Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Rahasia yang hanya diketahui Cloud


__ADS_3

"Penghianat itu bernama Hiso....." belum sempat Cloud menyelesaikan perkataannya Cloud kembali di serang dengan sebilah belati beracun yang di lemparkan tepat mengarah padanya.


Dengan cepat Cang Min menangkis belati yang hampir mengenai Cloud dengan belati miliknya.


Sehingga kedua belati itu beradu di udara dan terjatuh ke tanah tanpa mengenai Cloud.


"Kini aku tau jawabannya" ucap Cloud dengan lantang.


Mendengar perkataan Cloud laki-laki itu nampak seperti sedang menahan amarah, dan dengan inplusif dia mencoba menyerang Cloud, namung langkahnya terhenti tatkala Cang Min yang menangkis serangan pedang yang dia tujukannya pada Cloud.


Sejenak pandangan mata laki-laki itu tertuju pada Cang Min karena jarak mereka yang kini begitu dekat.


Cang Min yang melihat laki-laki itu mulai lengah dengan mudah dia melumpuhkan laki-laki berjubah itu dalam sekali pukulan maut.


"Bug..."


Laki-laki itu terjatuh di tanah seraya memegangi area perutnya yang di pukul Cang Min dengan cukup kencang.


Dengan cepat Cang Min mendekat dan mengambil sebuah kantong kecil berisikan empat botol cairan yang dia tidak tau apa isinya.


Cloud pun mendekat "Kami butuh penawar racun ya, katakan yang mana?" tanya Cloud.


Namun laki-laki itu tak menjawab.


"Kita habisi saja dia" ucap Cang Min seraya mencoba menusukkan pedangnya pada laki-laki itu.


"Tidak Cang Min, belum saatnya dia mati, karena setelah ini dia bukanlah urusan kita lagi." Ucap Cloud.


"Bukan urusan?" seru Cang Min tak suka dengan ucapan Cloud.


" Hem" Jawab Cloud seraya mengambil semua kantong kecil berisi empat botol cairan, yang dia duga salah satunya adalah penawar racun untuk Daniel.


"Kita bawa dia" ucap Cloud.

__ADS_1


"Untuk apa?" tanya Cang Min kesal.


"Untuk kita serahkan pada Kerajaan" Jawab Cloud enteng.


"Cek..." Cang Min hanya berdecak tak suka.


"Cang Min, apa pendapatmu jika kau memiliki satu orang adik lagi?" tanya Cloud pada Cang Min.


Cang Min hanya diam tak menjawab.


Sementara Cloud berusaha mengikat tangan laki-laki berjubah itu.


"Hey aku bertanya" ucap Cloud lagi.


"Apa maksudmu?" Jawab Cang Min sinis.


"Aku hanya bertanya" tutur Cloud penuh maksud.


Tapi Cang Min tak sebodoh itu dia sangat mengetahui bahwa Cloud mencoba merahasiakan sesuatu darinya.


"Berdirilah" Pinta Cloud pada laki-laki berjubah itu dan diturutinya.


"Kita buka saja topengnya" ucap Cang Min seraya menarik paksa topeng itu dari wajah laki-laki berjubah.


Deg....


Dengan refleks Cang Min memantung, kala melihat wajah laki-laki itu yang memiliki sedikit kemiripan dengan dirinya.


Ke dua mata Cang Min membola dengan sempurna ada sebuah rasa nyeri yang tercipta di dalam sanubarinya.


Saat Cang Min hendak menyentuh bahu laki-laki itu, tiba-tiba ada sebuah serangan yang di tujukan pada mereka bertiga ditambah dengan sebuh bom asap sehingga membuat pandangan Cang Min dan Cloud tertutup.


Baik Cang Min maupun Cloud sama-sama terbatuk-batuk kala mendapatkan serangan bom asap secara tiba-tiba.

__ADS_1


Beruntung bom asap itu tidak mengandung racun, baik Cang Min atau pun Cloud nampak baik-baik saja.


Karena serangan bom asap itu mereka berdua kehilangan jejak laki-laki bertopeng yang sempat mereka sandra.


"Sial dia berhasil kabur" ucap Cang Min karena tak menemukan laki-laki itu ada di antara dirinya dan Cloud.


Tak lama Mado pun datang dengan membawa para warga yang sempat di sandra dengan selamat.


"Bos kau baik-baik saja?" tanya Mado.


"Ya.." Jawab Cang Min emosi.


"Cloud katakan padaku semua yang kau tau" pinta Cang Min dengan marah.


Huh..... Nampak Cloud menghembuskan napasnya perlahan.


"Aku akan mengatakannya tapi tidak di sini, kita pulang ke rumah keluarga Moe yang ada di desa Guenju." Ucap Cloud enteng.


"Heh... Kau pikir aku akan mau?" tanya Cang Min sinis.


"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah kembali pada keluarga Moe." Ucap Cang Min dengan begitu ego.


"Kalau begitu lupakan saja apa yang ingin kau ketahui." Ucap Cloud tak mau kalah.


"Aku pasti akan mencari tahu apa yang sebenarnya kau Rahasia kan dariku Cloud." Ucap Cang Min.


"Cobalah, tapi kau tidak akan bisa menemukan jawabannya, kenapa? Karena hanya aku yang tau kebenarannya" Ucap Cloud penuh maksud.


"Cloud..." panggil Cang Min marah.


"Jangan berteriak padaku Cang Min, aku tidak tuli." Ucap Cloud.


"Aku rasa perjanjian kita sudah selesai, aku juga sudah membayarmu, kini kita tidak punya perjanjian apapun lagi." Ucap Cloud.

__ADS_1


"Tapi Cang Min jika kau ingin mengetahui tentang ibu mu, datanglah ke rumah keluarga Moe." Ucap Cloud memprovokasi.


"Deg..."


__ADS_2