Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Melihat-lihat


__ADS_3

Hiyuka yang telah selesai membersihkan diri langsung mengenakan pakaiannya, dia menyisir rambutnya yang panjang lalu mengepangnya kembali seperti biasa dan kembali mengenakan hiasan rambut miliknya.


Tok... Tok... Tok..


Terdengar suara ketukan pintu dengan cepat Hiyuka nembuka pintu tersebut, nampaklah seorang pria Dewasa berparas bule dan bermata biru yang sangat asing baginya.


"Hai, perkenalkan nama saya Andrew pamannya Cloud, saya datang ke sini atas permintaan Cloud untuk memeriksa keadaanmu." Sapa dokter Andrew ramah.


"Ah Hai, em... Maaf tapi sepertinya saya baik-baik saja jadi tidak perlu di periksa." tolak Hiyuka selembut mungkin.


"Jika kau menolaknya maka anak nakal itu akan memarahiku, jadi mari keluar dan duduklah di kursi saya akan memeriksa keadaanmu" ucap Dokter Andrew.


Karena merasa tidak enak hati akhirnya Hiyuka pun bersedia diperiksa dokter Andrew, dokter Andrew menanyakan keluhan yang di rasakan Hiyuka, dan Hiyuka menjawab apa yang di tanyakan Dokter Andrew.


"Keadaanmu sangat baik kau hanya kelelahan saja, dengan istirahat yang cukup maka staminamu akan kembali dan kau tidak akan merasa lemas lagi." Jelas dokter Andrew.


"Terimakasih Dokter" ucap Hiyuka.


"Jangan sungkan" jawab dokter Andrew.


"Apa sudah selesai?" tanya Cloud.


"Menurut mu?" tanya balik dokter Andrew.


"Hem..." Jawab Cloud malas.


"Sudahlah cepat temui kakek" pinta dokter Andrew.


"Iya" jawab Cloud.


"Baguslah, kalau begitu Paman akan kembali ke kediaman paman" ucap Dokter Andrew.


"Hem iya" jawab Cloud sekenanya.

__ADS_1


Dokter Andrew hanya mengelengkan kepalanya akan sikap keponakannya yang tidak pernah berubah sejak dulu.


"Kau ini tidak berubah diluar rumah kau belaga seperti seekor singa tapi di dalam rumah kau bertingkah seperti seekor anak kucing yang pemalas" ucap paman Andrew sarkas.


Hiyuka hanya terkekeh mendengar ucapan dokter Andrew.


Melihat itu Cloud jadi salah tingkah dan mengusir pamannya.


"Paman sebaliknya kau pergi" pinta Cloud.


"Cloud, kau mengusir pamanmu? Tega sekali!" ucap Dokter Andrew sambil pura-pura sedih.


"Paman" ucap Cloud sedikit meninggi karena salah tingkah.


"Baiklah-baiklah aku pergi" ucap dokter Andrew sambil terkekeh pelan.


"Jaga dirimu" ucapnya lagi.


"Hem" jawab Cloud.


"Maaf Tuan, sarapan pagi sudah siap" ucap Pelayan sambil menunduk hormat.


"Hem" jawab Cloud.


"Ayo kita sarapan dulu, aku sangat lapar sekali." Ucap Cloud.


Hiyuka hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai jawaban karena sejujurnya dia memang sangat lapar sekali.


Sesampainya di ruang makan tanpa babibu lagi Cloud dan Hiyuka langsung memakan makanan mereka dengan lahapnya, ya secara mereka sudah kehilangan banyak energi karena kejadian penculikan tersebut, dan kini mereka harus mengisi kembali daya tahan tubuh mereka.


Selesai sarapan Cloud pamit pada Hiyuka untuk menemui kakeknya dan menjelaskan apa yang terjadi.


"Em nona, aku harus pergi ke rumah utama Keluarga Moe dan aku harus menemui kakeku, selama aku pergi kau bisa beristirahat dulu di kamar yang kau masuki tadi atau kau bisa berkeliling di area Paviliun ku, tapi jangan pergi ke sana." tunjuk Cloud pada sebuah Paviliun yang tak jauh dari tempatnya saat ini.

__ADS_1


"Karena itu adalah Paviliun Milik pamanku yaitu Dokter Andrew yang tadi memeriksamu dan Alex putranya yang juga tadi mengantarmu ke dalam kamar" jelas Cloud panjang lebar.


"Ah jadi dokter itu adalah paman mu" ucap Hiyuka.


"Iya" jawab Cloud.


"Kalau begitu aku pergi dulu, semoga kau nyaman selama berada di Paviliunku" ucap Cloud.


"Tunggu, jadi aku boleh berkeliling melihat-lihat tempat mu?" tanya Hiyuka lagi memastikan.


"Tentu" jawab Cloud.


"Ada pertanyaan lagi?" tanya Cloud.


"Tidak" jawab Hiyuka sambil menggelengkan kepalanya.


"Baiklah aku pergi" ucap Cloud sambil melangkah tapi sebelum pergi Cloud meminta salah satu pelayan untuk menemani Hiyuka berkeliling di area Paviliunnya.


Hiyuka hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, lalu Cloud pun benar-benar pergi meninggalkan Hiyuka sendiri diruang makan.


Hiyuka cukup penasaran dengan isi Paviliun dengan di temani satu pelayan wanita Hiyuka napak menikmati setiap sudut ruangan di Paviliun Cloud, keindahan Paviliun yang bernuansa klasik moderen di tambah unsur alami dari banyaknya tanaman di dalam pot-pot bunga dari dalam Paviliun, memberikan nuansa tenang, sungguh membuat hati Hiyuka betah berlama-lama berada di sana.


Hiyuka terus berjalan hingga akhirnya sampai di suatu kamar yang terbuka, Hiyuka sedikit mengintip karena ingin melihat isi kamar tersebut.


"Ini adalah kamar utama di Paviliun ini, dan ini adalah kamar tuan muda Cloud" jelas pelanyan wanita yang bersama Hiyuka.


"Oh " jawab Hiyuka.


Lalu Hiyuka berjalan ke arah taman di sana ada sebuah kolam ikan berukuran sedang penuh dengan ikan berwarna warni, dan di lihatnya lagi di sembarang sana ada satu Paviliun yang tadi di sebutkan Cloud milik pamannya dan tak jauh dari sana ada dua rumah yang cukup besar.


"Rumah besar itu?..." tanya Hiyuka ragu.


"Oh rumah besar itu adalah rumah utama Keluarga Moe dan itu tempat tinggal tuan besar Filix Moe, sedangkan rumah yang ada di belakangnya adalah rumah untuk semua para pekerja yang bekerja di sini nona." Jelas Pelayan tersebut.

__ADS_1


Hiyuka hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti, Hiyuka melihat lagi hampir di setiap tanah di sana di penuhi dengan rumput injak yang sangat indah, di tambah banyak sekali pepohonan dan tanaman yang di hias sedemikian rupa, Hiyuka sungguh di buat kagum dengan melihat isi dari kediaman keluarga Moe yang luas dan indah.


__ADS_2