
"Terserah padamu Tadasi, ingat dia adalah Sandra kita untuk menghabisi laki-laki bernama Cloud." Ucap Hamada dingin.
"Tenang saja kakak, aku tau apa yang harus aku lakukan." Ucap Tadasi dengan serengai menakutkan dari bibirnya.
"Deg...." Mendengar hal itu Hiyuka pun ketakutan, dia mulai terkena serangan panik, jantungnya berdetak dengan cepat, dadanya terasa sedikit sesak, nafasnya tak beraturan, tubuh dan tangannya mengeluarkan keringat dingin.
Dia takut terjadi hal buruk pada Cloud karena dirinya, jika Cloud datang untuk menyelamatkan dirinya dan putra mahkota.
Hiyuka dan putra mahkota A-Fai pun di ikat dengan rantai besi di bagian tangan, kaki dan juga leher mereka lalu mereka di ikat dalam sebuah pohon yang cukup rindang di samping rumah mewah yang di jadikan tempat persinggahan oleh pangeran Hosika dan anak buahnya.
Mereka mencoba berontak tapi tetap saja mereka kalah dan hanya bisa pasrah.
♦️Kediaman Keluarga Meo di Desa Guenju♦️
Cloud kini telah sampai di kediaman keluarga Moe, dengan cepat dia memasuki ruang kesehatan seraya membawa satu kantong berukuran kecil, tapi di dalamnya ada empat botol kecil berisikan cairan yang Cloud sendiri tidak mengetahui apa isinya.
"Kakek?" ucap Cloud saat melihat kakeknya, paman Andrew dan Alex adik sepupunya ada di dalam ruang kesehatan.
"Kau sudah kembali?"
"Apa kau membawa penawar racun nya?" tanya Paman Andrew beruntun.
"Aku hanya mendapatkan ini, mungkin salah satunya adalah penawar racun untuk Daniel." Ucap Cloud seraya memberikan satu kantong kecil dengan empat botol kecil di dalam kantong berukuran kecil tersebut.
Paman Andrew pun menerimanya dan membawa ke empat botol itu kedalam kamar tempat Daniel dirawat.
Dengan di bantu tabib paman Andrew pun kini mulai menangani keadaan Daniel yang sejak tadi sudah memasuki tahap kritis.
"Kami menunggumu cukup lama" tanya Alex.
"Maaf" jawab Cloud.
"Kapan kalian datang?" tanya Cloud, namun di jawab dengan kemarahan kakek Filix Moe.
"Kenapa kau tidak memberitahu Kakek tentang Daniel, Cloud?" Tanya Kakek Filix Moe, yang sejak tadi menahan marah.
"Maaf kakek, semua terjadi secara tiba-tiba, aku tidak menyangka ini akan terjadi." Jawab Cloud.
"Semua ini tidak terjadi tiba-tiba Cloud, dan kau tau betul akan hal ini" ucap kakek Filix Moe penuh penekanan.
"............" Cloud hanya diam tak menjawab.
Sedangkan Alex dia masih setia diam memperhatikan.
__ADS_1
"Cepat katakan yang sebenarnya Cloud?" tanya kakek Filix Moe.
"Huh...." terdengar helaan nafas yang Cloud keluarkan secara perlahan dari rongga hidungnya.
"Mengenai keadaan Daniel, semua ini karena penilaianku meleset, dan keluar dari perkiraan ku" Sambung Cloud menjelaskan.
"Dan....." Ucap Cloud menggantung.
"Aku menemukan kabar, bahwa Ibu Xiu Mei Mei (Ibu kandung Cang Min) kemungkinan besar masih hidup saat ini, aku mendapatkan informasi tentang dia dari salah satu informan rahasiaku." Ucap Cloud mulai kembali menjelaskan.
"Xiu Mei Mei? Masih hidup?" ucap kakek Filix Moe tidak percaya.
Tuan Filix Moe dan Alex sangat kaget dan tidak Percaya mendengarnya.
"Bagaimana mungkin, bukankah dia sudah tiada?" tanya kakek Filix Moe.
"Aku pun masih belum mengetahui kejelasannya, karena aku sendiri belum bertemu langsung dengan ibu Xiu Mei mei." Jelas Cloud.
" Tapi.... " ucap Cloud tertahan.
"Hari ini aku dan Chang Min bertemu dengan seorang pemuda yang hampir mirip dengan Cang Min dan Ibu Xiu Mei Mei, Chang Min memiliki wajah yang hampir mirip dengan ibunya, jadi dengan sekali melihat aku bisa menduga kalau mereka mungkin saja adalah soudara se ibu." ujar Cloud menjelaskan.
"Hingga detik ini aku masih mencari dalang dari masuknya tentara Jepang ke negri Jeos dua puluh tahun lalu, juga dalang dari para penjajah yang sudah mengambil nyawa nenekku dengan sengaja." Ucap Cloud seraya mengepalkan tangannya.
"Masud mu pangeran Hosika masih hidup?" tanya kakek Filix Moe tak percaya.
"Informanku mengatakan hal itu, di tengah pencarian pembunuh itu, mereka juga menemukan ibu Xiu mei mei ada bersama laki-laki bajingan itu." Ucap Cloud.
"Kurang ajar" ucap kekek Filix Moe.
Tuan Filix Moe terlihat sangat marah tangan kanan terkepal kuat, dan tangan kirinya mencengkeram tongkat jalan miliknya.
"Apa mungkin selama ini ibu Xiu mei mei di culik dan di sekap para penjahat itu?" tanya Alex mulai bersuara.
".........." Cloud hanya diam tak menjawab.
Sedangkan kakek Filix Moe dia bisa langsung mengerti arti dari diamnya Cloud.
"Aku ingat betul kejadian pemakaman ibu Xiu mei mei dan paman lee jong (ayah Cang Min) mereka di kuburkan di pemakaman umum penduduk Jeos." Ucap Alex.
"Jadi tidak mungkin ibu Xiu mei mei masih hidup saat ini" ucap Alex lagi.
".............."
__ADS_1
Baik Cloud dan Kakek Filix Moe tak menyahuti perkataan Alex, mereka sibuk dengan pemikiran mereka sendiri.
"Kecuali...." Ucap Alex Moe kembali bersuara
"Kematian itu di manipulasi" Sambung Alex menduga.
Alex menatap wajah Cloud dia mencoba membaca pikiran laki-laki yang berstatus sebagi kakak sepupunya, tapi gagal, Alex tak sepintar kakaknya.
Alex sangat mengenal betul karakter dan sipat Cloud, Cloud adalah orang yang pandai dalam menganalisa sesuatu, analisa pemikirannya selalu hampir mendekati benar dengan rasio 85% akurat.
Itulah mengapa dia sering di juluki singa perang, selain jago dalam urusan beladiri dan jago bermain pedang juga senjata, dia juga pandai dalam membuat siasat perang dan perencana terbaik, akurasinya selalu hampir tepat sasaran dengan kegagalan 10%, dan 5% bimbang.
"Kita akan tau jawabannya sebentar lagi" jawab Cloud.
"Kau punya rencana?" tanya Alex.
"Tidak" jawab Cloud enteng.
"Hah" Alex menanggapi dengan dengusan kesal.
Cloud mengitari seluruh ruangan kesehatan dia bahkan melihat ke area luar dari dalam jendela,
Mata dan hatinya mencari seseorang yang sejak tadi mengganggu pikirannya, rasanya hati Cloud sangat gelisah karena belum melihatnya kekasihnya.
"Jika kau mencari gadis dari keluarga Natagawa, dia sudah tidak ada di rumah ini lagi" ucap kakek Filix Moe.
"Deg...." Mendengar Kata-kata itu begitu menusuk telak di hati Cloud.
"Tuan Natagawa datang ke mari, dia dan pasukannya datang dengan tujuan menjemput cucunya dan putra mahkota A-Fai pergi dari sini."
"Kakek tidak bisa mencegahnya karena Putra Mahkota A-Fai pun menyetujui untuk pergi dari sini" Jelas kakek Filix Moe,
"Nona muda Natagawa nampak enggan untuk pergi tapi, dia juga tidak punya alasan untuk tepat tinggal di sini" Sambung kakek Filix Moe.
Cloud menggeratakkan giginya, dia juga mengepalkan tangannya,
Marah... Kesal dan hawatir Tapi tidak bisa melakukan apapun itu lah yang saat ini Cloud rasakan.
"Sial" ucap Cloud dalam hati.
"Mereka tidak sadar kalau di desa ini, sudah tidak ada tempat yang aman untuk putra mahkota dan Nona Hiyuka kecuali rumah keluarga Moe." Ucap Cloud geram.
"Kau tau betul bagai mana egonya Tuan Natagawa dia juga salah satu orang yang selalu menyalakan genderang perang dengan kakek" ucap Alex.
__ADS_1
"Huh"... Cloud nampak menghela nafasnya pelan untuk meredakan amarahnya yang kini sudah sampai di ubun-ubun.