Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Tak ingin berakhir


__ADS_3

"Memangnya apa yang kamu pikirkan tentang aku dan Cang Min?" tanya Cloud curiga.


"Aku pikir kalian adalah salah satu komplotan penjahat yang bekerja sama di belakangku untuk membunuhku." Jawab Hiyuka.


"Benarkah?" tanya Cloud lagi tak percaya.


"iya benar" jawab Hiyuka tapi Cloud masih tidak percaya.


Cloud yang mengira bahwa Hiyuka sedang berbohong langsung menggelitiki area pinggang dan perut Hiyuka, hingga ia mengaduh dan tertawa karena geli.


"Hentikan Tuan geli.. Tuan haha... Ampun" pinta Hiyuka, namun Cloud mengabaikan apa yang di minta Hiyuka.


Dia terus menggelitiki perut Hiyuka hingga Hiyuka terbaring di atas kasur dengan tawanya yang pecah karena ulah Cloud.


"Aku mohon... Aku mohon Tuan ampun.." Pinta Hiyuka lagi, dan kali ini Cloud pun mengabulkan permintaan Hiyuka ia menghentikan gerak tangannya yang sedang menggelitiki perut Hiyuka


Ada rasa bahagia tersendiri di hati keduanya saat mereka sedang duduk bersama dan bercanda seperti saat ini.


"Jadi katakan apa yang kau pikirkan tentang aku dan Cang Min hem... " Tanya Cloud lagi.


Kali ini posisi mereka begitu intim, dengan Hiyuka yang terbaring di atas ranjang dan Cloud tempat berada di atas tubuh Hiyuka mengukungnya dengan menyisakan sedikit jarak di antara keduanya, untuk kembali berbincang mesra.

__ADS_1


"Sungguh aku berpikir bahwa kalian adalah komplotan penjahat yang siap membunuh siapa saja dalam satu kali tebasan pedang, kalian benar-benar menyeramkan." Ucap Hiyuka jujur.


"Haha... Ahaha" Suara gelak tawa Cloud, pecah kala mendengar penuturan Hiyuka.


"Apa aku sungguh seseram itu?" tanya Cloud sambil menyatukan keningnya dengan kening Hiyuka.


"Lebih dari itu kau sangat menakutkan" ucap Hiyuka jujur.


Namun lagi-lagi Cloud hanya menjawabnya dengan gelak tawa yang seperti mengejak bagi Hiyuka.


"Hahahaha...." Cloud masih tertawa sambil menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Hiyuka.


"Apa begitu lucu sampai kau tertawa begitu lepas" tanya Hiyuka kesal.


"Eh kenapa dia tiba-tiba diam?" tanya Hiyuka dalam hati.


🍃Hening..... 🍃


"Rasanya sudah begitu lama sekali aku tidak pernah tertawa." Ucap Cloud masih menenggelamkan kepalanya di leher Hiyuka.


"................" Hiyuka terdiam tak menjawab dia hanya menarik kedua tangannya ke atas punggung Cloud dan mengelus pelan punggung besar nan lebar itu dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


"Kau tau Tuan, ini juga kali pertama bagiku mendengar dirimu tertawa dan membuat diriku juga ikut tertawa." Ucap Hiyuka.


"Aku ingin terus seperti ini, dan tidak ingin hal ini cepat berakhir." Ucap Cloud sendu.


🍃Hening..... Kembali🍃


Hiyuka masih setia mengelus punggung besar itu dan menyalurkan rasa nyaman dan rasa tenang yang ia rasakan saat berdekatan dengan Cloud.


"Aku juga." Ucap Hiyuka lembut.


Lama Hiyuka menunggu Cloud kembali berbicara lagi, namun Hiyuka sudah tidak mendengar jawaban Cloud lagi, Hiyuka sedikit menggeser kepalanya untuk melihat keadaan Cloud, ternyata laki-laki itu kini sudah mulai tertidur dengan begitu lelap.


"Lihat dirimu Tuan, saat kau tertidur kau terlihat begitu manis, dan semakin tampan, alis mu yang hitam begitu tegas, matanmu.... Matamu begitu indah tapi saat kau membuka matamu kau begitu menakutkan, tapi juga sangat tampan hehe..." Ucap Hiyuka tertawa sendiri.


" Lalu pipi mu juga sangat manis rasanya aku ingin sekali menggigit pipimu ini hihihi.... Dan bibirmu yang tipis,.... Sangat indah kalau tersenyum, tapi.... Kau begitu jarang tersenyum, kau membuat semua orang takut dengan wajah garangmu yang selalu kau tunjukkan pada semua orang, tapi inilah dirimu Tuan, laki-laki tangguh dan pemberani." lanjut Hiyuka bergumam sendiri sambil mendikte wajah Cloud senti demi senti.


"Tunjukanlah senyum manismu hanya untukku tuan" Pinta Hiyuka penuh harap,


Setalah puas melihat dan menelusuri wajah tampan Cloud rasa kantuk pun mulai ia rasakan, Hiyuka menarik selimut dan menyelimuti tubuhnya dan Cloud dalam satu selimut yang sama, lantas tak lama matanya pun terpejam.


Setalah beberapa lama Cloud pun membuka matanya, karena sebenarnya dia belum sepenuhnya tertidur, dan kini bergantian Cloud yang melihat wajah teduh Hiyuka yang menyejukkan hatinya, Cloud memberikan ciuman lembut di kening Hiyuka, kedua pipi Hiyuka dan terakhir berlabuh di bibir ranumnya, cukup lama Cloud melabuhkan ciumannya, Cloud pun mengakhiri dengan satu kalimat,

__ADS_1


"I Love You" Ucap Cloud lembut lalu Cloud pun kembali mendekap erat tubuh Hiyuka dan melanjutkan tidurnya, yang sempat terganggu karena mendengar ocehan Hiyuka yang sedang mendikte wajahnya.


Malam pun berjalan dengan begitu indah menyaksikan dua insan yang sedang tertidur di selimuti rasa cinta dan kasih sayang yang hadir dari keduanya.


__ADS_2