Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin

Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin
Aaron tertembak


__ADS_3

Hingga membuat Alice, memukul dadanya Aaron. Berusaha untuk melepas kan nya, dan berkata, "kita sudah tidak ada waktu lagi, dan mungkin saat ini Ayah sudah menungguinya di Rumah sakit.


Yang mana untuk segerah dijemput, dan membuat Aaron semakin kesal hingga membuatnya ingin melampiaskan kekesalannya itu pada apapun. Tapi hal ini tampa disadari oleh Alice.


Aaron berucap sabar pada diri nya sendiri, sambil sedikit mengelus-elus dadanya. Dan berlalu untuk segerah bersiap.


Sampai pada akhir nya kini melihat penampakan bahwa istri dan putra nya saat ini sudah berada di hadapan nya dengan wajah yang menyejukkan hati.


Dan ini membuat Aaron merasa bahagia, dan berpikir, mulai saat ini ia akan ada keluarga yang akan menyemangati hari-hari nya.


Yang hingga ke depannya, ia takan ada lagi rasa kesepian. Karena saat ini ada keluarga yang akan selalu berada disisinya dan selalu mengisi hari-hari nya.


Maka dari itu, Aaron yang saat ini sudah berada diruang makan dan menatap keluarga kecil nya ini, dengan hangat serta bangga akan keberhasilan nya, dalam menciptakan suasana baru serta keluarga kecil yang bahagia.


Dan tiba saat ini mereka sudah menyelesaikan sarapannya. Aaron, Alice serta sang putra nya akan segerah bersiap ke Rumah sakit, tapi terlebih dahulu Alice menelpon kepada kepala pengurus Mansion Ayah nya.


Untuk segerah mempersiapkan segala sesuatu, yang telah ia sampaikan semalam, dan agar dapat memberikan penyambutan yang menarik, buat kepulangan Ayah nya nanti.


Yang saat ini, akan pulang dari Rumah sakit dengan kesan yang baik dan memulai segala nya dengan baik pula.


Maka dari itu. Setelah memastikan semua telah siap dengan keinginan nya.


Barulah setelah itu Alice berucap, "sayang....! Dengan melambaikan tangannya dan berucap, "Tunggu Mamy, lalu langsung menyusul memasuki mobil yang telah menungguinya, sedari tadi. Dan...Lalu dengan segera pula, Alice memasuki mobil nya.


Setelahnya, dengan terburu-buru Alice masuk. Barulah mobil itu melaju, dengan kecepatan sedang.


Lalu pergi menuju ke Rumah sakit. Hingga mobil mereka pun akhirnya, sampai didepan Rumah sakit. Serta dengan satu-persatu, mereka pun mulai turun.


Saat sampai di Rumah sakit, Sang Ayah yang sudah menunggu. Tidak sabar untuk segera pulang dan berkumpul di Mansionnya.


Dan kini ia sudah siap menyambut mereka. Agar segerah membawanya keluar dari Rumah sakit ini, yang membuatnya, selalu tidak betah.


Alice melihat sang Ayah. Berhamburan...segerah memeluk dan mencium pipinya hangat. Ia berkata sayang kepada Ayahnya dan berucap selamat pagi, hingga menanyakan keadaannya saat ini.


Ayah kau baik kan pagi ini, dan sudah siapkah untuk kepulangannya saat ini.


Dengan tersenyum senang, Ayahnya berucap, "Tentu Ayah sangat baik dan sangat siap untuk segerah pulang.


Dan cucuku yang tampan. Mari sini peluk dan cium kakekmu yang sudah tua ini.

__ADS_1


Dengan malu-malu pula Richard mendekat dan memeluk serta langsung dicium pipinya oleh sang kakek.


Dan penampakan ini, seperti keluarga yang sangat bahagia.


Membuat hangat seisi Ruangan. Hingga sang Dokter masuk ke Ruangan, memeriksa untuk yang terakhir kali, dan berkata, "Semua sudah baik, serta Tuan sudah bisa pulang saat ini.


Maka mereka semua pun, tersenyum bahagia. Dan mulai berkemas untuk segerah pulang.


Saat ini Mereka sudah memasuki mobilnya, dan untuk segerah kembali ke Mansion Ayahnya, seperti perjanjian semula.


Semua nampak senang saat ini, tapi saat di pertengahan jalan, tiba-tiba.


Mobil yang dikendarai mereka ditembaki, Hingga membuat sang putra ketakutan, serta ia juga cemas dengan kondisi Ayah yang baru pulih ini.


Aaron menelpon sang asisten yang berada didalam mobil didepan.


Memerintahkannya agar cepat memanggil bantuan. Dan mobil diputar kejalan lain. Agar dapat mengecoh musuh serta tidak banyak korban lain. Mengingat ini adalah jalan yang padat.


Ia ingin, sang Asisten, untuk segerah menarik perhatian mobil lawan, dan segerah mengecoh nya. Maka mereka akan mengambil kesempatan dengan segerah mencari tempat yang aman untuk melindungi keluarganya saat ini.


Asisten mengangguk patuh, serta dengan segerah memepet mobil lawan dengan cara mengesampingkan mobil dan segerah mundur serta mengerem mendadak, hingga terjadi sedikit tabrakan.


Hingga saat ini mereka sampai di pinggiran kota yang agak lenggang.


Alice memeluk putranya Richard yang sedikit ketakutan saat ini. Dan sang Ayah pun sedikit panik, dengan keadaan ini.


Aaron pun mencoba menenangkannya, Dan melihat kondisi aman. Ia pun mencoba turun dan berkata kepada keluarga kecilnya itu, agar menetap didalam mobil dan jangan ada yang sampai keluar.


Mereka semua ketakutan, dan tak berani menjawab. Tapi Aaron terus memastikan, hingga berjanji akan selalu melindungi mereka.


Serta tak lama melihat mobil sang asisten pun tiba, dan segerah menghampiri.


Tak lama sang asisten turun beserta sopir dan diikuti dia anak buahnya.


Mereka mulai bertarung hebat. Serta Aaron pun ikut turun membantu saat ini. Hingga pertarungan hebat pun terjadi.


Sang putra menatap dari dalam mobil pun, sedikit ada rasa takut, tapi juga tersirat kekaguman kepada sosok sang Dady, yang saat bertarung melawan musuhnya seperti ini.


Mereka mulai mengalahkan semua, hingga tersisa sedikit, dan bala bantuan pun segerah tiba.

__ADS_1


Di saat mereka semua telah tumbang. Barulah Ayah, Alice beserta sang putra Aaron turun dan melihat semua.


Para bantuan memohon maaf, karena terlambat datang, hingga mereka hampir membuat terluka keluarga Tuannya.


Aaron hanya menjawab, "Hem...


Dan segerah memeluk Putra beserta istrinya. Merasa haru, hingga mereka lengah, dan ternyata, masih ada musuh yang masih bertahan, hingga mengarahkan tembakan nya saat ini, ke arah sang istri.


Aaron yang tak sengaja melihat, langsung berbalik dan tertembak, "Dooorrrr.....


Semua berteriak histeris, "Dady....!Suamiku ...!


Hingga sang musuh langsung di tembak mati oleh asisten.


Aaron tergeletak dengan bercucuran darah saat ini.


Alice dan Richard masih memeluknya sambil menangis, menyesali perbuatannya.


Aaron tersenyum kecil, sambil berucap, "Ini adalah hal biasa baginya, dan aku sangat kuat.


Maka dari itu, Kalian jangan menangis. Sambil membelai wajah istri dan putranya, Aaron masih sempat menghiburnya.


Lalu dengan segera dinaikan kembali kedalam mobil, untuk segerah mendapat tindakan selanjut nya di Rumah sakit.


Hingga tiba di Rumah sakit, Aaron dengan segera mendapat perawatan di Ruang ICU, untuk segerah di operasi. Agar peluru dapat di keluarkan secepatnya, yang membuat semua berdebar menungguinya.


Hingga terdengar pintu ICU terbuka, serta Dokter berkata, "Operasi berjalan dengan lancar. Pasien sebentar lagi akan segerah di pindahkan, ke Ruang perawatan.


Barulah...setelah itu, keluarga pasien bisa menjenguknya, tapi biarkan saat ini pasien beristirahat sejenak.


Semua merasa lega mendengarnya. Hingga Alice menangis haru sambil memeluk sang Ayahnya.


Ayahnya mengusap punggung sang putri, sambil berucap, "Mulailah kebahagian kalian dari awal kembali.


Yang berlalu, biarlah berlalu, kini kita semua menapaki hari baru. Maka sayangilah suamimu mulai saat ini.


Ayah yakin, kamu sangat mencintainya sayang.


Alice semakin menangis mendengarnya, dan terus mengeratkan pelukan kepada sang Ayah.

__ADS_1


Richard pun sadar, kebahagian kedua orang Tua nya akan di mulai dari sekarang, dan dia pun bangga kepada sang Dady, yang berani berjuang melawan musuh, demi melindungi mereka.


__ADS_2