Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin

Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin
kepanikan Alice dan malam pertama yang buruk


__ADS_3

Karena sudah terlalu lama Alice berada di dalam kamar mandi nya.


Yah... sesaat Alice berlari masuk ke dalam kamar mandi, Aaron yang merasa bersalah, hendak kembali meminta maaf, tapi....


Melihat Alice yang sudah memasuki kamar mandi dengan terburu-buru tadi, Aaron mencoba menunggu di dalam kamar sambil membuka hp serta membaca kembali berita yang sedang beredar di dalam kantor nya saat ini.


Tapi..."setelah menunggu lama, dan Alice tak kunjung keluar juga, dari dalam kamar tidur nya.


Aaron pun menjadi gelisah serta ingin segerah memeriksa, apakah Alice di dalam sana baik-baik saja.


Dan...Aaron pun mencoba mendekati pintu kamar mandi sambil menotok pintu nya serta berucap...


Tok... tok...tok....


Alice....!!!


Kamu baik-baik saja kan di dalam....!???


Alice yang terkaget mendengar suara Aaron, menjadi semakin panik dan berpikir takut Aaron memaksa masuk saat ini juga, yang mana Alice sudah melepas semua pakaian nya yang basah.


Dan karena panik juga, Alice pun menjawab....


Iya....!!!


Aku baik-baik saja, dengan gugup nya Alice berucap....


Tapi....kenapa kamu nya lama sekali di dalam sana....?


Akhhh....ini...!


Aku...aku sebenar nya ada sedikit masalah...!


Masalah apa...!"Cepat kata kan!


Atau...pintu nya ku dobrak saat ini juga...!

__ADS_1


Jangannnnn....! "Ucap Alice semakin panik.


Tadi aku lupa bawa handuk dan baju ganti, maka nya aku gak bisa keluar saat ini, dengan sedikit gugup, Alice berucap.


Oohhh...."Baik lah, tunggu sebentar...!


Aku akan segerah mengambil kan baju ganti mu.


Dan tak lama, Aaron kembali terdengar suara nya mendekat dengan berteriak sehabis membuka dan mengambil pakaian Alice dari tas koper yang di bawa nya tadi dan ingin menyerah kan nya sekarang, sambil berteriak....


Ini ada handuk dan baju nya, cepat buka pintu nya sekarang juga.


Tapi ... "Alice yang masih takut akan terjadi seperti kejadian tadi.


Iya pun, nampak ragu-ragu membuka pintu nya, dan akhir nya, pintu kamar mandi nya pun terbuka sedikit, serta menampak kan tangan nya Alice yang terulur, hendak mengambil handuk dan pakaian ganti nya itu.


Dan tak lama, Aaron pun dengan segerah memberikan nya lengkap dengan pakaian dalam nya, yang mana hingga membuat Alice malu serta dengan cepat pula, Alice menutup pintu nya kembali.


Hanya saja..."Alice tidak habis pikir, itu kalau memang si Om mesum, pastilah dia akan memanfaat kan situasi seperti tadi.


Dengan segerah pula Alice memakai baju nya, serta karena Aaron yang nampak khawatir dan terus memanggil nama nya, membuat Alice saat ini, mau tak mau harus segerah keluar dari kamar mandi tersebut.


Di tatap nya si Om mesum yang terlihat biasa dan santai, seperti tidak terjadi apapun tadi, seakan membuat Alice sedikit kesal, tapi juga mengingat tadi si Om mesum yang tidak memanfaat kan situasi, yang mana bisa saja Aaron si Om mesum tadi menerobos masuk dan melaku kan hal-hal yang buruk pada diri nya.


Itu membuat Alice sedikit bimbang serta dengan ragu-ragu pula Alice yang mana mau segerah beristirahat, karena tubuh nya yang teramat amat lelah dengan segala kegiatan sepanjang hari ini, yang membuat tubuh nya seakan remuk.


Alice menatap tempat tidur dengan ragu, serta di lihat Aaron yang mengerti dan berkata...."Kau tidur lah di ranjang dan Aku tidur di sofa.


Hem...tapi apakah...."belum juga Alice berucap dan di potong oleh Aaron dengan berkata....


Tidak ada tapi-tapian atau kita malam ini tidur satu ranjang, dengan tatapan tajam dan tegas Aaron berucap, yang mana tadi pada hal Alice mau bilang, apakah tidak sulit tidur di sofa dan sebaik nya mereka tidur di kamar yang seperti biasa saja, karena ini sama saja juga iya menyiksa Aaron.


Tapi di pikir ini mau nya sendiri si Om mesum, dan sekalian iya juga mau memberikan pelajaran pada si Om mesum yang mana tadi iya telah berlaku tidak sopan terhadap diri nya.


Alice pun dengan segerah duduk di sisi ranjang, tapi juga agaknya sedikit takut, masih berputar memori saat ciuman itu, dan membuat nya sedikit trauma serta melirik ke arah Aaron.

__ADS_1


Yang mana saat ini, Aaron telah memasang bantal dan membaring kan diri nya di atas sofa dengan juga memang kan selimut nya.


Alice masih nampak ragu, takut saat dia tertidur dan si Om mesum bisa sebebas nya, melaku kan apa yang dia mau pada nya.


Dan melihat Aaron yang sudah nampak tertidur, baru lah Alice dengan masih ragu membaring kan diri nya serta menutup tubuh nya dengan selimut tebal hingga batas leher nya dan memeluk nya erat.


Pada hal saat ini pun Aaron juga belum tertidur, iya hanya ingin melihat Alice merasa nyaman segerah tidur serta beristirahat, dan di dengar nya Alice sudah mulai sedikit mendengkur.


Aaron pun berbalik menghadap Alice yang mana tadi Aaron berbaring dengan berbalik memunggungi Alice.


Kini iya yang berbalik badan dan menampak kan wajah polos Alice istri kecil nya itu yang sudah pulas tertidur dengan cepat nya, sehingga menciptakan senyuman buat Aaron.


Lama nampak Aaron memandangi wajah istri kecil nya itu, walau jarak sedikit jauh dari tempat iya berbaring, dan di sertai banyak nya pemikiran Aaron saat-saat bersama nya.


Hingga tampa terasa mata Aaron pun ikut terpejam dan tertidur pulas.


Pagi-pagi sekali, Aaron sudah bangun dan rapi, karena mengingat semalam tidak dapat tidur dengan nyaman, yang mana tempat tidur nya yang sempit.


Dan Alice yang baru terbangun dengan posisi tidur yang bisa di sebut, tidur nya kayak apa yah🤔, guling ada di bawah, rambut kayak kunti or kusut nya minta ampun, bantal juga entah sejak kapan ada di kaki.


melihat nya, Aaron sampai geleng-geleng kepala dan setelah bangun tampa sadar iya ada di mana, iya langsung duduk dan menguap lebar karena Aaron baru saja membuka khordeng jendela nya.


Yang mana membuat Alice, langsung segerah terbangun, dan melihat sekitar baru tersadar dengan shock pula iya mengingat kejadian semalam dan memeriksa semua pakaian nya masih lengkap serta melihat tempat tidur nya yang berantakan iya sedikit malu.


Aaron pun berucap..."Cepat lah kau mandi dan segerahlah turun kebawah untuk segerah sarapan bersama. Lalu setelah itu Aaron meninggal kan Alice yang masih bengong dengan sikap nya yang barusan.


Iya menepuk pipi nya beberapa kali, hingga iya tersadar dan berucap, Aku baru teringat, Aku sudah menjadi istri nya, dan kejadian tadi sungguh memalukan, Alice dengan geram menggerutuki kebodohan diri nya.


Yang mana iya sadar, iya tidur dengan posisi yang tidak normal, layak nya seorang anak perempuan🙍.


Tapi...mengingat kejadian semalam, iya masih kesal dan masih ingin terus membalas nya, dan terus berpikir, bagai mana cara membalas nya.


Dan tak lama pun iya berkata..."Ahh...sudah lah, nanti saja Aku pikir kan, yang penting Aku mandi saja terlebih dahulu.


Serta tak lama iya pun turun untuk sarapan bersama.

__ADS_1


__ADS_2