi cakar-cakaran pun mulai terjadi, hingga Aaron memerintah kan Ainsley untuk membantu nya, memisah kan perkelahian kedua perempuan ini.
Yang mana, Ainsley berinisiatif dengan menarik tubuh Bertha dan Aaron pun ikut menarik tubuh Alice istri kecil nya itu, yang saat ini, membalas dengan bringas nya, serta keadaan mereka yang sudah tak terkendali lagi.
Yang mana, saat Ainsley dan Aaron menarik pinggang mereka, untuk menjauh kan mereka.
Aksi mereka berdua pun, masih tak berhenti dengan cara menghentak-hentak kan kaki serta meraih-raih tangan yang seperti masih ingin membalas dengan muka yang sudah tak berbentuk, dan segala caci maki yang buruk pun, semua keluar dari mulut mereka berdua.
Pokok nya ...kalian bayang kan saja seperti itu, author juga gak bisa bayangin, gimana serem nya perkelahian itu😀.
Dan setelah di pisah, barulah Aaron berucap dengan keras nya...
Sudah cukup kah kalian berdua menjadi kan kantor ku ring adu jotos kalian.
Dan bila kalian mau melanjut kan nya, silahkan lanjut kan di luar, tapi jangan di ruangan ku.
Tapi Om...dia duluan yang mulai, dengan kesal nya Alice berucap...
Dan di balas Bertha..."Mana ada, dia duluan yang mulai, dengan kesal dan cemberut nya Bertha membalas.
Hingga Aaron pun berucap lagi...
Maaf Nona Bertha, tapi saat ini sebaik nya Anda pulang saja dan pergi tinggal kan ruangan ku saat ini, dan bila ada hal-hal yang perlu di bicara kan, silahkan Anda menghubungi asisten ku terlebih dahulu, serta dengan segala hormat dan masih bersikap dingin, Aaron berucap dan secara tidak langsung, mengusir Bertha secara halus.
Yang mana membuat Berta mendengus kesal saat ini, hingga mulai meninggal kan ruangan itu dengan muka kusut dan di hentak kan kaki nya.
__ADS_1
Alice pun setelah melihat Bertha pergi berlalu, dan iya sedikit menjulur kan lidah nya...wekk.."Iya masih sempat mengejek Bertha dan mulai mereda lah amarah nya itu.