Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin

Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin
Menjenguk Aaron


__ADS_3

Aaron telah di pindahkan kedalam Ruang perawatan saat ini.


Dokter berkata, untuk sementara boleh menjenguk pasien tapi tidak boleh terlalu ramai, mengingat kondisi pasien dan harus banyaknya beristirahat.


Mereka mengerti, serta Tuan Kendrick berkata, "Ayolah Putri ku, cepat kau temui suami mu itu, dan segerah hibur dirinya. Dengan terkikik geli, Tuan Kendrick mencoba menggoda putrinya.


Alice tersipu malu, mulai melangkah sambil menahan debaran di dada. Gugup entah mengapa ia rasakan saat ini.


Seperti perasaan remaja yang yang baru jatuh cinta. Debaran ini semakin kencang di saat pintu kamarnya terbuka.


Alice melihat Aaron yang masih terbaring lemah. Memejamkan matanya, entah apa itu masih pengaruh obat, atau ia memang yang masih kelelahan paska sehabis tragedi ini.


Alice saat ini sudah mendekat. Bahkan sangat dekat, hingga wajah mereka pun hanya beberapa senti.


Ia duduk di samping ranjang Aaron. Menatap wajah itu, dengan penuh sendu dan perasaan yang terpendam selama ini.


Rindu yang ia tahan karena keegoisan nya. Menahan air itu tumpah, tapi akhir nya lolos juga.


Menggenggam tangannya sambil berucap dengan sesenggukan. Aku ingin marah tapi tak bisa, Aku ingin membencimu tapi semakin aku benci, Aku semakin tersiksa.


Selama jauh darimu. Bukan perasaan lega yang ku dapatkan. Tapi rasa bersalah serta rindu yang tak tertahan.


Selama ini Aku juga mencintaimu, tapi tak berani mengungkapnya. Karena mengingat kau yang selalu melarang ku, membuatku selalu ingin membantah mu.


Tapi sekarang Aku mengaku salah. Sayang cepatlah sadar, dan Aku akan selalu bersama mu mulai saat ini. Kita akan lalui semua rintangan bersama sekarang.


Plisss....! "Maafkan atas sikap ku yang kekanak-kanakan selama ini. Cepat bangun dan Aku berjanji akan selalu menurutimu mulai saat ini.


Dengan masih sesenggukan, Alice berucap, "Tampa sadar, sedari tadi Aaron pun hanya berpura-pura tidur atau pingsan.


Ia mendengar semua perkataan Alice sedari tadi. Hingga saat Alice yang menunduk menahan tangisnya.


Aaron langsung membuka mata dan berucap, "Benarkah semua ucapan mu.


Alice tertegun, tak percaya atas pendengarannya saat ini. Malu pasti.


Tapi sesaat kemudian Aaron mencium bibir Alice yang membuat mata Alice terbelalak, tak percaya, hingga larut mengikuti permainan Aaron. Sampai napas mereka sama-sama tersengal-sengal karena hampir kehabisan oksigen.


Aaron tertawa renyah menatap wajah malu-malu istrinya saat ini.


Ia pun mulai menggoda dengan berucap, "Jadi mulai saat ini kau akan menuruti semua perintah ku Nyonya Aaron. Yang membuat mata Alice melotot. Hendak protes tapi tak bisa menyangkal.


Dan kini membuat Aaron semakin terkikik geli, sampai ia hendak memeluk nya saat ini pun


Alice yang terkaget pun, mulai menahan dengan tangan yang menempel di dadanya.


Kenapa di tahan, bukannya kau juga rindu kepada ku sayang.


Oh... ayolah... peluk Aku, karena Aku pun merindukan mu sayang.


Hingga akhirnya Alice pasrah. Sampai akhirnya kini giliran sang putra nya Richard yang hendak masuk.


Alice mencoba berucap, "cukup dahulu pelukannya, karena kini giliran putramu yang akan masuk.


Aku malu bila sampai Richard melihatnya.


Kenapa ? Dia putra ku, dan Aku Dady nya. Maka biarkan dia melihat dan tau kalau kedua orang tuanya ini, saling mencintai. Dan kenapa kau masih ingin menyembunyikan.


Bukan Aku mau menyembunyikan nya. Tapi...!

__ADS_1


Tapi apa ?


Tapi Aku bingung menjelaskan kepada putra mu itu.


Kau tau sendirikan, sifat nya itu sama seperti mu, dan keras kepalanya menurun dari ku.


Hahaha..."Akhirnya kau mengakuinya, lalu kembali memeluknya. Tapi tiba-tiba pintu pun terbuka.


Yang memperlihatkan sosok putranya, yang hendak bergantian menjenguk sang Dady.


Alice terkaget sambil melepas paksa pelukan itu, sambil berucap Alice, "Sayang....!


Ah....Mamy kalau kau masih ingin melanjutkan nostalgia mu itu, maka silahkan dilanjut kan.


Aku akan sabar menunggu diluar bersama kakek.


Ah...tidak sayang !


Mari kemari dan bicaralah kepada Dady mu. Mamy akan menunggu diluar.


Tapi Mamy...! Dengan ragu, Richard saat ini akan mendekati sang Dady.


Alice pun segerah berdiri, memberi ruang untuk Ayah dan anak ini berbicara.


Richard sudah mendekat. Tapi ia masih menunduk malu.


Aaron yang faham pun, memecah kecanggungan diantara mereka.


Apa kamu baik-baik saja son ?


Ya...Dady ?


Tak terkira bagaimana perasaannya saat ini. Dan tersenyum merekah sambil berucap, "Dady senang kau tidak terluka Son.


Kenapa Dady melakukan itu semua ?


Karena kalian semua keluarga ku. Dan Dady sebagai lelaki harus melindungi kalian semua.


Bukan karena hal lain !


Maksudnya son ?


Yah...."Karena rasa bersalah mu !


Walau Dady tidak berbuat salah pun, Dady tetap akan melindungi kalian semua. Karena kalian semua beharga.


Apakah itu benar Dady, dengan menatap tajam mata sang Dady, Richard mencari kebenaran di baliknya.


Apakah kau meragukan akan perasaan Dady mu ini son ?


Mungkin !


Ahhhhh...."Tidak masalah.


Kau akan mengerti son, seiring berjalannya waktu.


Aku akan menantikannya Dad.


Aahhhh..."Baiklah...."Tunggu setelah Dady keluar dari Rumah sakit ini.

__ADS_1


Apa yang akan Dady lakukan ?


Kita lihat saja nanti.


Dady jangan membuat ku penasaran.


Hahaha...."Itu hadia yang paling kau inginkan.


Maksudnya ?


Kita akan segerah berlibur dan membuat adik buat mu. Bukannya Dady sudah berjanji kepada mu.


Benarkah ! "Dengan mata berbinar, Richard tersenyum senang mendengar.


Tentu son ! "Kau mau berlibur kemana.


Aahhhh...."Aku ingin ke Itali Dady, karena Aku ingin beselpi bersama pemain bola di Negara itu.


Baik son, bilang secepatnya kepada Mamy mu.


Aaahhhh....dengan senang dan berjingkrak, Ricard mulai memeluk sang Dady.


Melihatnya...Aaron ikut tersenyum bahagia, menatap sang putra yang begitu bahagia saat ini.


Hatinya pun berbunga-bunga. Baru kali ini, ia merasa ada keluarga dan tak akan lagi merasa kesepian. Karena ia akan selalu melindungi keluarga nya itu.


Tak lama, Ricard pun pamit kepada sang Dady. Karena kini giliran sang kakek yang akan masuk.


Aaron pun mengangguk tanda setuju. Lalu melihat sang putra keluar, meninggalkan kamar nya ini. Hingga wajah sang Ayah mertua terlihat.


Hai menantu ku ?


Aaron terkekeh geli, melihat tingkah Ayah mertuanya.


Kenapa kau bisa selamat sih !


Apa maksud Ayah ! Apakah Ayah ingin putri mu itu menjadi Janda ?


Hahaha...."Kendrick tertawa lepas.


Kau takut kah Alice menjadi Janda, serta ada lelaki lain, yang akan menggantikan mu itu.


Ayah...! "Janganlah kau berucap seperti itu!


Apakah kau yakin, akan ada lelaki yang sebaik Aku untuk melindungi Putri mu itu.


Kenapa tidak ! Dengan angkuh nya Kendrick berucap. Mencoba provokasi Aaron saat ini.


Ayah ..!


Hahahha....! "Aku hanya bercanda saja. Jadi bagaimana keadaan mu saat ini?


Buruk ! "Dengan jutek Aaron berucap.


Sudah..."Kau jangan marah lagi. Apakah kau ingin Aku menyembunyikan Alice dan putra mu itu hah. Agar kau kembali menderita.


Tidak Ayah ! "Aku mohon Ayah ..."Jangan kau lakukan itu.


Baiklah...."Tapi dengan syarat...!

__ADS_1


Syarat lagi !


__ADS_2