
Cloud kembali ke Paviliun miliknya dia langsung mencari keberadaan Hiyuka, hingga akhirnya menemukannya sedang berdiri di taman belakang ditemani seorang pelayan.
"Tuan muda?" sapa si pelayan.
"Pergilah" ucap Cloud.
Hiyuka melihat Cloud yang menghampiri dirinya, sekilas memang tidak ada yang berubah dari wajah Cloud, tapi saat Hiyuka lihat dengan intens, Hiyuka melihat ada gurat kesedihan di mata Cloud yang dengan sangat sempurna di tutupi Cloud dengan baik.
" Kau baik-baik saja?" tanya Hiyuka saat Cloud sudah berdiri di hadapannya.
Cloud nampak sedikit terkejut, namun dengan cepat dia menutupinya.
"Kau sudah melihat-lihat seisi Paviliunku?" tanya Cloud mengalihkan pembicaraan.
"Iya... Sangat indah" jawab Hiyuka dengan senyum manisnya, Hiyuka cukup mengerti bahwa Cloud sedang mengalihkan pertanyaannya.
"Aku dan keluargaku tinggal di lingkungan ini, lihatlah itu, itu rumah pamanku dan Alex putranya, dan yang itu, rumah besar itu adalah rumah utama Moe milik kakekku, dan di belakangnya adalah rumah para pekerja tinggal, dan di sini adalah tepatku tinggal." Jelas Cloud panjang lebar.
"Aku sudah tahu, karena pelayanmu yang tadi yang sudah memberitahukannya padaku." Jawab Hiyuka.
"Oh hehhe" ucap Cloud sambil terkekeh.
"Oh ya siapa nama pelayan tadi?" tanya Hiyuka.
"Em... Yang tadi?" tanya Cloud balik.
"Iya" jawab Hiyuka.
"Sebenarnya.... aku..... tidak tahu" jawab Cloud sambil tersenyum dan menunjukkan deretan giginya yang bersih dan rapih.
"Bagaimana kau bisa tidak tahu sama pelayanmu sendiri?" tanya Hiyuka aneh.
"Em... Sebenarnya begitu banyak pelayan di sini, jadi aku tidak bisa menghapal satu-persatu nama mereka, tapi aku cukup ingat wajah mereka" jawab Cloud jujur.
__ADS_1
"Alasan..... " Ucap Hiyuka sambil menggelangkan kepalanya.
"Tapi.. Kalau dilihat hampir semua pelayan di sini adalah rakyat dari Negri Jeos" ucap Hiyuka sambil melihat ke sekililing Paviliun.
"Ya kau benar, hampir semua pelayan di sini adalah rakyat Jeos, dari yang aku tau mereka datang sendiri kemari untuk meminta pekerjaan pada Kakek ku, bahkan sampai saat ini begitu banyak orang-orang yang ingin bekerja di sini." Jelas Cloud.
"Aku rasa memang wajar saja, dilihat dari apa yang aku amati, mereka napak nyaman bekerja di sini dan aku tidak melihat perbudakan di rumah ini, tidak seperti di......." Hiyuka tiba-tiba membisu dan tidak meneruskan kalimatnya.
"Tapi di sini juga ada banyak tentara kami, yang bertugas di perbatasan dan ada juga yang di kementerian kerajaan, hal ini sudah di sepakati oleh Raja sendiri sejak dahulu, dari masa ke pemimpin kakekku, sebagai lambang persahabatan Negara ini." Jelas Cloud mengalihkan pembicaraan.
"Bagaimana rasanya tinggal di Negara orang?" tanya Hiyuka.
"Entahlah, aku sendiri bingung" jawab Cloud ambigu.
"Bingung?" tanya Hiyuka heran.
"Ya bingung, entah aku harus senang atau harus sedih, rasanya aku tidak tau." Ucap Cloud.
"Hem..." Jawab cloud.
Saat Cloud dan Hiyuka sedang asik berbincang ringan tiba-tiba mereka di kagetkan dengan kedatangan kekek Filix Moe yang menghampiri mereka.
"Cloud?" Panggil Kakek Filix Moe.
"Kakek?" jawab Cloud.
Hiyuka dan Cloud berdiri menyambut kedatangan Kakek Filix Moe yang menghampiri mereka, Hiyuka menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat.
"Sebaiknya kau cepat antarkan Nona Muda Natagawa kembali ke kediamannya sekarang" pinta kakek Filix Moe.
"Jangan salah Faham Nona muda Natagawa, aku hanya tidak ingin terjadi kesalah fahaman di antara keluarga Moe dan Natagawa, mengingat Tuan besar Hiyugha tidak pernah menyukai keluarga Moe." Jelas Kekek Filix Moe.
"Saya mengerti Tuan, saya justru berterimakasih kepada keluarga Moe yang telah menyelamatkan saya, dan memberikan saya tempat berlindung yang nyaman" ucap Hiyuka sambil mendudukkan pandangannya, karena jujur saja Hiyuka merasa takut melihat sorot mata kakek Filix yang menunjukkan ketegasan dan keberanian yang begitu tajam.
__ADS_1
"Hem..." Jawab kakek Filix.
"Cloud?" panggil kakek Filix.
"Aku mengerti Kakek" jawab Cloud santai.
Lalu setalah itu kakek Filix pun masuk kedalam Paviliun meninggalkan Hiyuka dan Cloud.
"Aku akan besiap dulu, kau tunggulah di sini" pinta Cloud.
"Ya" jawab Hiyuka.
Setalah beberapa saat Cloud pun membawa Hiyuka untuk pulang dengan menunggangi kudanya yang bernama Jorge.
"Kenakanlah mantel ini agar tidak ada yang bisa mengenalimu" pinta Cloud pada Hiyuka yang duduk di depannya.
Hiyuka pun patuh dia menggunakan matel yang di berikan padanya hingga menutupi kepalanya.
"Kau siap?" tanya Cloud Hiyuka menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Cloud pun mulai memacu kudanya keluar dari gerbang utama Keluarga Moe.
"Tuan, tuan muda sudah pergi mengantarkan nona muda Natagawa dengan kudanya." lapor tuan lee pada Tuan besar Moe.
"Hem..." Jawab tuan Besar Moe.
"Lee... Aku harap apa yang aku takutkan tidak terjadi" ucap Tuan besar Moe.
"Semua akan baik-baik saja tuan, saya yakin." jawab tuan lee menenangkan.
"Aku harap juga seperti itu" imbuh kekek Filix Moe.
"Cloud tidak boleh jatuh hati pada gadis itu, atau dia akan terluka" ucap kakek Filix Moe.
__ADS_1