Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Kemeja Putih


__ADS_3

"Nona mari silahkan ikuti kami ke kamar istirahat yang sudah di sediakan untuk anda" pinta pelayan wanita yang sudah kembali setelah mengantar putra mahkota dan prajurit Chanzi ke kamar mereka masing-masing.


Hiyuka mengangguk dan mengikuti pelayan wanita hingga akhirnya mereka sampai di sebuah kamar dengan dua daun pintu yang cukup besar,


"Silahkan masuk Nona" ucap pelayanan wanita tersebut sambil membukakan pintu kamar.


Hiyuka pun memasuki kamar tersebut, Melihat isi kamar yang akan dia tempati mengingatkan Hiyuka akan kamar milik Cloud yang ada di kediaman keluarga Moe, di pusat Kota Jeos.


"Ini kamar milik Tuan Muda Cloud, Tuan meminta anda untuk tidur di kamar ini Nona, karena tidak ada kamar lain lagi di rumah besar ini, ada pun dua kamar kosong yang tersedia itu adalah milik Tuan besar Filix Moe dan Dokter Andrew Moe, kedua kamar itu jelas tidak boleh di isi oleh orang lain karena milik dua Tuan besar keluarga Moe, sedangkan dua kamar yang di isi oleh dua orang teman anda tadi, adalah kamar Tuan muda Alex Moe dan satu kamar Tamu." tutur Pelayan wanita menjelaskan.


"Aku mengerti, terimakasih" ucap Hiyuka.


"Sama-sama Nona kami permisi" ucap pelayanan Wanita sambil berlalu pergi.


Hiyuka melihat-lihat sudut kamar milik Cloud yang penuh dengan nuansa Hitam dan putih, setelah puas melihat-lihat Hiyuka pun memutuskan untuk mandi, karena merasa seluruh tubuhnya sudah terasa lengket.


Selesai mandi Hiyuka baru sadar bahwa dia tidak Memiliki baju ganti, dia lupa meminta baju ganti pada pelayan rumah.


Alhasil Hiyuka pun dengan hati-hati membuka lemari pakaian milik Cloud, di dalamnya ada beberapa kemeja dan jas yang tergantung dan tersusun dengan rapih.


"Apa dia tidak punya warna lain kenapa hanya ada tiga warna saja, Hitam, putih, Biru, dan semua isi dari lemari ini hanya kemeja dan setelan Jas saja, tidak ada kaos gitu yang bisa aku pakai" ucap Hiyuka sambil membuka satu persatu susunan kemeja milik Cloud yang ada di lemari.


"Ya sudah pakai ini sajalah" ucap Hiyuka yang menjatuhkan pilihan pada kemeja putih milik Cloud.


Hiyuka menggerai rambut basahnya dan menggunakan kemeja Cloud di tubuhnya, lalu melihat pantulan dirinya di cermin besar, di lihatnya dari atas kepala hingga ke ujung kaki yang terlihat begitu sexy dengan kemeja Putih milik Cloud.

__ADS_1


"Celina, semenjak kaun terjebak di dimensi ini, kau sudah lama tidak terlihat sexy dan begitu berani" ucap Hiyuka pada dirinya sendiri sambil melenggak-lenggokkan badannya di cermin.


"Sekarang saatnya tidur di kasur besar yang nyaman" ucap Hiyuka (Celina) senang.


"Brug...." Hiyuka menjatuhkan dirinya di atas kasur besar yang begitu lembut dan nyaman, dia mengguling-gulingkan tubuhnya di atas ranjang besar milik Cloud.


"Ya ampun kasur ini hampir sama seperti di duniaku, ada ranjangnya dan ada selimut tebalnya, hem... Jadi rindu rumah, apa kabar Mommy, dan Daddy?" Ucap Hiyuka (Celina) rindu.


"Dan bagimana keadaan si Banjingan Mike apa dia kini sudah menikah dengan wanita ****** itu, hah... Kenapa aku jadi memikirkan mereka" ucap Hiyuka (Celina) sedih.


"Sebaiknya aku tidur, ayo Celine sebaiknya kau tidur berharaplah kau akan bangun dan kembali ke duniamu yang nyata dan bukan di dunia ini lagi." Ucap Hiyuka (Celina) pada dirinya sendiri.


Lambat laun Hiyuka (Celina) mulai tertidur lelap, cukup lama dia tidur hingga akhirnya dia dibangunkan oleh sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya.


"Apa ini kenapa berat sekali" ucap Hiyuka dalam hati masih dengan mata yang tertutup.


"Hah.... Tangan.. Tangan siapa ini." Ucap Hiyuka kaget, lalu dengan perlahan Hiyuka mencoba melihat Siapa yang tidur di sampingnya dan melingkarkan tangannya di pinggangnya.


Hiyuka pun berbalik dengan begitu perlahan dan di lihatnya, wajah tampan putih dan bersih milik Cloud, Hiyuka yang keget semakin shock saat melihat ternyata Cloud yang tidur di sampingnya tanpa menggunakan bajunya.


Nampak punggung tegas nan besar itu ada di sampingnya dan begitu dekat dengannya, tadinya Hiyuka berniat ingin turun dan menjauh dari Cloud, namun dia urungkan karena melihat punggung Cloud yang penuh dengan bekas luka, dan bekas jahitan di beberapa tempat seperti sisi perut pundak dan luka bekas sayatan yang terlukis jelas di punggung besar itu.


"Ini pasti sakit sekali" ucap Hiyuka dalam hati sambil menyentuh salah satu bekas luka di area pundak dengan penuh hati-hati berharap si empunya tidak terbangun dari tidurnya.


Dilihatnya wajah teduh milik Cloud yang terpejam dengan hembusan nafas yang keluar secara lembut dari hidung mancungnya.

__ADS_1


"Tampan" ucap Hiyuka dalam hati, sambil Tampa sadar tersenyum.


Entah ide dari mana tiba-tiba Hiyuka ingin menghitung jumlah bekas luka yang sudah lama sembuh di punggung Cloud.


"Satu" ucapnya dalam hati sambil menyentuh lembut punggung besar dan kekar itu.


"Dua, Tiga... Empat... Lima... Enam.... Tujuh... Delapan... Sembilan....sepuluh... Sebelas."


"Ada sebelas bekas luka dan empat diantara adalah bekas jahitan, pasti sakit sekali" ucap Hiyuka dalam hati.


"Apa kau sudah puas menyusuri punggungku?" tanya Cloud yang masih memejamkan kedua matanya.


Hiyuka langsung keget dibuatnya dan berusaha untuk menjauhkan tubuhnya dari Cloud, namun sayang Cloud sudah lebih dulu menarik tubuh Hiyuka ke dalam dekapannya, membuat Hiyuka terlonjak lebih kaget.


Kini posisi mereka begitu dekat bahkan sangat dekat, sehingga hidung mereka hampir saja bertabrakan.


Hiyuka berusaha sedikit menjauhkan wajahnya dari Cloud, karena dia merasa sulit untuk bernafas jika terlalu dekat dengan Cloud.


Di saat Hiyuka berusaha untuk menjauhkan wajahnya dari wajah Cloud, detik berikutnya Cloud membuka Kedua matanya, dan kembali menarik Hiyuka mendekat dengan tubuhnya.


"Tidurlah lagi, hari masih malam" Pinta Cloud dengan suara serak khas bangun tidur, Cloud pun nampak kembali memejamkan matanya.


Mendengar suara serak Cloud membuat sekujur tubuh Hiyuka merinding sendiri dibuatnya, entah mengapa tiba-tiba seluruh tubuhnya meremang hebat, bahkan saat ini Hiyuka begitu takut untuk bernapas di dekat Cloud.


"Kalau kau menahan nafasmu, kau akan mati" ucap Cloud tepat di dekat telinga Hiyuka.

__ADS_1


Hiyuka langsung membolakan matanya karena tidak menyangka Cloud dapat mengetahui dirinya tengah menahan nafasnya saat ini.


__ADS_2