
Hari berganti hari, Nona Bertha terus berusaha mencari dan mendatangi kantor Aaron setiap hari nya, akan tetapi tetap saja, tidak mendapatkan hasil apa pun.
Bagaimana tidak, kalau semua pegawai sudah di bungkam, untuk tidak membocorkan keberadaan nya saat ini.
Mereka hanya terus menjawab, kalau saat ini, Tuan Aaron sedang berada di luar kota, untuk urusan Bisnis, dan belum tau jadwal kepulangan nya.
*
*
*
Dan di salah satu Rumah sakit terbesar di kota tersebut saat ini.
Mereka sedang berberes-beres, atau mengemas segala barang mereka selama berada di Rumah sakit ini.
Karena saat ini, adalah jadwal ke pulangan Alice. Yang mana hasil dari pemeriksaan semalam, serta Dokter pun berkata, kalau besok iya sudah di perbolehkan pulang.
Mengingat Gif di leher nya pun, sudah di lepaskan kemarin, serta nyeri di muka Alice pun sudah tidak terasa lagi.
Layak nya, seorang suami yang siaga, Aaron selalu berada di dekat istri nya, bahkan untuk ke kamar mandi pun !" Aaron tak mengizinkan Alice untuk berjalan sendiri.
Aaron selalu menggendong nya, bila istri nya itu hendak ke kamar mandi pun, dan membersih kan tubuh nya, selama Alice berada di Rumah sakit ini.
Bukan tampa alasan Aaron melakukan itu. "Iya hanya tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nanti, seperti jatuh atau apa !" dan menyebab kan Alice istri nya itu kembali terluka.
Serta ini juga baik untuk membuat hubungan mereka, agar menjadi lebih dekat satu sama lain, dan juga sekalian untuk hal mencari kesempatan di dalam kesempitan.
Aaron tersenyum simpul, mengingat kejadian selama beberapa hari ini. Yang mana iya yang selalu berdebat bila Alice selalu menolak untuk di antar Aaron memasuki kamar mandi.
Bagaimana tidak, Alice masih merasa risih dan malu. Apalagi saat Aaron membantu membersih kan tubuh nya, yang mana iya akan membuka seluruh pakaian nya juga, dan di saat itu lah, "Aaron selalu mencari kesempatan untuk meminta hak nya. "Dalam tanda kutip seperti menggerayangi tubuh nya, serta mencumbui nya, walau tampa harus melaku kan hal itu, dan mengingat Alice yang belum melepas Gif nya, Aaron berusaha sangat keras melawan nya, walau kadang iya hampir beberapa kali kebablasan.
__ADS_1
Dan saat ini, Aaron tersenyum senang, karena iya telah merencanakan untuk melaksanakan dan menuntas kan semua, setelah sesaat tiba di Mansion nya, atau bisa jadi di dalam mobil saat menuju ke Mansion nya nanti.
Alice tidak melihat senyuman Aaron tersebut. Dan tidak pernah pula berpikir akan hal sejauh itu. Yang di pikir kan Alice saat ini adalah, iya akan segerah meninggal kan Rumah sakit ini secepat nya.
"Yang mana, membuat pergerakan nya terbatas, dan makanan, serta banyak nya peraturan selama tinggal di sini, yang membuat nya tidak nyaman.
Alice keluar dengan hati senang, dari Rumah sakit tersebut, dan menghirup dalam udara segar sesaat di halaman depan Rumah sakit. Dan sebelum memasuki mobil Aaron, dengan sambil bergumam doa...!
"Semoga saja, ini terakhir Aku menginjak kan kaki di Rumah sakit ini, dan jangan sampai terulang lagi Amin".
Dan tak lama dari itu, dengan segerah pula di buka kan pintu mobil nya oleh sang supir, serta dengan segerah pula, Alice memasuki mobil nya.
"Tapi baru juga berjalan beberapa detik kemudian, sekat penghalang duduk, antara depan dan belakang pun tertutup secara tiba-tiba, Yang menyebab kan Alice panik serta menoleh ke arah Aaron, dengan melihat senyum mesum nya.
"Kenapa sayang !" serta, tapa aba-aba "Aaron langsung ******* bibir Alice dengan gairah yang ditahan selama ini, hingga membuat tubuh Alice meremang, ingin menolak, tapi tubuh nya tak mengizinkan.
Alice akhir nya mengikuti permainan Aaron di dalam mobil tersebut, hingga terjadi kembali mobil bergoyang, yang mana, membuat duo jomblo di depan akan kembali depresi.
Mereka tak ada yang berani berkata untuk memberitau, bahwa mereka saat ini sudah sampai, tapi mereka hanya berani menunggu saja.
Hingga skat pembatas terbuka, dan memperlihat kan dua anak manusia yang sedang kasmaran itu, yang sudah tak berbentuk.
Maksud nya bisa di sebut, Dari segi pakaian dan riasan yang sudah tak rapi lagi, seperti sedia kala 😀. "Dan seperti nya 🤔, pertempuran mereka ini pun, akan berlanjut lagi di dalam kamar nya.
Karena di lihat, yang mana mereka turun dari mobil nya, dengan masih menggendong Alice ala bridal style, dan seperti tak mau melepas pungutan mereka. Tampa menghiraukan orang di sekitar mereka.
Benar kata orang, kalau lagi kasmaran, dunia serasa milik berdua, yang lain menumpang. "Serta selepas kepergian Tuan nya, yang sekiranya sudah memasuki Mansion tersebut, membuat mereka berdua hanya geleng-geleng kepala.
Dan Ainsley yang tak mau mengganggu Tuan Nya itu, hanya bisa pasrah serta merangkul sang sopir untuk sambil menunggu urusan sang Tuan selesai, serta mengajak nya sementara bermain catur saja.
🌹 🌹 🌹
__ADS_1
Tak ayal Aaron saat ini, dan berbeda dengan Brayen yang mana saat ini pun iya juga sudah di izinkan untuk pulang dari Rumah sakit, di mana iya di rawat.
Selama beberapa hari, Tuan William beserta mantan istri nya itu bergantian menjaga Brayen, karena merasa Brayen lah penerus mereka satu-satunya.
Iya mendapat kan perawatan yang terbaik dan tak lepas juga kasih sayang dari kedua orang tua nya itu, yang selalu menuruti semua kemauan nya, hingga kadang membuat, kedua orang tua nya, untuk tinggal satu atap, walau sudah bercerai.
Brayen yang nampak sangat senang pun, karena akhir nya iya telah pulih kembali, dimana iya, yang sangat menginginkan kabar Alice.
Karena terakhir bertemu, Alice yang terluka di sebab kan membela diri nya, walau sedikit kecewa, setelah mengetahui, saat Aaron berucap kalau Alice itu istri nya.
Dan di dalam hati iya bertanya! "Apa benar seorang Alice sudah menikah, dan melihat suami nya, seperti seseorang yang berpengaruh, serta mulai mengerti mengapa Alice kemana pun selalu di temani bodyguard.
Tapi saat itu kenapa tidak ada bodyguard nya, dan dari cara berpakaian nya itu, yang terlihat biasa. Tapi ada kemungkinan lain, kalau iya dari keluarga terpandang dan mempunyai suami yang berpengaruh.
Dan yang menjadi penasaran Brayen iyalah, mengapa Alice selalu berpakaian biasa, dan saat kemarin iya mengatakan itu tempat nya biasa bermain, dan satu lagi !" Di mana bodyguard nya saat kemarin". kenapa saat kemarin tidak ada !
Apakah mereka saat ini sedang ada masalah ! "Maka Aku harus segerah mencari tau nya, setelah keluar dari sini.
Tapi berbeda pula dengan Ayah nya Tuan William.
Tuan William masih merencana kan hal licik, yang bakal menghancur kan Aaron dan Alice.
Dan iya juga, sudah menjelas kan semua ke pada Ibu nya Brayen serta membuat kesepakatan untuk ikut bekerja sama mencelakakan Aaron dan Alice.
Yah..." Ibu Brayen orang yang sama licik nya dengan Tuan William yang mana iya juga yang punya andil dalam menghancur kan rumah tangga Tuan William bersama Ibu nya Aaron saat itu.
Yang mana demi ambisi mereka, yang akhir nya hancur juga, hingga Perusahaan tersebut hampir gulung tikar, dan...masih bisa bertahan, karena di bantu Ayah Alice. Serta menyebabkan keirian Ibu Brayen hingga menyebab nya kecelakaan Mama nya Alice, yang menjadi misteri, hingga saat ini.
💕💕💕💕💕
Kita sambung besok lagi yah, jadi ikuti terus cerita nya dan jangan lupa tinggal kan jejak nya yah😍🤗.
__ADS_1