
"Sial" ucap Cloud dalam hati.
"Mereka tidak sadar kalau di desa ini, sudah tidak ada tempat yang aman untuk putra mahkota dan Nona Hiyuka kecuali rumah keluarga Moe." Ucap Cloud geram.
"Kau tau betul bagai mana egonya Tuan Natagawa dia juga salah satu orang yang selalu menyalakan genderang perang dengan kakek" ucap Alex.
"Huh"... Cloud nampak menghela nafasnya pelan untuk meredakan amarahnya yang kini sudah sampai di ubun-ubun.
Di luar gerbang kediaman keluarga Moe di Desa Guenju.
"Izinkan kami masuk..."
"Tolong ijinkan kami masuk, temanku terluka"
"Tolong obati saudaraku dia terluka parah."
Begitulah teriakan orang-orang yang berharap pertolongan dari keluarga Moe.
"Minta Cloud membuka gerbangnya" ucap Cang Min dengan lantang karena melihat gerbang keluarga Moe belum kunjung di buka sejak tadi oleh para penjaga.
Hal lain yang lebih mendasar adalah Cang Min membawa Tuan Natagawa yang tidak sadarkan diri di atas Kuda milik Mado.
Cang Min dan anak buahnya tak sengaja menemukan Tuan Natagawa yang tergeletak tak sadarkan diri di tanah.
Selain itu juga terlihat Tuan Shiobai dan paman Yoojin mereka juga nampak terluka parah akibat serangan dari anak buah Pengeran Hosika.
Sementara Mentri Yuwen nampak baik-baik saja, namun terlihat sangat shok dan ketakutan.
"Lapor kapten, ada banyak warga yang meminta pertolongan dan meminta di izinkan masuk ke dalam ke diaman kelurga Moe." Ucap salah satu penjaga.
Sejenak Cloud melihat ke arah kakeknya Tuan Filix Moe, yang terlihat diam namun matanya menatap penjaga tersebut dengan tajam.
"Tunggu apa lagi, buka gerbangnya sekarang." Jawab Tuan besar Filix Moe.
"Siap Jendral" ucap si penjaga.
Penjaga itu pun berlari ke arah gerbang dan mengumumkan kepada prajurit penjaga gerbang yang lain untuk membuka gerbang pintu utama ke diaman keluarga Moe.
"Buka gerbang." Ucap penjara memberi arahan.
Gerbang pun di buka nampak banyak warga berhamburan bergegas mencari pertolongan.
Melihat situasi tidak kondusif penjaga mulai mengarahkan para warga masuk ke area para pengungsi, dan membawa warga yang terluka ke tenda kesehatan.
"Di mana Cloud? katakan padanya aku datang membawa Tuan Natagawa dan menteri Yuwen." Ucap Cang Min memberikan perintah.
Nampak penjaga tersebut kurang menyukai cara bicara Cang Min yang arogan hingga dengan wajah jengah penjaga tersebut pun pergi dan melaporkan keberadaan Cang Min, Tuan Natagawa dan Menteri Yuwen pada Cloud.
__ADS_1
"Lapor, ada Cang Min dan Tuan Natagawa beserta menteri Yuwen meminta Izin untuk menghadap." Ucap penjaga tersebut.
"Cang Min" ucap Alex dalam hati
"Di mana mereka?" tanya Tuan Filix Moe.
"Di halaman depan Jendral" ucap penjaga tersebut.
"Bawa mereka ke mari" titah Tuan Filix Meo.
"Siap Jendral" ucap penjaga tersebut lantas dia pun pergi dari sana dan memberitahukannya pada Cang Min.
"Cang Min? memasuki rumah kediaman keluarga Moe?" tanya Alex tak percaya.
"Dia akan datang, karena dia ingin tau tentang ibunya" ucap Cloud.
"Maksudmu?" tanya kakek Filix Moe.
"Aku memintanya untuk datang jika dia ingin tau keberadaan ibu Xiu mei mei, dan benar dugaan ku demi ibunya dia pasti akan datang." jelas Cloud.
"Jadi dia tidak datang untuk pulang?" tanya Kakek Filix nampak sedih.
"Kakek tenang saja firasatku berkata dia akan pulang ke rumah keluarga Moe, dalam waktu dekat." Ucap Cloud penuh keyakinan.
"........" Kakek Filix nampak diam tak bersuara.
Dia di sibukan dengan pemikirannya sendiri.
"Silahkan lewat sini." Ucap penjaga tersebut kepada Cang Min.
Laki-laki penjaga tersebut menuntun Cang Min, menteri Yuwen, Tuan Shiobai dan paman Yoojin, memasuki area rumah kesehatan.
Dengan menunggangi kudanya Cang Min pun pergi dan mengikuti langkah penjaga dan masuk ke area rumah kesehatan khusus keluarga Moe, dan para tentara.
Di depan pintu masuk nampak Tuan Filix Moe, Alex dan Cloud menunggu ke datangan Cang Min.
"Deg....."
"Kakek" ucap Cang Min dalam hati.
"Kenapa ada Kakek di sini?" ucap Cang Min masih dalam hati.
Melihat keberadaan Tuan Filix Moe membuat pertahanan Cang Min sedikit goyah.
Yah laki-laki Tua itu sangat berjasa dalam hidup Cang Min dan ke dua orang tuanya.
Cang Min tidak pernah di anggap orang lain dalam keluarga Moe, Nenek Roseline dan kekek Filix dari keluarga Moe selalu menyayanginya dengan sangat tulus, bahkan dengan bangga mereka selalu memperkenalkan dirinya sebagai cucu ke dua keluarga Moe, setelah Aaron Cloud Moe, yang tak lain adalah cucu pertama pewaris keluarga Moe.
__ADS_1
Cang Min berusaha untuk tetap bersikap arogan seperti biasanya saat berhadapan dengan Cloud, Alex atau pun Daniel.
"Brug..." Cang Min turun dari kudanya dan langsung berjalan ke arah Cloud, yang saat itu berdiri cukup jauh dari tuan Filix Moe.
"Cloud, kita punya urusan" ucap Cang Min to the point.
"Bawa yang terluka masuk ke dalam untuk di obati." Titah Cloud, mengabaikan Cang Min yang berdiri dan berbicara di hadapannya.
Cang Min menceng kram erat pedangnya karena merasa kesal telah di abaikan oleh Cloud.
Para tabib bergegas memberi pertolongan pertama kepada Tuan Natagawa, Tuan Shoibai, paman Yoojin dan menteri Yuwen.
"Cloud... " Panggil Cang Min dengan nada geram.
"Diam, aku akan mengurusmu nanti." Jawab Cloud enteng.
"Sit.... Menyebalkan." gerutu Cang Min dan di dengar oleh semua orang.
Paman Andrew hanya terkekeh pelan kala melihat perdebatan kecil antara Cloud dan Cang Min, melihat itu mengingatkan dirinya pada masa-masa bahagia keluarganya dulu, saat pertama kali dirinya dan keluarganya menginjakkan kaki dan tinggal di negeri Jeos.
Sungguh masa yang indah, yang kini tanpa sengaja telah terulang kembali.
Kakek Filix sangat mengerti betul, kalau Cang Min sebenarnya sedang berusaha menghindari dirinya.
Hal itu terlihat dari cara Cang Min berjalan mengikuti langkah kaki Cloud memasuki rumah kesehatan, dan dari cara Cang Min yang tidak mau menatap wajah Tuan Filix Moe.
Kakek Filix Moe pun melangkahkan kakinya ke arah Cang Min yang kini memunggunginya.
Di tepuknya perlahan pundak Cang Min beberapa kali, seolah memberi isyarat betapa laki-laki tua itu sangat merindukan Cang Min cucu angkatnya.
"Pluk.. Pluk..."
"Deg..."
"Kakek" ucap Cang Min dalam hati.
"Deg..." Hati Cang Min bergetar, tubuhnya mendadak kaku dan detak jantungnya kini berdetak kencang tak berirama.
Kakek Filix Moe sangat sadar betul kalau butuh waktu untuk Cang Min agar laki-laki keras kepala itu mau berbalik dan menatapnya lantas berbicara dan memanggilnya kakek seperti dahulu kala.
Setalah menumpuk pelan pundak Cang Min dan menyampaikan rasa sayangnya melalui usapan lembut tangan besarnya, Tuan Filix Moe pun pergi meninggalkan Rumah kesehatan dan lebih memilih masuk ke dalam kediaman keluarga Moe dan duduk di Kamaranya.
"Hey... Kakek pergi?" tanya Cang Min dalam hati.
Ada rasa kebas dan perih yang menyayat hatinya kala Cang Min melihat punggung kakek Filix Moe yang memilih pergi dan tak menyapanya.
"Apa yang aku pikirkan, bukan kah aku yang ingin agar kakek pergi dan tidak bicara satu patah kata pun padaku" ucap Cang Min penuh tanya dalam hati
__ADS_1
"Lantas kenapa aku harus merasa sedih dan marah, setelah melihat kakek pergi dan tak menyapanya" ucap Cang Min dalam hati.
"Kakek... Maaf" ucap Cang Min lagi masih dalam hati.