Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Pangeran Hisoka


__ADS_3

Dengan sangat terpaksa Hiyuka pun ikut pergi dari rumah keluarga Moe, atas permintaan Tuan besar Natagawa.


"Tuan...cepet lah kembali dan Tolong cegah kepergianku" Pinta Hiyuka pada Cloud di dalam hati.


Ke pergian Hiyuka dari kediaman keluarga Moe pun tidak bisa di hindari, kini Hiyuka sedang dalam perjalanan menuju rumah menteri Yuwen,


Semenjak keluar dari rumah Keluarga Moe hati dan perasan Hiyuka semakin tak karuan, dia merasa akan ada hal buruk yang akan terjadi.


Sesampainya rombongan tuan Natagawa yang membawa Putra Mahkota A-Fai dan Hiyuka tiba di kediaman menteri Yuwen, tiba-tiba saja suasana terasa mencekam kala segerombol para penjahat berjubah hitam datang dan mengepung kediaman menteri Yuwen,


"Ada apa ini?" tanya Tuan besar Natagawa.


"Siapa kalian?" tanya Tuan besar Natagawa lagi.


Lalu datanglah seorang laki-laki yang di duga adalah pemimpin para penjahat itu.


"Terimakasih padamu Tuan besar Natagawa, atau aku harus sebut guru besar, karena telah membawa putra mahkota keluar dari kediaman keluarga Moe. Ha... Ha... Ha... Ha" ucap Laki-laki itu dengan begitu lantang seraya tertawa lepas.


"Kau tau Tuan, Selama ini aku kesulitan dalam melancarkan usahaku untuk menghabisi putra mahkota, hanya karena dia selalu ada dalam perlindungan si kulit putih Cloud."


Deg...

__ADS_1


Putra Mahkota merasa tercengang.


"Dan kali ini karena kebodohanmu, kau berhasil membawa putra mahkota keluar dari pengawasan si kulit putih." ujarnya dengan begitu berambisi.


"Siapa kau ini sebenarnya?" tanya Tuan Natagawa.


"Kau tidak mengingatku Guru besar?" tanya laki-laki berjubah itu.


Dia pun melepaskan topeng yang menutupi wajahnya sejak pertama bertemu.


"Pangeran Hi.. Hisoka" ucap Tuan Natagawa tak percaya.


Sementara putra mahkota hanya bergeming karena tidak mengetahui siapa laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.


"Haha... Kau ingin tau, semua ini adalah berkat bantuan menantumu Tuan Can Jee, dia berhasil meloloskan aku dari hukuman mati, dan aku bisa hidup hingga saat ini karena dia.


"Tidak mungkin" seru Tuan Natagawa tak percaya.


"Ya aku juga sudah menduga kalau kau tidak akan pernah percaya, tapi ini lah kenyataannya."


"Dan asal kau tau Tuan, dia juga yang telah merencanakan pembunuhan untuk putra pertamamu dan istrinya" ujar pangeran Hisoka.

__ADS_1


"Hahaha... Dia adalah orang sama yang telah menyelamatkan ku dari kematian." Ucap pangeran Hisoka lagi.


"Kau jangan memfitnah sembarangan" ucap Taun Natagawa tidak terima.


"Coba kau ingat-ingat kembali Tuan, jabatan apa yang di miliki putramu di kerajaan saat itu?" tanya pangeran Hisoka.


"Dia menjawab sebagai menteri keuangan Kerajaan bukan, lantas siapakah pengganti dari putramu saat ini guru?


" Tuan Can Jee bukan hahaha... Kau sudah tertipu olehnya selama bertahun-tahun."


"Menantumu Can Jee sangat iri dengan keberhasilan putra pertamamu guru, hingga akhirnya aku dan dia membuat kesepakatan besar, bahwa aku akan Melenyapkan putra pertamamu, dan dia menyelamatkanku dari hukuman mati."


"Ya seperti pertukaran nyawa lebih tepatnya" ujarnya begitu enteng.


"Aku membunuh putramu dan istrinya dengan racunku, lalu aku juga memberikan minuman keras pada kuda yang mereka Naiki, sehingga saat mereka menaiki kuda tersebut mereka sebenarnya sudah tak bernyawa karena racunku."


"Dan kuda mabuk itu hanya pengalihan agar semua orang tau kalau putra mu dan istrinya mati karena kecelakaan kuda yang masuk ke jurang, padahal kenyataannya putra mu dan istrinya mati karena di racun oleh ku." ujar pangeran Hisok panjang lebar.


"Terkutuk kau.." Ucap Tuan besar Natagawa.


"Hahaha...yang sebenarnya harus kau kutuk adalah menantumu Can Jee Guru, karena dia telah menghianatiku, dan tidak mau memberikan pasokan dana lagi padaku."

__ADS_1


"Jadinya aku marah dan mengatakan rahasia besarnya padamu haha... " Ujar pangeran Hisoka.


"Dan karena dia pula aku jadi harus turun tangan untuk menghabisi putra mahkota dan menggulingkan tahta adikku saat ini padahal semuanya belum siap seutuhnya, tapi tidak masalah karena sekarang kau telah membantuku membawa Putra Mahkota A-Fai keluar dari Kediaman keluarga Meo."


__ADS_2