Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Pengakuan Cinta yang tidak Romantis


__ADS_3

"Tidur lah.. Hem.. Dan jangan keluar dari dalam kamar hingga esok pagi mengerti?..." Pinta Cloud pada Hiyuka, sambil kembali mencuri satu ciuman manis dari bibir gadis itu.


Namun Hiyuka masih tidak luluh, hatinya benar-benar sakit dan kecewa atas apa yang di lakukan Cloud saat ini padanya.


Cloud beranjak dari atas ranjang dan kembali mengenakan sepatunya, setelah dirasa sudah lengkap Cloud pun hendak pergi meninggalkan kamar yang di tempatinya bersama Hiyuka saat ini, hingga sebuah suara mengurungkan Niatnya untuk membuka pintu.


"Apakah kau selalu melakukan hal yang sama pada setiap wanita?" tanya Hiyuka penuh sesak.


Deg....


Mendengar pertanyaan Hiyuka membuat Cloud seketika tertegun di buatnya.


"Apa kau selalu memperlakukan wanita seperti ini?" tanya Hiyuka lagi dengan air mata yang mulai berjatuhan.


Cloud pun mengurungkan Niatnya untuk membuka pintu kamar dan kembali membalik arah langkah kakinya menuju ranjang tempat di mana Hiyuka berada saat ini.


Dengan satu gerakan Cloud langsung mengungkung Hiyuka di bawah tubuhnya dan tidak membiarkan gadis itu untuk memberontak lagi.


"Lepas.." Pinta Hiyuka sambil menahan mulutnya agar tidak mengeluarkan isak tangis, walau pun air mata sudah membanjiri kedua pipinya.


"Apa aku nampak seperti seorang bajingan di matamu?" tanya Cloud pelan.


"Hem... Jawablah" sambung cloud lagi.


"Apakah menurutmu aku seburuk itu?" tanya Cloud lagi.


"Jawablah...." Pinta Cloud lagi.


Hiyuka tidak menjawab satu pun pertanyaan dari Cloud, dia malah kembali menangis tersedu-sedu.


Dengan lembut Cloud menghapus setiap air mata yang jatuh dari kedua mata indah milik Hiyuka.

__ADS_1


Cloud sejenak menyatukan keningnya dengan kening Hiyuka agar membuat Hiyuka kembali tenang.


Setelah dirasa tenang Cloud pun mejauhkan keningnya dari Hiyuka.


"Berhentilah menangis... Dan berhentilah memikirkan hal buruk tentang diriku." Pinta Cloud.


"Kau tidak tau betapa menderitanya aku karena tidak dapat bertemu denganmu selama ini" ucap Cloud.


Hiyuka sejenak memberanikan diri melihat netra biru milik Cloud, untuk mencari sebuah ketulusan dan kejujuran dari laki-laki yang kini ada di hadapannya.


"Dengarkan aku bicara baik baik-baik, karena aku tidak akan mengulang perkataanku lebih dari dua kali, jadi dengarkan baik-baik hem..." Pinta Cloud lembut.


Hiyuka hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.


"Nona mudah Hiyuka Natagawa, Aku Capten Aaron Cloud Moe dengan tulus mengatakan bahwa aku sangat mencintaimu" ucap Cloud dengan begitu jelas.


"Aku mencintaimu" ucapnya lagi mempertegas ucapannya.


Awalnya Hiyuka tidak percaya, tapi setelah kata cinta kedua terucap dari mulut Cloud kini Hiyuka benar-benar mendengar pengakuan cinta dari seorang Cloud yang selama ini juga ia Cinta dalam diam.


Lama mereka saling berpelukan hingga sebuah ketukan pintu kembali terdengar pertanda bahwa Cloud benar-benar harus pergi malam ini.


Baik Cloud maupun Hiyuka saling menatap dalam satu sama lain, Hiyuka jelas enggan di tinggalkan Cloud saat ini, begitu pun sama halnya dengan Cloud.


"Aku harus pergi" ucap Cloud dengan terpaksa.


"Tidurlah... Dan Jangan menungguku pulang hem... " Pinta Cloud untuk yang kesekian kalinya.


Hiyuka pun akhirnya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dan merelakan kepergian Cloud.


"Aku pergi" pamit Cloud untuk yang kesekian kalinya lagi, kini Cloud benar-benar bisa pergi karena sudah melihat gadisnya yang mulai terlihat baik-baik saja, setelah pertengkaran kecil di antara mereka tadi.

__ADS_1


Sebelum benar-benar pergi Cloud kembali mencium kening dan bibir Hiyuka penuh kelembutan.


Lalu setelah itu Cloud pun turun dari atas ranjang dan mematikan lampu, agar Hiyuka bisa kembali tidur setelah dia meninggalkannya sendiri di dalam kamar.


Kini Cloud benar-benar pergi dari dalam kamarnya setelah pertengkaran kecil mereka sebelumnya.


"Clark..." Suara pintu terbuka dan nampaklah Cloud keluar dari dalam kamar.


Daniel nampak menekuk wajahnya, karena kesal terlalu lama menunggu Cloud keluar dari dalam kamarnya.


"Aku tidak tau apa yang membuatmu begitu lama keluar dari dalam kamar, kau tau kan ini situasi genting." Keluh Daniel sambil mengikuti langkah Cloud yang berjalan ke arah pintu keluar rumah.


"Hemm...." Jawab Cloud sekenanya.


"Dia hanya menjawab hem saja... Benar-benar membuat kesal." gerutu Daniel di belakang Cloud, namun Cloud mengabaikannya.


"Jelaskan situasinya" pinta Cloud sampainya di teras luar rumah.


"Anggota kelompok Berbaju hitam yang menyerangmu kemarin, mereka benar-benar membuat ulah, mereka membakar habis sebagian rumah milik warga dan juga tak segan membunuh para warga sipil." Jelas Daniel.


"Saat ini aku memerintahkan, sebagian tentara untuk membantu menyelematkan para warga sipil untuk berlindung di tempat pengungsian yang di sediakan oleh menteri Yuwen." tutur Daniel lagi.


"Bagaimana dengan keluarga dari para pekerja kita?" tanya Cloud


"Itu dia yang ingin aku bicarakan denganmu" keluh Daniel kembali merajuk.


"Bawa semua keluarga dan kerabat para pekerja dari keluarga Moe, untuk berlindung di kediaman keluarga Moe, tempatkan mereka di lapang pelatihan besar para tentara, dirikan tenda keamanan yang layak dan nyaman bagi mereka semua, dan pastikan tidak ada penyusup yang masuk ke dalam kediaman keluarga Moe." Perintah Cloud panjang lebar.


"Dan satu lagi, buat sekat pembatas khusus agar para pengungsi tidak memasuki area perumahan ataupun bangunan apapun di sini, dan larang mereka untuk memasuki kediaman keluarga Moe, dan semua bangunan yang berdiri di sini, dan pastikan hanya tentara pilihan kita yang bisa mengambil dan mengunci lumbung padi kita" Perintah Cloud lagi.


"Siap Capten" jawab Daniel.

__ADS_1


"Aku akan pergi melihat keadaan di luar sekaligus menemui menteri Yuwen, kau uruslah para pengungsi, jika sudah selesai cepat susulah aku" Perintah Cloud.


"Siap Capten" jawab Daniel.


__ADS_2