Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Penolakan Tuan Besar Natagawa


__ADS_3

Beberapa Bulan berlalu Cloud dan Hiyuka nampak tak pernah bertemu lagi sejak kejadian itu, kini untuk yang kesekian kalinya Hiyuka sedang duduk bersimpuh di hadapan Tuan besar Natagawa, Hiyuka berkali-kali memohon agar dirinya tidak lagi mengikuti seleksi Putri Mahkota, dan berkali-kali pula Tuan besar Natagawa menolak permohonan Hiyuka.


"Kakek ini permintaan pertamaku dan terakhirku, aku tegaskan sekali lagi aku tidak mau menjadi putri Mahkota dan tinggal di istana." Ucap Hiyuka untuk yang keribuan kalinya lagi dan lagi.


"Dan keputusan ku juga tetap sama bahwa kau harus menjadi Ratu negri ini" jawab Tuan besar Natagawa.


"Ini demi kebaikanmu Hiyuka, lagi pula Yang Mulya Ratu dan ibu suri sangat menyukaimu, mereka justru ingin kau menjadi Ratu negri ini bersama Putra Mahkota A-Fei, jangan kau sia-siakan kesempatan ini, lagi pula hanya tinggal selangkah lagi dan kau akan menjadi Ratu Negri ini." Jelas Tuan Natagawa lagi.


"Tapi aku menolak dan aku tidak mau menjadi Ratu di negri ini, aku ingin bebas dan tidak terikat aturan apapun" ucap Hiyuka lagi dengan sedikit menekan suaranya karena geram dan tak berani marah.


"Cukup Hiyuka" bentak Tuan Besar Natagawa.


"Kembalilah ke istana dan menangkan kompetisi Putri Mahkota itu" Perintah Tuan besar Natagawa.


"Damnim, Yujin, cepat antar Hiyuka kembali ke Istana" perintah Tuan besar Natagawa.


"Baik Tuan" ucap paman Yujin dan bibi Damnim dengan takut.


"Mari Nona" ucap Bibi Damnim.


Hiyuka pun berdiri dan melangkah mundur dari hadapan Tuan besar Natagawa, namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat dia berada di ambang pintu.


"Kakek...." Ucap Hiyuka terhenti, dan tuan Natagawa pun menatap tajam Hiyuka yang juga sedang menatapnya.


"Anda sebut diri anda kakek bukan? tapi anda terlalu egois dan mementingkan diri anda sendiri tanpa anda tahu bahwa orang-orang di samping anda begitu tertekan akan keegoisan anda sendiri, sesekali lihatlah sekitar anda dan rasakan keberadaan keluarga anda Tuan besar Natagawa, sebenarnya anda sendirian tanpa harta yang anda miliki, anda hanyalah orang tuan yang sendirian dan kesepian" Ucap Hiyuka lagi panjang lebar.


"Hiyuka" bentak Tuan besar Natagawa tak terima "Berani sekali kau mengatakan hal itu padaku kakek mu sendiri" ucap Tuan besar Natagawa dengan kecewa.


"Aku hanya mengatakan apa yang menurutku benar" ucap Hiyuka, lantas menunduk hormat dan pergi dengan sejuta rasa kecewa yang bertumpuk di hatinya.

__ADS_1


Hiyuka pun kembali Ke kerajaan Jeos untuk kesekian kalinya lagi dia harus menelan pil pahit akan penolakan yang di berikan Tuan besar Natagawa, Hiyuka memasuki kamar inapnya yang ternyata kosong dan tidak tau kemana teman sekamarnya itu pergi.


Dan di saat itulah Hiyuka menggelar Kasur dan mengambil selimut lantas menangis sejadi-jadinya di dalam selimutnya.


Sedangkan Terry teman sekamar Hiyuka Kini tengah menemani Putra Mahkota berlatih memanah di tempat latihan Khusus bagi para Pangeran Kerajaan bermain pedang dan melatih beladiri mereka,


Setiap Calon putri Mahkota di beri hak untuk menemani putra Mahkota selama seharian penuh, dan saat ini kesempatan Terry untuk menemani Putra Mahkota berlatih memanah di area khusus tersebut.


Sab.... (suara panah yang menancab di papan target yang di lepaskan putra Mahkota dari busurnya)


"Wah... Hebat sekali Putra Mahkota memang sangat hebat sekali" Puji Terry.


"Mau mencobanya?" tanya Putra Mahkota ramah.


"Ah... Tapi aku tidak bisa menggunakannya" ucap Terry malu.


"Tidak masalah aku akan mengajarkannya, kemarilah..." Pinta Putra Mahkota A-Fei ramah.


"Ini sangat berat" ucap Terry gugup.


"Cobalah arahkan ke depan" pinta Putra Mahkota lembut.


Dengan perlahan Terry pun mengikuti aba-aba yang di arahkan Putra Mahkota, tapi nyatanya dia malah gagal.


"Ini baru percobaan pertama jadi tidak masalah jika kau gagal" ucap Putra Mahkota.


"cobalah Lagi" perintah Putra Mahkota lagi.


Percobaan kedua dan ketiga hingga seterusnya tetap saja Terry gagal melesatkan anak panahnya, hingga membuat dia sedikit putus asa.

__ADS_1


"Biar aku bantu" ucap Putra Mahkota, karena melihat Terry sudah begitu kepayahan dengan keringat yang membasahi wajahnya.


Dan putra Mahkota pun membantu Terry untuk melesatkan panahnya dengan menempatkan tubuhnya di belakang Terry dan kedua tangannya memegang kedua tangan Terry yang sedang memegang busur dan panahnya.


Deg....


"Ya ampun ini mimpikah Putra Mahkota menyentuh tanganku,... Tidak... Tidak hanya tanganku tapi tubuhku pun menempel dada Putra Mahkota,.... Oh ya ampun aku ingin pingsan" ucap Terry kegirangan di dalam hati.


Dan dalam sekali percobaan anak panah itu pun berhasil mengenai papan target.


"Berhasil" ucap Terry bahagia, hingga dia melompat-lompat karena begitu senang.


"Hey tenanglah" ucap Putra Mahkota yang juga ikut tersenyum.


"Em.. Maaf Yang Mulya" ucap Terry malu.


"Tidak apa" jawab Putra Mahkota merasa gemas melihat tingkah Terry yang seperti anak kecil.


Setelah latihan memanah Terry dan putra Mahkota pun pergi berjalan-jalan di pusat kota menjelajah pasar dan mampir di salah satu kedai makanan, mereka nampak serasi seperti pasangan dari kalangan biasa, karena mereka pergi dari istana dengan menyamar agar bisa bebas dan berbaur dengan masyarakat di Negara Jeos,


Lama mereka berkelana hingga akhirnya waktu mereka pun habis, dan keduanya pun kembali ke Istana dan melaporkan kegiatan satu hari bersama Putra Mahkota kepada Yang Mulya Ratu.


Ratu sengaja membiarkan sisa 4 kandidat Calon Putri Mahkota menghabiskan waktu satu hari bersama Putra Mahkota agar Putra Mahkota bisa lebih dekat dengan calon Istrinya nanti.


Sesi makan malam pun di mulai di mana yang Mulya ratu mengumumkan bahwa besok adalah giliran Hiyuka yang harus pergi menghabiskan satu hari penuh dengan putra Mahkota.


"Malam ini akan di umumkan nama Calon Putri Mahkota yang akan berkesempatan menghabiskan satu hari penuh bersama putra Mahkota di hari esok adalah..." Yang Mulya Ratu menjeda ucapannya "Nona Muda Hiyuka" sambung Yang Mulya Ratu lagi.


Mendengar itu Putra Mahkota A-Fei begitu sangat bahagia, karena hari yang di tunggunya akan terwujud di esok hari.

__ADS_1


Putra Mahkota sendiri sudah menentukan tempat khusus yang akan dia lalui bersama Hiyuka.


__ADS_2