
"Kita hanya punya waktu satu sampai dua hari kapten, kalau tidak mungkin sersan akan...."
"Aku akan membawa penawar Racunnya" Potong Cloud.
"Apa pun yang terjadi, aku akan membawa penawar Racun itu dengan cepat, jadi kau cukup menjaga Adikku, buat dia bertahan sampai aku kembali." Perintah Cloud pada tabib.
"Siap Kapten" ucap ke empat tabib tersebut.
"Siapkan regu pelari cepat, kirimkan pesan pada Chang Min, katakan padanya Aku akan membayar dua kantong keping emas, dan minta dia membawa seluruh pasukannya agar bisa menemukan penawar racun untuk Daniel."
"Deg... Chang Min... Bukankah dia.." Ucap Hiyuka dalam hati.
"Tapi kapten jika pihak kerajaan tau kita menggunakan jasa dari kelompok pedang merah, maka...." ucap salah satu tentara terbata sambil melirik kearah putra mahkota.
"Kita tidak punya cara lain" Ucap Cloud yang mengerti maksud dari tentaranya.
"Karena kita tidak punya izin untuk menyerang para penjahat itu walau pun mereka sudah banyak membuat kerusakan, maka dari itu kita hanya bisa mengandalkan Chang Min saja."
"Lagi pula Selain dia pemimpin pasukan pedang Merah yang dikenal sebagai penjahat Negara Jeos, oleh karenanya jangan lupakan satu hal, dia juga adalah warga asli dari Negara Jeos ini."
"Jadi keberadaannya akan sangat membantu misi kita semua, dan perbuatannya melawan para penjahat itu akan di anggap sebagai pembelaan kepada Negara." Jelas Cloud panjang lebar.
__ADS_1
"Jadi Sekarang siapkan semuanya, kita akan berangkat." Perintah Cloud.
"Siap kapten." Jawab para tentara sambil berlalu pergi.
Tanpa mereka sadari putra mahkota A-Fai dibuat kesal dan marah atas keadaan yang menimpa rakyatnya saat ini, hal itu di buktikan dengan mengepalnya kedua tangan putra mahkota A-Fai.
Cloud menarik napasnya pelan lalu dia melihat ke arah Hiyuka dan menghampirinya, lantas dia berkata....
"Tetaplah di sini, jangan pergi meninggalkan kediaman keluarga Moe sebelum aku kembali hem..." Pinta Cloud pada Hiyuka, lembut.
"Iya.." Jawab Hiyuka dengan senyuman penuh kehawatiran.
"Cepatlah kembali." Pinta Hiyuka pada Cloud.
"Itu juga berlaku untukmu" ucap Cloud pada putra mahkota, sinis.
"Jangan meninggalkan kediaman keluarga Moe barang selangkah pun" Perintah Cloud tegas, namun sepertinya putra mahkota A-Fai tidak terima hal itu di buktikan dengan ucapannya.
"Kau tidak berhak melarangku atau pun memerintahku, kau lupa aku adalah putra mahkota, dan kau pasti tau apa arti putra mahkota bukan?..." meledek
"Artinya aku adalah calon raja selanjutnya, pewaris tahta kerajaan Jeos." Ucap putra mahkota A-Fai menggebu-gebu.
__ADS_1
Cloud tidak menggubrisnya dia hanya melihat ke arah putra mahkota A-Fai yang sejak tadi berbicara tanpa tau situasi.
Cloud pun mengabaikan ucapannya lantas berlalu pergi untuk mempersiapkan perlengkapan pertempuran, karena dia tau menghadapi kelompok bertopeng yang berbaju hitam itu pastilah tidak mudah.
"Sial dia mengabaikanku" ucap putra mahkota A-Fai dalam hati. Geram.
Setelah dirasa siap Cloud pun bergegas pergi, ke are hutan, di mana dia bermaksud menunggu Chang Min di tempat tersebut sambil melihat keadaan sekitar.
Cloud pergi sambil menunggangi teman sejatinya kuda hitam Jorge.
Jorge adalah kuda Hitam kesayangan milik Cloud, Jorge sudah menemani Cloud sejak dia kecil, mereka tumbuh bersama melewati suka duka bersama, bahkan Jorge pun setia menemani Cloud pergi ke banyak tempat dan banyak pulau.
Ciri khas kuda Jorge adalah warnanya yang hitam pekat di sekujur tubuhnya, bahkan rambutnya yang panjang dan lembut juga matanya yang tajam semua berwarna Hitam pekat, selain itu Kuda Jorge juga memiliki tubuh yang padat, kaki yang kuat, mata yang ekspresif dan tubuh berotot. Kuda Jorge bisa dipakai sebagai kuda pacu, show jumping dan kuda tunggangan.
Bukan hanya itu, kuda Jorge juga dipakai sebagai tunggangan untuk kavaleri (pasukan berkuda) di instansi militer. Tinggi kuda Jorge adalah 145-157 cm dengan berat 408-453 kg, selain itu dkuda Jorge adalah kuda yang sangat pintar dan Hal yang paling penting kuda Jorge hanya akan patuh pada Cloud seorang saja.
Tempat yang di tuju Cloud berada tidak jauh dari tempat para penjahat itu berada.
__ADS_1
Para penjahat bertopeng yang berbaju hitam itu secara terang-terangan menujukan aksinya, mereka bahkan merampas salah satu rumah besar milik salah satu Bangsawan kaya raya di desa Guenju lantas menempatinya dan menjadikannya tempat tinggal sementara sampai tujuan mereka tercapai.