Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Pedang yang patah


__ADS_3

"Prang..... Trak.... " Pedang Cang Min pun patah.


Cloud berhasil mematahkan pedang milik Cang Min dengan satu kali serangan yang begitu dasyat.


Baik Cang Min, Mado, Anak buah Cang Min yang lainya, Hiyuka, Putra Mahkota A-Fai, dan kepala prajurit penjaga Putra Mahkota langsung terbengong dan mebisu dalam seketika.


Cang Min benar-benar marah saat pedangnya berhasil dipatahkan Cloud begitu pun dengan Mado dan anak buah Cang Min yang lainnya mereka merasa tidak terima Big Bos mereka bisa di kalahkan oleh Cloud.


Pasukan pedang Merah berniat membalas kekalahan Cang Min dengan bersiap melawan Cloud namun dengan cepat Cang Min melarang mereka semua.


Hal yang sama pun di rasakan Putra Mahkota A-Fai dia juga merasa kesal dan marah saat melihat Cloud dapat mengalahkan Cang Min, tapi hal itu bukan belarti dia menginginkan Cang Min yang memenangkan pertarungan itu, melainkan dia menginginkan dirinyalah yang mampu mengalahkan Cang Min, atau pun mampu mengalah Cloud.


Namun Putra Mahkota sendiri sadar bahwa kemampuannya tidaklah sebanding dengan Cloud atau pun Cang Min.


"Sial, kenapa mereka begitu hebat dalam bertarung" keluh putra mahkota dalam hati.


"Apa lagi dia, Capten Aaron Cloud Moe, dia benar-benar sangat hebat dan kuat, bahkan Cang Min si pedang Merah orang yang sangat terkenal dengan kebengisannya pun dapat di kalahkan olehnya." Keluh Putra Mahkota A-Fai lagi di dalam hati sambil melihat Cloud yang tampak baik-baik saja padahal dia sudah melewati pertarungan yang sangat mengerikan.


Hiyuka mengambil nafas dalam dan menghembuskannya pelan, sebagai pertanda betapa dia begitu bahagia sekaligus mulai merasa tenang saat melihat Cloud memenangkan pertarungan satu lawan satu tersebut tanpa terluka sedikit pun.


Tanpa sadar air mata Hiyuka mengalir dari kedua pelupuk matanya, Hiyuka sekuat tenaga berusaha untuk tidak terisak, dia menahan semuanya di dalam mulutnya dan di harusnya dengan cepat kedua pipinya yang telah basah karena air matanya.


"Apa kau menangis untukku?" tanya Cloud dalam hati, saat melihat Hiyuka menghapus air matanya dengan kedua matanya.


"Srak..." Suara gesekan pedang yang baru saja di keluarkan dari sarungnya.


Cloud melihat kearah suara pedang itu, dan ternyata Cang Min kembali mengeluarkan satu pedangnya lagi dan kembali pada posisi bersiap akan menyerang.

__ADS_1


"Apa ini maksudnya Cang Min?" tanya Cloud.


"Pedangmu sudah patah itu artinya akulah yang menang, dengan begitu kita tidak punya urusan lagi." sambung Cloud lagi.


"Ya memang sudah berakhir, tapi aku tidak terima dengan kekalahanku" jawab Cang Min lalu langsung berlari kearah Cloud dan menyerangnya kembali.


Cloud pun kembali bersiap menangkis serangan Cang Min, namun tiba-tiba.


"Dor...." terdengar suara tembakan yang memekakkan telinga semua orang.


Baik Cang Min maupun Cloud langsung berhenti dan membeku untuk beberapa saat.


"Kau membawa prajuritmu Cloud?" tanya Cang Min sambil menegakkan posisi tubuhnya.


"Tidak aku sangat yakin itu bukan suara tembakan dari prajurit ku" Jawab Cloud.


"Apa kau buta, sejak tadi aku ada di sini, jadi mana aku tau siapa yang menembakkan senjata api itu" jawab Cloud sarkas.


"Dan satu hal lagi aku sangat yakin itu bukan para prajuritku, karena para prajuritku bukan prajurit biasa, mereka orang-orang yang terpilih dengan kemampuan dan kecerdasan yang sangat hebat dan kuat, dan mereka cukup terhormat sehingga mereka tidak mungkin melakukan sebuah tindakan hina seperti menembakan senjata tanpa perintah." tutur Cloud panjang lebar.


"Hey kau, lihat dan cari tau lah siapa yang sudah menembakkan senjata api itu." Perintah Cloud pada Mado anak buah kepercayaan Cang Min.


Namun Mado nampak acuh tak bergeming, Sebagai seorang Sakurai, dia tidak peduli dan tidak akan mengikuti perintah siapapun kecuali Cang Min satu-satunya Bosnya.


" Huh... " Suara helaan nafas yang Cloud keluarkan dengan terang-terangan.


Cloud yang paham dengan sikap diamnya Mado si anak buah Cang Min menatap Cang Min dengan sinis.

__ADS_1


Cang Min yang mengerti hanya membalas tatapan sinis Cloud dengan kekehan penuh ejekan.


"Haha.... Semua anak buahku adalah orang-orang yang setia padaku, sampai mati pun hanya akan tunduk dan patuh padaku saja." Tutur Cang Min, sambil tertawa penuh ejekan pada Cloud.


Cloud hanya membuang pandangannya, sebagai jawaban lalu mengarahkan kedua bola matanya pada satu wajah yang nampak penuh kekhawatiran sejak tadi.


" Pergilah dan lihat siap mereka? " Perintah Cang Min.


Mado dan dua anak buah Cang Min pun pergi melihat ke sumber suara untuk memastikan siapakah yang sudah menembakkan sebuah tembakan di tempat terbuka seperti ini.


Sedangkan Cloud melangkahkan kakinya kearah Hiyuka dan berhenti tepat di hadapan Hiyuka.


Tanpa mengatakan apapun Cloud membuang Pedang yang ada di tangannya ke sembarang arah, lalu melepaskan Mantel tebal yang sedang dia kenakan lalu menyelimuti Hiyuka dengan Matel miliknya.


Hiyuka berusaha untuk menolak namun perkataan Cloud mengurungkan niatnya.


"Udara mulai dingin dan lagi tidak boleh ada yang tau bahwa Nona Bangsawan dari keluarga Natagawa berurusan dengan Cang Min si Pedang Merah, itu akan sangat mencoreng nama baik keluarga Natagawa, jika saja mereka tidak tau kebenarannya yang sebenarnya." Jelas Cloud yang membuat Hiyuka membisu.


Baik Cang Min maupun putra mahkota mereka sama-sama kesal dan tidak suka dengan apa yang di lakukan Cloud pada Hiyuka.


Hiyuka pun dengan sangat terpaksa menerima mantel tebal milik Cloud yang di pasangankan Cloud di pundaknya dengan ketus,


Hiyuka mengeratkan matel milik Cloud di tubuhnya dengan wajah ketus penuh dengan wajah yang mencoba menahan kegirangan yang ada di hatinya.


Sungguh dia sangat senang, tapi dia tidak mau menunjukkannya pada Cloud.


"Dor...." Suara tembakan itupun kembali terdengar lagi.

__ADS_1


__ADS_2