Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Memasak


__ADS_3

Setelah membantu proses melahirkan dari salah satu pengungsi, dan membatu mengobati para korban yang terkena luka bakar akibat kebakaran yang terjadi di desa Guenju, kini Hiyuka pun pergi ke area dapur umum, dia mulai membatu menyiapkan makan malam, karena hari sudah mulai senja.


Hiyuka tak banyak membatu dalam urusan dapur karena dia cukup tau diri, bahwa dirinya tak pandai dalam hal urusan memasak, jadinya Hiyuka pun hanya membantu dari hal terkecil saja, seperti mengupas bawang, lalu memotong bawang dan hal mudah lainnya.


Taklama putra mahkota pun datang dia ikut membantu menyiapkan makan malam bersama Hiyuka dan yang lainnya.


Chanzi si pengawal sudah berulang kali mengatakan untuk tidak membatu tapi putra mahkota bersikeras ingin membatu, hingga tercipta keributan kecil diantara mereka


"Yang Mulya, saya mohon tolong hentikan jangan melakukan pekerjaan ini" pinta Chanzi berbisik, karena putra mahkota berpesan untuk tidak memberitahukan statusnya kepada siapapun.


"Diamlah" tolak putra mahkota.


Putra Mahkota pun mulai mengambil pisau untuk membatu mengupas kentang di samping Hiyuka, tapi sayang belum sampai 10 menit.


"Ah..." Putra Mahkota sudah mengaduh kesakitan karena teriris pisau.


Hiyuka dan Chanzi yang melihatnya pun mulai panik.


"Ya Ampun Yang Mulya, hati-hati lihat tangan anda jadi teriris pisau." Ucap Chanzi pelan dan penuh khawatir.


"Tenanglah" ucap Hiyuka sambil mengambil kain bersih dan merobeknya, lantas dengan cepat membalut luka putra mahkota dengan kain tersebut setelah membersihkannya terlebih dahulu.


"Selesai, ini hanya luka kecil besok juga pasti sembuh." Ucap Hiyuka pada Chanzi yang terlihat begitu cemas.


"Aku baik-baik saja, tidak usah hawatir, nona Hiyuka benar ini hanya luka kecil." Ucap putra mahkota A-Fai pada Chanzi.


"Syukurlah Yang Mulya." Jawab Chanzi tenang.


Tak lama Cloud terlihat memasuki area dapur dan menghampiri Hiyuka, Putra Mahkota dan Chanzi.


"Ada apa ini?" tanya Cloud, karena melihat wajah Chanzi yang begitu tegang.


"Tidak ada apa-apa" jawab Hiyuka.


"Hem..." Jawab Cloud.


"Maaf apa bawangnya sudah lelesai di kupas dan di potong?" tanya salah satu pelayan yang datang menghampiri.


"Maaf, Sebentar lagi akan selesai." Jawab Hiyuka merasa tidak enak hati karena malah memperlambat pekerjaan para pekerja di dapur umum.

__ADS_1


"Baiklah biar saya bantu." tuturnya.


"Tidak perlu kau boleh melanjutkan pekerjaanmu yang lain" jawab Cloud, sambil mengambil pisau yang tergeletak di atas meja.


Dengan cekatan Cloud mengupas satu persatu bawang yang ada di atas meja lantas dengan cekatan pula dia memotong satu persatu bawang yang sudah terkupas dengan begitu cepat dan rapih.


Tak hanya sampai disana Cloud juga membatu memasak makan yang lain, dia menyelesaikan dua hidangan dengan porsi besar dan banyak sendirian, semua orang yang menyaksikan tak berani mendekati untuk membatu, karena mereka paham tidak sembarang orang di izinkan Cloud untuk mendekati dirinya.


Hiyuka dibuat terkagum melihat keahlian Cloud dalam memasak, tak hanya itu dia juga cukup kesal dan cemburu saat melihat tatapan para wanita yang begitu lapar melihat Cloud, ada dari meraka yang melihat Cloud penuh rasa kagum dan ada juga dari mereka yang melihat Cloud dengan rasa ingin memiliki, hal itu tergambar jelas dari wajah mereka.


"Cobalah" pinta Cloud yang memberikan satu piring kecil pada Hiyuka, dan Putra Mahkota.


Dengan rasa kesal Hiyuka pun mengambilnya dan memakan, makan tersebut dan dalam satu kali suapan, wajah Hiyuka berbinar.


"Enak.." Ucap Hiyuka, lalu Hiyuka pun kembali memakan makanan tersebut hingga habis.


"Bagikan" Perintah Cloud.


"Baik Capten" Jawab para pelayan


Setelah selesai Cloud pun pergi dari dapur umum ia hendak kembali ke kamarnya dan membersihkan dirinya.


"Ya Ampun ini enak sekali"


"Ia betul enak sekali"


"Aku jadi ingin tambah lagi"


"Rasanya begitu nyaman di perut"


"Aku belum pernah makan makanan seenak ini"


Begitulah kurang lebih pujian untuk setiap makanan yang telah di masak oleh Cloud.


"Sial... Kenapa aku begitu jauh tertinggal dari dia." Ucap putra mahkota di dalam hati.


Dia sangat kesal melihat keahlian Cloud dalam berbagi hal, entah itu dalam pertempuran senjata atau bahkan dalam urusan memasak, begitu banyak yang memuji ke hebatan seorang Cloud.


" Yang Mulya hari sudah semakin malam, saya permisi pamit untuk beristirahat." Ucap Hiyuka.

__ADS_1


"Ia Nona silahkan saya pun akan kembali beristirahat" jawab putra mahkota.


"Kalau begitu saya permisi." Ucap Hiyuka dan di Jawab dengan anggukkan kepala oleh Putar Mahkota A-Fai.


Sepeninggal Hiyuka, putra mahkota mulai menggerutu penuh kesal.


"Chanzi, kau lihat laki-laki itu bisa melakukan banyal hal sedangkan aku,... Aku bahkan tidak bisa memegang pisau dapur." Keluh Putra Mahkota A-Fai.


"Yang Mulya Jangan samakan diri anda dengan laki-laki berkulit pucat itu, jelas anda jauh berharga dari dia, anda ditakdirkan untuk menjadi raja di negri ini, dan anda tidak layak menyentuh pisau dapur dan semua hal kotor seperti ini." Ucap Chanzi memenangkan.


Akan tetapi bukannya tenang Putra Mahkota A-Fai malah semakin kesal mendengar penjelasan Chanzi.


"Justru karena aku akan menjadi Raja maka aku harus bisa dalam segala hal, dan aku tidak boleh kalah dari laki-laki itu." Ucap Putra Mahkota A-Fai marah sambil berlalu dari hadapan Chanzi.


💕💕💕


Hiyuka kembali kemar Cloud yang dia tempati, dengan cepat dia membersihkan dirinya dari mulai mencuci rambut dan seluruh tubuhnya, setelah selesai Hiyuka lantas langsung mengenakan pakaian tidur yang sudah di sediakan pelayan untuknya.


Di depan cermin Hiyuka pun mengeringkan rambut panjangnya dengan handuk, tak lama pintu kamar pun terbuka, dan masuklah satu orang pria yang sangat dikenal Hiyuka.


Dia menutup pintu kamar dan tak lupa menguncinya, langkahnya yang tegap menuntunnya kearah Hiyuka.


"Dag... Dig.... Dug.. Dag... Dig.. Dug.." Suara detak jantung Hiyuka yang tiba-tiba berdetak bersamaan dengan masuknya Cloud ke dalam kamar.


Dengan begitu berani Cloud pun melingkarkan kedua tangannya di pinggang Hiyuka dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Hiyuka sambil menghirup dalam aroma Khas gadis itu.


Hiyuka di buat meriang karenanya, dia berusaha menghindar dari sentuhan Cloud, namun sayang Cloud tidak memberikan celah baginya untuk kabur.


"Tuan...." Panggil Hiyuka sambil menahan deru jantung yang berdetak begitu cepat.


"Hem..." Jawab Cloud.


Hiyuka masih berusaha melepaskan diri, dan.. Berhasil Cloud mulai sedikit melonggarkan pelukannya.


"Sudah malam.... Huaa..... Rasanya mengantuk sekali." Ucap Hiyuka sambil berpura-pura menguap lalu perlahan dia melangkah mundur dan menjauh dari Cloud.


Cloud menyadari bahwa Hiyuka berusaha menghindar dari dirinya, namun entah mengapa ia begitu suka melihat penolakan Hiyuka yang dirasa begitu memaksa antara mau, dan gengsi untuk mengakui.


Hiyuka berjalan dengan terburu-buru menuju keatas ranjang, hingga tanpa sengaja menabrak meja kecil dan membuat semua buku yang ada di atasnya jatuh berhamburan.

__ADS_1


"Brug..." Suara benda berjatuhan.


__ADS_2