Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Permintaan


__ADS_3

Cloud membawa Hiyuka ke pesisir Danau Giok, setalah menemukan tempat yang pas Cloud mulai membuka kotak Dimsum yang telah di bawakan Hiyuka.


"Boleh ku makan?" Tanya Cloud dan di angguki Hiyuka, di masukannya satu suapan Dimsum itu ke dalam mulutnya.


Hiyuka terus mengapamati mimik wajah Cloud sungguh Hiyuka merasa takut, takut Cloud tidak menyukai Dimsum buatannya.


Cloud yang melihat Hiyuka menatapnya intens sedikit risih dibuatnya, tanpa mengatakan apapun Cloud hanya menaikan sebelah alisnya seolah mengatakan "kenapa kau melihatku seperti itu?" begitulah kira-kira artinya.


Hiyuka yang faham akan hal itu akhirnya membuka suara "Bagaimana rasanya? apa kau suka?" Tanya Hiyuka.


Cloud sedikit lega dengan apa yang dipikirin Hiyuka, tapi Cloud tidak menjawab pertanyaan Hiyuka dia begitu asik dan lahapnya memakan kembali Dimsum buatannya Hiyuka hingga habis tak tersisa.


Melihat bagaimana Cloud memakan habis makanan buatannya seketika membuat hati Hiyuka berbunga-bunga dan membuat senyumnya merekah sempurna.


"Rasanya enak bukan?" Tanya Hiyuka.


"Emm.. Lumayan!" jawab Cloud.


"Lumayan enakkan?" Tanya Hiyuka lagi.


"Ya lumayan saja!" Jawab Cloud.


"Yakin hanya lumayan saja buktinya makanannya habis" ucap Hiyuka.

__ADS_1


"Itu.. Itu karena aku lapar, jadi aku habiskan" Jawab Cloud asal, padahal makannya sungguh sangat enak.


Mendengar itu membuat Hiyuka sedikit kesal dibuatnya, tanpa mengatakan apapun Hiyuka merapihkan kontak Dimsumnya dan beranjak pergi.


Cloud yang menyadari kesalahannya langsung menarik lengan Hiyuka, Cloud sedikit bingung dengan dirinya fasalnya dengan reflek tubuhnya selalu ingin bersentuhan dengan Hiyuka, padahal dulunya Cloud bukan orang yang suka menyentuh atau di sentuh oleh orang asing dan jika ada yang berani menyentuhnya tanpa izin maka dia akan sangat marah, kecuali anak kecil, Cloud selalu sedikit memakluminya.


Langkah Hiyuka terhenti seketika karena tarikan tangan dari Cloud.


"Apa?" Tanya Hiyuka Ketus sungguh sekarang Hiyuka sedang dalam Mode marah.


"Terimakasih" ucap Cloud.


"Terimakasih buat apa? bukankah kau bilang makannya tidak enak?" Tanya Hiyuka masih denga nada Ketus.


"Sudahlah, apa kau ingat Danau ini?" Tanya Cloud mengalihkan pembicaraan.


"Ya tentu" jawab Hiyuka dengan nada yang masih kesal.


"Di danau ini kita pertamakali bertemu, begitu pun dengan pertemuan ke dua kita, lalu pertemuan ke tiga kita di hutan dan kita kembali bertemu untuk ke empat kalinya di tempat ini" ucap Cloud.


"Kau benar, Danau ini mempertemukan kita lagi, kau adalah orang pertama yang aku lihat saat aku sampai di sini" ucap Hiyuka sendu.


Cloud melihat mata Hiyuka yang mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


"Sudah senja sebaiknya kau pulang, di mana kau meninggalkan para pengawalmu?" tanya Cloud yang lagi-lagi mengalihkan pembicaraan.


"Di dekat pasar" jawab Hiyuka.


"Aku akan mengantarkanmu ke sana" ucap Cloud dan Hiyuka hanya mengangguk sebagai jawaban.


Mereka berdua kembali berjalan beriringan untuk ke tiga kalinya.


"Kalau aku meminta sesuatu padamu, apa kau akan mengabulkannya?" tanya Hiyuka.


"Tergantung apa yang kau pinta" jawab Cloud.


Mendengar itu Hiyuka kembali membisu,


"Apa yang kau pinta dariku?" tanya Cloud.


"Aku hanya ingin berlatih menggunakan senjata, jujur aku selalu merasa tidak aman baik itu di rumah, atau pun di mana pun, aku selalu ketakutan, dan aku selalu merasa ada yang sudah sangat siap untuk membunuhku dan dia hanya sedang menungguku lengah saja, karena rasa takutku aku bahkan merasa sendiri dan tidak bisa mempercayai siapa pun" ujar Hiyuka panjang lebar.


Mendengar itu Cloud menghentikan langkah kakinya dengan reflek Hiyuka pun menghentikan langkahnya dan memandang wajah Cloud.


"Apakah kau percaya padaku?" tanya Cloud.


"Sedikit" ucap Hiyuka.

__ADS_1


__ADS_2