
Setelah pingsan cukup lama ahirnya Hiyuka telah sadar, dia membuka manta yang terasa berat, setalah matanya terbuka sempurna, Hiyuka mulai sadar dan ingat akan semua yang telah terjadi.
Lihatlah kini dia sedang duduk di suatu kursi kayu sambil di ikat dengan kuat di kursi tersebut.
"Kau sudah sadar Nona Muda?" Tanya Seorang laki-laki yang baru saja masuk ke dalam ruang sekap yang di tempati Hiyuka.
Hiyuka mengalihkan pandangannya kearah sumber suara "Kau?" umpat Hiyuka.
"Ya ini aku Cang Min Pemimpin kelompok pedang merah" ucapnya dengan seringai menakutkan.
"Mau apa kau? Aku tidak pernah mengenalmu atau mengusik kehidupanmu, tapi mengapa kau lakukan ini padaku?" Tanya Hiyuka sambil berusaha melepaskan ikatan dari tubuhnya.
"Kau benar nona, kita tidak saling mengenal, tapi apa boleh buat, aku hanya tunduk pada uang saja dan selain itu aku tidak peduli dengan apapun lagi" ucap Cang Min.
"Uang?" Tanya Hiyuka bingung.
"Iya uang, kau berada di sini karena satu permintaan dari seseorang yang memberikan ku uang, hidup dan matimu tergantung uang yang akan aku dapatkan" ucap Cang Min tanpa rasa belas kasih.
"Siapa? Siapa yang memintamu melakukan ini padaku?" bentak Hiyuka tanpa rasa takut.
"Wah Nona aku terkesan dengan keberanianmu" ucap Cang Min sambil melangkah dan memandang wajah Hiyuka begitu dekat.
Cang Min dan Hiyuka saling memandang dengan tatapan masing-masing.
__ADS_1
Hiyuka memadang penuh amarah, sedangkan Cang Min memandang dengan pandangan yang tidak bisa dia artikan Hiyuka.
"Maaf nona pelaturan kelompok pedang merah adalah tidak memberitahukan siapa pemilik uang tersebut" ucap Cang Min dengan tatapan yang begitu aneh.
"Kau benar-benar menjijikan, kau orang jahat dan kau orang yang tidak pantas untuk hidup" bentak Hiyuka penuh kebencian.
hahhahah.... Gelak tawa Cang Min terdengar memenuhi seluruh punjuru ruangan.
"Nona apa kau bilang menjijikan hahah... Ya aku memang orang yang menjijikan, untuk membersihkannya aku membutuhkan darah manusia" ucap Cang Min sambil memainkan belati di wajah cantik Hiyuka.
Hiyuka menjadi takut dengan apa yang dilakukan Cang Min padanya sambil menutup matanya.
Cang Min melihat jelas wajah ketakutan dari Hiyuka, itu terlihat dari keringat yang membasahi wajahnya dan tubuhnya yang bergetar hebat.
"Aku tidak takut padamu" bantah Hiyuka.
Hahahah... Cang Min tertawa lagi.
"Mulut manismu bilang kau tidak takut, tapi lihat seluruh tubuhmu bergetar ketakutan" ucap Cang Min.
"Kau tenang saja nona aku akan membuat kematianmu tidak terasa sakit" ucap Cang Min lagi sambil berbisik di telinga Hiyuka.
"Menyingkir kau brengsek" ucap Hiyuka.
__ADS_1
Hahahh.... Cang Min hanya menjawab dengan gelak tawa yang terdengar menakutkan.
"Nikmatilah masa-masa terakhirmu nona" ucap Cang Min sambil melangkah pergi dari ruangan tersebut.
♦️♦️♦️♦️
"Apa? Nona muda Hiyuka di culik?" Tanya Cloud tak percaya.
"Iya tuan muda kami tidak tau harus mencarinya ke mana lagi" ucap paman Yoojin.
"Kapan itu terjadi?" Tanya Cloud.
"Sudah tiga hari yang lalu Tuan" jawab paman Yoojin.
"Kenapa kau baru memberi tahuku sekarang?" ucap Cloud kesal.
"Maaf tuan muda, Tuan besar Yugha tidak mengizinkan kami untuk memberi tahu siapapun, tapi kali ini aku harus memberi tahumu tentang ini, karena aku yakin dengan bantuan darimu kita bisa menemukan nona muda Hiyuka" ucap paman Yoojin.
"Kau adakah kapten Aaron siapa yang tidak mengenal kehebatanmu dan pasukanmu, jadi dengan sangat tolong bantulah kami untuk mencari nona muda Hiyuka" pinta Paman Yoojin lagi sambil membungkukkan kepalanya.
"Sudahlah paman jangan seperti ini, aku akan mencoba sebisaku untuk membantumu" ucap Cloud.
"Terimakasih Tuan" ucap paman Yoojin.
__ADS_1