
Dengan bantuan dari pasukannya Cloud berhasil menemukan di mana lokasi Hiyuka di sekap, dengan cepat dia mempersiapkan semua perlengkapannya untuk menyelamatkan Hiyuka.
"Kau yakin akan pergi sendiri?" Tanya Alex.
"Hem iya, aku akan pergi sendiri!" jawab Cloud.
"Tapi...?" Ucap Alex menggantung.
"Aku akan pergi sebagai Cloud dan bukan sebagai kapten Aaron, lagi pula ini adalah masalah pribadi bukan urusan politik, jadi aku harus bergerak sendiri" ucap Cloud memotong ucapan Alex.
"Kenapa seorang Nataga begitu penting bagimu Cloud? Kau tau betul bukan, kalau Tuan besar Natagawa selalu menaruh genderan perang dengan keluarga kita, apalagi dengan kakek" tanya Alex, dan Cloud tidak bisa menjawab pertanyaan itu karena dirinya pun merasa bingung sendiri tanpa tahu jawabannya.
"Entahlah aku juga tidak mengerti, aku selalu merasa bahwa keadaannya saat ini adalah tanggung jawab ku dan itu juga menjadi urusanku" jawab Cloud.
"Tapi atas dasar apa semua itu menjadi tanggung jawabmu? Dan sejak kapan seorang gadis dari keluarga Natagawa itu menjadi urusanmu?" Tanya Alex lagi.
"Atau..., jangan katakan kalau kau menaruh hati pada gadis dari keluarga natagawa itu?" Tanya Alex lagi.
__ADS_1
"Jaga sikap dan perkataanmu Alex, aku bukan hanya temanmu tapi aku juga adalah atasanmu." Jawab Cloud karena merasa tersudutkan dengan perkataan Alex.
"Aku akan pergi sekarang, kau hanya perlu memastikan tidak ada yang tahu tentang hal ini, mengerti?" ucap Cloud.
"Baik Kapten" Jawab Alex, karena sudah tidak bisa membantah apa yang di katakan Cloud.
Cloud pergi dengan manaiki kudanya memasuki hutan yang cukup lebat dan menyeramkan, setelah masuk kedalam hutan Cloud langsung memacu kudanya dengan cepat suasan malam dan rintiknya hujan menambah suasana menjadi terasa tegang dan menyeramkan.
Setalah perjalanan yang cukup panjang Cloud pun akhirnya sampai di dekat tempat tujuan, dia turun dari atas kudanya.
"Dengar pergilah, tapi jika aku memanggilmu cepatlah datang kemari mengerti?" pinta Cloud pada kudanya.
"Bangus" ucap Cloud sambil mengusap-usap lembut bagian kepala kudanya.
"Pergilah cepat" ucap Cloud lagi.
Setelah kudanya pergi jauh, Cloud melangkah mendekat ke sebuah rumah kecil di tengah hutan, dilihatnya penjagaan yang sangat ketat dan sepertinya cukup sulit untuk di tembus.
__ADS_1
Cloud mengitari rumah kecil itu dari balik semak-semak, hingga akhirnya Cloud sampai di bagian jendela belakang rumah tersebut.
Beruntung penjagaan bagian belakang tidak terlalu ketat, jadi Cloud bisa lebih mudah mendekat ke rumah tersebut.
Dibukanya dengan paksa jendela tersebut dengan penuh kehati-hatian sepaya tidak menimbulkan suara.
Setalah berhasil Cloud masuk melalui jendela tersebut dengan perlahan, langkahnya begitu pelan sampai tidak terdengar suara langkah kakinya, Cloud langsung memeriksa satu persatu ruangan yang ada di rumah kecil itu, setiap penjuru ruangan menimbulkan bau anyir yang sangat menyengat dan begitu banyak noda darah yang tidak di bersihkan, hal itu menunjukkan begitu banyak pula orang yang telah mereka bunuh dengan sangat kejam.
"Cang Min, aku tidak menyangka kau akan menjadi orang yang sekejam ini" ucap Cloud saat melihat ada satu mayat laki-laki yang masih baru dengan luka tebasan di lehernya, bahkan darah segar pun masih mengalir keluar dari leher mayat laki-laki tersebut.
"Hiyuka?" ucap Cloud yang sudah kembali mendapatkan kesadarannya akan kedatangannya ke tempat itu.
Cloud melanjutkan perjalanannya menyusuri setiap lorong hingga akhirnya Cloud sampai di ujung lorong di sana ada satu ruangan yang cukup terpencil, dibukanya dengan perlahan pintu tersebut dan betapa kagetnya Cloud saat melihat Hiyuka terduduk lemas dengan tubuh di ikat di atas kursi.
Cloud memasuki ruangan tersebut dan tak lupa menutupnya kembali.
"Hey sadarlah" ucap Cloud sambil menepuk-nepuk pelan pipi Hiyuka.
__ADS_1
Hiyuka pun tersadar "Kau?" ucap Hiyuka penuh haru, dengan rasa senang di hatinya dan rasa tak percaya di benaknya.
"Sutt... Pelankan suaramu atau nanti mereka bisa mendengarnya" ucap Cloud sambil mengeluarkan sebuah belati yang cukup tajam hingga bisa dengan mudah memotong tali yang mengikat kuat di tubuh Hiyuka.