Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Mencariku


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah Hiyuka terbangun dari tidurnya, dia menggeliatkan badannya yang terasa kaku, ada rasa bahagia yang tersemat di hatinya, lalu tiba-tiba ia merasakan ada sesuatu yang hilang tempat di sampingnya.


Perlahan dia membuka matanya dan mengerejepkan kelopak matanya berulang kali menyesuaikan cahaya yang tiba-tiba masuk kedalam matanya, setelah kesadarannya terpenuhi, dia mulai sadar bahwa Cloud sudah tidak ada di sampingnya.


"Em... Dia sudah bangun?" tanya Hiyuka dalam hati.


Perlahan Hiyuka mulai bangun dari tidurnya, Hiyuka kembali meregangkan badannya lalu turun dari tempat tidur.


Diambilnya handuk dan baju ganti dari dalam lemari, lalu Hiyuka melangkahkan kakinya ke kamar Mandi guna membersihkan diri.


Setalah selesai mandi dan berpakaian dengan rapih, Hiyuka pun pergi untuk mendapatkan sarapan pagi,


"Clakk..." Suara pintu yang terbuka.


"Heh.... Kenapa begitu sepi?" tanya Hiyuka dalam hati lagi.


Hiyuka melangkahkan kakinya kearah ruang tamu, sembari kedua matanya sibuk mencari sesosok pria yang sejak bangun tidur belum ia jumpai.


Langkah kakinya membawanya ke arah teras rumah, dilihatnya orang yang ia cari kini tengah berdiri tegak, dengan pakaian yang sudah begitu rapih, laki-laki itu mengenakan Celana bahan berwarna Hitam, kemeja putih yang di balut jas berwarna hitam penuh dengan karisma dan wibawa yang begitu kuat.


Hiyuka tersenyum malu melihat Cloud, padahal ia hanya melihat dari samping dengan jarak yang jauh, dilihatnya Cloud sedang berbincang Seriyus dengan beberapa tentaranya.

__ADS_1


Perlahan Hiyuka mencoba menghampiri Cloud namun langkah kakinya terhenti karena dia mulai menyadari kalau situasinya terasa begitu tagang.


"Ada apa ini?" tanya Hiyuka dalam hati.


"Kenapa dia terlihat seperti sedang marah?" lanjut Hiyuka bertanya masih di dalam hatinya.


Hiyuka lebih memilih tetap diam di tempat dia berdiri sekarang sambil melihat situasi, dia tidak ingin menganggu Cloud yang terlihat begitu seriyus memberi arahan kepada beberapa tentaranya.


Setalah beberapa lama nampak sepertinya pembicaraan Cloud dan beberapa tentara sudah selesai, itu terlihat dari perginya beberapa tentara tersebut dari hadapan Cloud.


Setelah sesuai Cloud pun hendak kembali masuk ke dalam rumah namun hal itu ia urungkan karena ia melihat Hiyuka yang sedang mematung sembari menatap dirinya.


"Kemarilah." Pinta Cloud sembari mengulurkan tangan kanannya pada Hiyuka.


Melihat itu dengan cepat Cloud langsung menerima uluran tangan Hiyuka dan menarik Pinggang Hiyuka hingga mereka berdiri tanpa jarak saat ini.


"Mencariku?" tanya Cloud penuh percaya diri.


Cloud melingkar kedua tangannya di pinggang Hiyuka, sehingga mengikis jarak di antara mereka, akan tetapi berbeda dengan Hiyuka dia nampak menahan dada bindang Cloud agar menyisakan jarak dengan dirinya, Karena Hiyuka takut ada yang melihat mereka berdua dengan posisi yang begitu intim.


"Tidak" kilah Hiyuka berbohong.

__ADS_1


"Tapi sepertinya kau nampak seperti sedang Mencariku, Karena aku bangun terlebih dahulu tanpa menunggumu bangun." tutur Cloud menggoda.


Hiyuka hanya terdiam tanpa menjawab karena apa yang di utarakan Cloud menang benar adanya, dirinya memang sedang mencari sosok yang kini berdiri begitu dekat dengannya saat ini.


"Boleh aku tau ada apa? Anda nampak begitu cemas tuan?" tanya Hiyuka mengalihkan pembicaraan.


Cloud tidak langsung menjawab dia terlihat menghembuskan napasnya perlahan.


"Kau ingat Sejak kemarin ada banyak pengungsi yang memilih tinggal di luar gerbang keluarga Moe, karena mereka tidak di izinkan untuk masuk kedalam wilayah keluarga Moe, dan mereka enggan pula pergi ke pengungsian yang di sediakan oleh mentri Yuwen di pusat kota Guenju" Ucap Cloud menjeda penjelasannya.


"Dan semalam..... Mereka semua telah di serang oleh para penjahat bertopeng berbaju Hitam yang mengejar kita saat itu, dan kini mereka juga di tahan oleh para penjahat itu." sambung Cloud lagi.


"Apa...?" Ucap Hiyuka kaget.


"Terus bagaimana sekarang, apa mereka bisa di selamatkan?" tanya Hiyuka hawatir.


"Daniel sedang pergi menemui Menteri Yuwen, untuk Menindak lanjuti masalah ini, juga menyelamatkan mereka, tapi sejak tadi Daniel belum kunjung kembali, aku sedikit cemas entah mengapa Firasatku mengatakan akan ada hal buruk." Ucap Cloud.


"Apa kau tidak bisa menyelamatkan mereka dengan pasukanmu?" tanya Hiyuka penuh harap.


"Tidak bisa, ada larangan dari kerjaan Jeos, bahwa kami tentara Amerika tidak di perolehan mengangkat senjata, begitupun sebaliknya dengan Para Prajurit Negara Joes, kecuali untuk melindungi diri kami, kalau kami melanggar mungkin akan ada perang besar." Ucap Cloud menjelaskan.

__ADS_1


"Jadi kau tidak bisa menyelamatkan mereka?" tanya Hiyuka lagi.


"Secara Fisik aku pasti bisa menyelamatkan mereka, tapi secara hukum aku tidak bisa, karena ini adalah urusan negara Jeos, dan bukan urusan kami sebagai tentara Amerika dan kami jelas di larang ikut campur dalam urusan negara Jeos, kecuali mereka memang meminta bantuan kami secara resmi." Jelas Cloud lagi panjang lebar.


__ADS_2