Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Tempat tinggal Chang Min


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan panjang, dua orang yang menunggangi dua kuda pelari cepat pun sampai di salah satu bangunan besar dengan pintu gerbang yang besar pula bernama 'Rumah Malam' tempat Chang Min dan bawahannya tinggal.


Rumah malam adalah usaha milik Chang Min, rumah malam itu hanya beroperasi di malam hari sedangkan di siang hari rumah itu begitu sepi.


Jangan tanya siapa saja yang datang berkunjung ke Rumah Malam tersebut, yang pasti sebagian besar dari mereka adalah para pria, mulai dari Pejabat tinggi, Menteri kerajaan, Para Bangsawan juga sampai rakyat biasa, mereka tentu saja boleh masuk, selagi mereka punya uang dan dan sudah cukup umur.


Keberadaan Rumah malam jelas menjadi tempat yang sangat di kenal orang, banyak orang yang menghina rumah malam tersebut pada siang hari, tapi pada malam hari mereka memuja tempat tersebut karena, rumah malam menjadi tempat pemberi kenikmatan sesaat yang sangat menyenangkan bagi para pria dan wanita, bahkan banyak di antara mereka yang sudah memiliki pelanggan tetapnya sendiri.


Selain menjadi tempat meraup kenikmatan, Rumah malam juga menjadi tempat asas berjudi dan memperkaya diri bagi mereka yang beruntung, juga menjadi tempat menghabiskan harta mereka hingga tak tersisa.


Dua utusan yang di minta Cloud mencoba bernegosiasi dengan penjaga yang tak lain anak buah Chang Min,


"Aku di minta untuk bertemu dengan Bos kalian Chang Min, katakan padanya harganya senilai dua kantong keping emas." Ucap pelatara Cloud.


"Tunggulah" ucap si penjaga.


Kedua utusan Cloud pun mengiyakan.


Si penjaga bergegas masuk ke sebuah bangunan khusus milik Chang Min, tempat itu berada di belakang area Rumah Malam.


Rumah tempat tinggal Cang Min adalah satu-satunya tempat yang terlarang di datangi oleh pelanggan atau pun pekerja dari Rumah Malam.


Dan hanya orang-orang kepercayaan Chang Min yang boleh masukinya.


Saat penjaga tersebut masuki halaman rumah pribadi Chang Min, laki-laki itu nampak melihat Chang Min yang sedang bersantai di taman sambil menikmati panas matahari pagi yang menghangatkan kulitnya.


"Bos, mohon maaf ada dua orang prajurit dari keluarga Moe yang datang dengan dua kantong keping emas." Ucap Si penjaga.

__ADS_1


Chang Min yang sedang duduk dia atas kusi pun lantas langsung menoleh pada si penjaga.


"Kau tidak salah....?" tanya Cang Min ragu.


"Keluarga Moe?" tanyanya lagi.. Antusias.


"Bener Tuan" ucap si penjaga.


"Wah Cloud ini suatu hal yang mengejutkan." Ucap Chang Min.


"Bawa mereka masuk" ucap Chang Min lagi.


"Baik" Jawab si penjaga.


Kedua pelantara Cloud pun di bawa ke ruangan khusus di samping Rumah Malam, tempat tersebut adalah tempat khusus bernegosiasi tentang bisnis yang berhubungan langsung dengan pasukan pedang merah.


Tak lama Chang Min pun datang, dan tersenyum sinis melihat dua orang berkulit putih dan bermata biru dengan pakaian setelan jas hitam begitu rapih dan gagah.


"Tidak, kami datang bukan sebagai tentara Amerika atau pun utusan keluarga Moe. Tapi kami datang atas perintah Cloud orang biasa tanpa harta, pangkat, dan keluarga. Untuk memberikan sebuah surat dan dua kantong keping Emas." tutur salah satu pelantara Cloud.


"Silahkan baca terlebih dahulu surat tersebut, jika kalian sanggup maka kedua kantong keping emas ini akan jadi milik kalian, jiga tidak kami akan pergi mencari orang lain." Ucap salah satu suruhan Cloud menjelaskan panjang lebar.


Mereka tidak langsung memberikan kedua kantung keping emas tersebut sebelum kesepakatan terjadi.


Chang Min cukup kesal mendengar penuturan dua orang berkulit putih tersebut, dia mengambil surat yang telah di tulis Cloud dengan kasar lalu mulai membacanya.


♦️♦️ Isi Surat ♦️♦️

__ADS_1


"Mereka sebuah kelompok penjahat yang datang dari Jepang, mereka memakai topeng dan pakaian serba hitam, wajah dan dentitas samar di ketahui."


"Aku butuh sebuah penawar Racun untuk Adikku Daniel, waktumu 1 hari akan ku berikan dua kantong keping emas sebagai imbalan."


"Tempat bertemu hutan pohon beringin sisi barat pulau Guenju."


♦️♦️Cloud♦️♦️


"Jelaskan situasinya" pinta Chang Min.


Kedua utusan Cloud pun menjelaskan situasinya, tanpa menutupi dan menambah satu kata pun.


"Aku terima." Ucap Chang Min tanpa berpikir panjang.


Entah mengapa dia merasa kesal dan marah saat ini, apa lagi saat mendengar Daniel adik kecilnya terluka akibat Racun yang para penjahat itu buat.


Ya.. Hati kecil Chang Min masih menganggap Daniel adalah Adik kecilnya, walau dia sudah memutuskan hubungan dengan keluarga Moe.


Dua pesuruh Cloud pun memberikan dua kantong keping emas itu secara langsung kepada Chang Min, mereka menaruh dua kantong berukuran sedang berisikan kepingan emas di atas meja.


"Bayaran kalian" ucap pesuruh Cloud.


"Kalian memberikan semua secara langsung, bagaimana kalau aku berhianat, mengambil emas ini dan tidak menjalankan kesepakatan?" tanya Chang Min, meledek.


"Tuan Cloud meminta kami memberikan semuanya secara langsung, dia bilang kau pasti akan datang, bahkan jika tidak di beri emas sekali pun." Ucap salah satu pesuruh Cloud.


"Kurang ngajar...." ucap Chang Min lirih penuh rasa geram.

__ADS_1


"Aku rasa semua sudah sepakat, kami harus segera pergi, permisi." Ucap pesuruh Cloud.


Mereka bedua langsung bergegas pergi tanpa seizin Chang Min.


__ADS_2