
"Kalau kau menahan nafasmu, kau akan mati" ucap Cloud tepat di dekat telinga Hiyuka.
Hiyuka langsung membolakan matanya karena tidak menyangka Cloud dapat mengetahui dirinya tengah menahan nafasnya saat ini.
"Tuan kita terlalu dekat aku.... Jadi sulit bernapas" ucap Hiyuka pelan.
Cloud yang mendengar suara Hiyuka langsung membuka kedua matanya, lalu melihat dengan begitu teliti setiap sudut dari wajah gadis yang sudah memporak pondakakan hatinya.
Terdengar kekehan pelan yang keluar dari mulut laki-laki bule itu.
Cloud perlahan merubah posisinya, dia mulai mengangkat badannya dan menggeser tubuh Hiyuka hingga terlentang tepat di bawahnya.
Hiyuka di buat takut sekarang karena melihat Cloud tepat beda diatas tubuhnya, mengungkungnya tanpa celah.
"Tuan kau membuatku takut" ucap Hiyuka Jujur.
Namun Cloud mengabaikan apa yang dikatakan Hiyuka karena dia sudah terhipnotis dengan bibir ranum nan indah milik Hiyuka.
Cloud berusaha mendekatkan wajahnya untuk menggapai apa yang dia inginkan, berbeda dengan Hiyuka dia berusaha untuk menghindar dari Cloud saat ini, namun terlambat laki-laki itu kini sudah mendapatkan apa yang dia inginkannya.
Hiyuka berusaha memberontak dan menghentikan apa yang saat ini dilakukan Cloud padanya, namun Hiyuka kembali harus kalah di buatnya.
Selain kalah karena harus menghadapi tenaga Cloud yang begitu besar kini Hiyuka pun di buat kalah oleh dirinya sendiri, karena harus menghadapi pikiran, hati dan tubuhnya yang mulai tak terkendali seiring dengan memanasnya gejolak hasrat yang tiba-tiba muncul dari dalam tubuhnya yang sejalan dengan sentuhan tangan Cloud di hampir seluruh tubuhnya.
Hiyuka kembali di buat pasrah saat pikirannya berkata hentikan tapi tubuhnya menginginkan lebih, dan di detik berikutnya Hiyuka pun mulai terbuai dan membalas setiap sentuhan yang di berikan oleh Cloud.
Baik Cloud maupun Hiyuka benar-benar sudah terbakar gairah satu sama lain, dan kini keduanya siap untuk menyatu, namun sayang sebuah ketukan pintu menyadarkan keduanya dari gelora yang membara.
"Tok... Tok... Tok.." Suara ketukan pintu.
__ADS_1
Cloud berusaha mengabaikan ketukan itu, tapi ketukan itu kembali terdengar bahkan lebih keras dari sebelumnya.
"Tok tok tok...." Suara ketukan pintu terdengar lagi, hingga dengan terpaksa Cloud menghentikan kegiatannya saat ini.
"Sial... Kenapa harus menganggu disaat seperti ini" keluh Cloud kesal, sambil menyalakan lampu di dalam kamar pertanda bahwa siapapun di luar sana dilarang mengetuk pintu kembali, karena pemilik kamar sudah terbangun.
Cloud pun bangun dari atas tubuh Hiyuka namun sebelum beranjak terbih dahulu dia menyelimuti Hiyuka dengan selimut, sehingga seluruh tubuhnya tertutup selimut dan hanya menyisakan bagian kepalanya saja.
Sejenak mata mereka saling bertatapan penuh makna, baik Hiyuka maupun Cloud kini sama-sama merasa kaku dan salah tingkah, setelah apa yang mereka lakukan.
Cloud pun kembali mengenakan celana boxernya dan melangkahkan kaki ke depan pintu untuk melihat siapa yang sudah berani menganggunya saat ini.
"Clak.." Suara pintu terbuka.
Cloud membuka sedikit pintu kamarnya, dilihatnya Daniel tengah berdiri di depannya, mematung di depan kamar dengan pakaian seragam yang begitu lengkap dengan senjata.
"Lapor Capten, keadaan darurat." Ucap Daniel pelan.
Cloud sedikit terperangah mendengarnya, dengan cepat Cloud pun sadar dan berucap "Hemm.." Jawab Cloud pelan namun masih dapat di dengar oleh Daniel.
Cloud pun kembali menutup pintu kamar dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajah dan kepalanya agar bisa mengembalikan kesadarannya saat ini.
Dengan sambil mengeringkan wajahnya menggunakan handuk Cloud berjalan kearah lemari pakaian, di bukanya lemari tersebut dan di ambilnya kemeja hitam lengan panjang serta seragam kebanggaannya yang sering ia pakai saat Cloud sedang bertugas, lalu Cloud pun mengenakannya di tubuhnya.
Hiyuka cukup merasa heran dengan apa yang di lakukan Cloud, dia turun dari atas ranjang setelah sebelumnya kembali menggunakan kemeja putih lengan panjang milik Cloud.
"Apa kau akan pergi?" tanya Hiyuka ragu.
"Hem..." Jawab Cloud sambil menghentikan sejenak kegiatannya yang akan menggunakan sepatunya.
__ADS_1
Lalu dilihatnya Hiyuka yang tepat berada di hadapannya dengan rambut yang acak - acakan, dan pakaian yang begitu sexy, karena hanya menggunakan kemeja putih panjang milik Cloud.
"*Aku tidak pernah tergoda dengan wanita mana pun, bahkan saat mereka tidak menggunakan busana pun aku tidak pernah tertarik sama sekali, aku selalu merasa jijik pada wanita yang dengan begitu berani menggoda diriku."
"Tapi dia,... Dia berbeda aku benar-benar dibuat jatuh bangun olehnya, aku benar-benar ingin memilikinya dan aku benar-benar tergoda oleh dirinya, suaranya, bahkan seluruh tubuhnya, benar-benar membuatku gila, jika aku tidak memilikinya."
"Dia satu-satunya wanita yang membuat hidupku berubah dan dia satu-satunya wanita yang mengisi setiap sudut relung di hatiku, jiwaku, bahkan seluruh kesadaranku saat ini."
"Aku jatuh Cinta ya, aku sudah jatuh cinta padanya, pada wanita yang saat ini berdiri dihadapanku, ya... Dialah wanita itu Hiyuka Natagawa*" ucap Cloud panjang lebar di dalam hatinya.
"Tuan... Tuan?" ucap Hiyuka yang bingung karena melihat Cloud hanya menatapnya.
Cloud yang sadar pun menarik tubuh Hiyuka kedalam dekapannya, hingga tak berjarak, lalu melingkarkan sebelah tangan kirinya di pinggang Hiyuka dan satu tangannya menyentuh wajah Hiyuka dari mata, hidung, pipi, dagu dan berakhir di bibir ranum yang kini kembali berhasil menggoda kejantanannya.
Cloud kembali mencium Hiyuka dengan begitu dalam, dan kedua tangannya kembali menelusuri bagian sensitif milik Hiyuka.
Di detik berikutnya Hiyuka merasakan tubuhnya melayang dan benar saja Cloud pun memangku Hiyuka dan menidurkannya di atas ranjang, Hiyuka berpikir kegiatan panas tadi akan kembali berlanjut tapi ternyata perkiraannya salah, Cloud melepaskan ciuman mereka dan kembali menyelimuti tubuh Hiyuka hingga pundak.
"Tidurlah, aku harus pergi" ucap Cloud kemudian.
Terbersit rasa kecewa di hati Hiyuka atas apa yang di lakukan laki-laki itu, yang akan meninggalkannya dan terkesan mempermainkan dirinya, Hiyuka pun memalingkan wajahnya dari Cloud penuh kekecewaan.
Cloud yang mengerti akan apa yang di pikirkan gadis cantiknya saat ini, kembali memberikan ciuman lembut di pipi kanan gadis itu.
"Kau tau aku begitu menginginkan dirimu saat ini, sangat sangat menginginkan dirimu." Ucap Cloud sambil menciumi pipi kanan gadisnya penuh kelembutan.
"Tapi aku harus pergi ada urusan penting yang harus aku selesaikan malam ini." sambung Cloud, berharap Hiyuka akan mengerti.
"Tidur lah.. Hem.. Dan jangan keluar dari dalam kamar hingga esok pagi mengerti?..." Pinta Cloud pada Hiyuka, sambil kembali mencuri satu ciuman manis dari bibir gadis yang sudah dia yakini akan menjadi miliknya.
__ADS_1