
Cloud melemparkan sembarang pedang ditangannya lalu menghampiri Hiyuka yang terduduk lemas di tanah karena ketakutan.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Cloud sambil berjongkok di depan Hiyuka.
Hiyuka menatap netra biru yang memandangnya tanpa berkedip, dengan reflek Hiyuka langsung memeluk Cloud erat.
Hiyuka merasakan betapa hangatnya tubuh Cloud dan mencium bau has tubuh Cloud yang etah mengapa menjadi candu yang memabukan dan membuat dia begitu nyaman memeluk Cloud hingga rasanya tidak ingin melepaskannya lagi.
Cloud yang dipeluk secara tiba-tiba merasa gelagapan namun membiarkan Hiyuka memeluk tubuhnya erat karena dia berpikir Hiyuka mungkin sangat ketakutan karena melihat pertarungannya tadi.
Cloud hanya mengelus rambut panjang milik Hiyuka di punggungnya "Kau tidak apa-apa?" Tanya Cloud lagi.
Hiyuka yang mendengar Cloud bicara mulai menyadari kesalahannya yang tiba-tiba memeluk Cloud sembarangan, perlahan Hiyuka melepaskan pelukannya sambil menunduk, kini wajah Hiyuka sudah merah padam bagaikan kepiting rebus.
Dan Cloud yang melihat itu hanya terkekeh kecil "Kita tolong mereka" ucap Cloud mengalihkan pembicaraan untuk menyembunyikan keguguapnnya,
Dan Hiyuka hanya menjawabnya dengan anggukan kepala sambil berdiri dan melangkah kearah Asisiten Pribadinya untuk melepaskan ikatan paman Yoojin dan Bibi Damnim, sementara Cloud melepaskan ikatan pengawal yang lain.
"Paman, bibi bangunlah" ucap Hiyuka sambil menepuk tepuk pipi mereka bergantian.
Setelah berapa lama ahirnya paman Yoojin dan bibi Damnim telah sadar "Nona muda apa kau baik-baik saja?" tanya Keduanya bergantian.
"Aku baik-baik saja bagaimana dengan kalian?" Tanya Hiyuka.
"Kami tidak apa-apa nona?" ucap keduanya.
Setelah dirasa para pengawalnya beristirahat cukup lama, Hiyuka pun memutuskan untuk pulang.
"Nona muda masuklah kami masih sanggup mengangkat tandunya" ucap salah satu pengawal.
"Tidak aku akan berjalan saja tidak apa-apa, lagi pula kalian belum sepehnya pulih" ucap Hiyuka tersenyum manis.
__ADS_1
Mendengar itu Cloud merasa akan berbahaya jika Hiyuka berjalan diluar tandu apalagi para pengawalnya yang belumlah sepenuhnya pulih akibat ulah anak buah Cang Min.
"Aku akan menemani kalian sampai perkampungan" ucap Cloud.
Mendengarkan itu tiba-tiba Hiyuka merasa senang bukan main Cloud akan menemaninya, mereka pun berjalan beriringan di depan para pengawal Hiyuka.
Baik Hiyuka maupun Cloud sama-sama saling mencuri-curi pandang hingga tanpa sadar mereka saling tersenyum satu sama lain saat keduanya memalingkan wajah kesembarang arah.
"Sudah Sampai" ucap Cloud yang membuat wajah Hiyuka berubah sendu.
"Ah... Iya" ucap Hiyuka.
Sejenak pandangan mereka tertuju satu samalain Cloud menundukan kepalanya tanda penghormatan, dan Hiyuka pun menundukan kepala pada Cloud setelah itu mereka benar-benar berpisah, Hiyuka melangkah masuk dalam pemukiman masyarakat sedangkan Cloud kembali masuk kedalam hutan
🥀🥀🥀
Prankk
"Ayah Kenapa Hiyuka masih hidup dan bisa kembali ke kediaman Natagawa?" bentak seorang gadis pada Ayahnya.
"Apa tidak mungkin Ayah sudah membayar mahal Kelompok Pedang Merah" jawab sang Ayah.
"Aku melihat sendiri Hiyuka masuk ke dalam paviliun miliknya" ujar sang gadis.
"Apa mungkin mereka gagal?" tanya sang Ayah.
"Aku tidak mau tau, pokoknya Hiyuka harus pergi dari kediaman Natagawa kalau perlu dia harus mati ayah" ucap Sang gadis prustasi.
"Tenanglah Putri ku, Ayah akan pastikan kalau lamaran perjodohan yang datang dari kerajaan itu akan menjadi milikmu dan bukan milik Hiyuka, ayah berjanji padamu" ucap sang Ayah menenangkan putrinya.
"Ayah berjanjikan?" tanya sang gadis.
__ADS_1
"Tentu ayah berjanji, hari ini juga ayah akan menemui pemimpin pedang merah dan menanyakan kenapa mereka gagal menyingkirkan Hiyuka" ujar sang ayah.
"Baiklah Ayah pergilah" ucap sang gadis.
💞💞💞
"Nona muda kenapa anda senyum-senyum sendiri sejak tadi" tanya Damnim yang sedang menyisir rambutnya.
"Aku.. Tidak apa-apa" ucap Hiyuka malu-malu.
"Pergilah aku mau tidur" pinta Hiyuka.
"Baiklah Nona saya permisi" ucap Damnim sambil tersenyum pula, bagi Damnim melihat Nonanya bahagia maka dia pun juga akan bahagia.
Setelah Damnim pergi hiyuka langsung membuka gulungan lukisan miliknya, dia memandang lukisan itu sambil tersenyum, Lukisan Cloud yang sedang memanah, Hiyuka memandang lukisan itu seolah Cloud ada di depannya.
"Ada apa denganku kenapa aku memikirkan dia terus" tanya Hiyuka pada dirinya sendiri "Ah sudahlah lebih baik aku tidur" ucapnya lagi seraya memejamkan mata sambil memeluk lukisan Cloud.
🍒🍒🍒
Tap
Tap
Tap
Suara langkah sepatu terdengar jelas di kesunyian malam, langkahnya terhenti saat melihat seorang laki-laki gagah berbaju merah dengan gaya khas orang Jepang, dan rambut panjangnya yang terikat sebagian, tak lupa dua pedang panjang yang sering dia bawa di pinggangnya menjadi ciri bahwa dia adalah seorang samurai sejati yang begitu handal
"Ini sebuah kebetulan atau kau memang sengaja menungguku di tengah jalan" tanya Cloud.
"Terserah kau mau menganggapnya apa, tapi aku datang dengan membawa pertanyaan" jawab Cang Min, ya laki-laki yang menghentikan langkah Cloud adalah Cang Min
__ADS_1