Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Mencoba


__ADS_3

Sebuah tandu merah yang membawa Hiyuka dengan diangkat empat orang pengawal dan dikuti empat orang yang berjaga di depan dan di belakangnya 2 diantaranya adalah asisten pribadinya Damnim dan Yoojin, Tandu merah yang dinaiki Hiyuka sudah berjalan keluar dari kediaman Keluarga Natagawa, Hiyuka duduk di dalam tandu yang di angkat 4 orang pengawal.


"Aku berasa seorang putri raja saja yang kemana-mana harus bersama pengawal, kalau begini mana bisa aku kabur dari mereka" gerutu Hiyuka.


Hiyuka membuka jendela yang ada di samping kiri dan kanan tandu yang dinaikinya dilihatnya keadaan sekitarnya tampak ramai orang berlalu lalang dengan aktivitas mereka.


"Aku benar-benar berada di tempat ini, bahkan ini bukanlah mimpi tapi ini nyata, aku harus segera ke danau itu, yaa... danau yang telah membawaku ke tempat ini" Ucap Hiyuka dalam hati.


"Paman?" Tanya Hiyuka.


Paman Yoojin menoleh pada Hiyuka yang memanggilnya "Ada apa nona muda?" jawabnya.


"Paman bisakah kita pergi ke danau yang waktu itu? aku ingin ke sana tolong" pinta Hiyuka.


"Tapi Nona jika tuan besar tau dia akan marah" ucap Paman Yoojin.


"Aku mohon" pinta Hiyuka memelas, paman Yoojin dan Bibi Damnim nampak bertatapan dengan raut wajah yang bingung, dan hiyuka dapat melihat itu.


"Baiklah Nona tapi hanya sebentar saja ya, dan jangan sampai Tuan besar tahu" ujar Paman Yoojin.

__ADS_1


"Benarkah, aaaaahh terimakasih paman aku janji tuan besar tidak akan tahu" jawab Hiyuka senang.


Setelah lama akhirnya Hiyuka sampai di tepi danau yang membawanya ke dunia yang dia tempati sekarang, Hiyuka turun dari dalam tandu "Indah sekali" ucap Hiyuka.


"Memang indah nona tapi di sini cukup menyeramkan nona" jawab Damnim.


"Menyeramkan apanya? lihatlah danaunya sangat luas dan bersih, kalian tunggulah di sini aku ingin berjalan-jalanan sebentar" pinta Hiyuka.


"Tidak nona jangan pergi sendiri, orang bilang di sini banyak hantunya" ucap Yoojin.


"Hantu?" Tanya Hiyuka, terbersit rasa takut dalam benak Hiyuka tapi dia menepisnya karena rasa ingin kembalinya ke dunia nyatanya begitu kuat.


"Mana ada hantu, sudahlah aku akan berjalan-jalan sebentar kalian tunggu di sini" ucap hiyuka.


"Iya nona kami ikut" timpal Damnim.


"Waduh bahaya jika mereka ikut" ucap hiyuka dalam hati.


"Tidak, aku mau sendiri, jika kalian ikut aku akan marah dan mengadukan semuanya pada Tuan besar, kalian mau?" ancam Hiyuka.

__ADS_1


"Tidak nona jangan, Baiklah kami akan menunggu di sini saja" ucap Damnim.


Hiyuka tersenyum puas karena acamannya berhasil, dia melangkah perlahan menapaki tanah melangkah dengan pasti "mommy aku pulang" ucap Hiyuka dalam hati.


Hiyuka melangkah semakin jauh dari para pengawalnya, kini dia berdiri sendirian di sisi danau "baiklah, Celina kamu hanya harus masuk kedalam Danau itu dan semua akan kembali normal" ucap Hiyuka pada dirinya sendiri.


Hiyuka mengambil nafas panjang dan bersiap untuk melompat ke dalam danau, tapi saat hiyuka akan melompat tiba-tiba ada tangan kekar yang menarik tanggannya dan membawanya jauh dari tepi danau.


"Kau? apa yang kau lakuakan? Kenapa menghalangiku?" Teriak Hiyuka marah.


"Apa kau mau mati? hah... Rupanya kau sudah bosan hidup ya? Apa kau tau di luaran sana ada begitu banyak yang menginginkan hidup, tapi kau ingin mengahiri hidup, wah nona kau sungguh luar biasa, kau wanita bodoh yang pernah aku temui" ucap laki-laki yang menarik tangan Hiyuka yang tak lain adalah Cloud.


"Kau tidak mengerti tuan, danau itu satu-satunya jalanku untuk pulang, aku bukan dari dunia ini dan aku harus kembali pada keluargaku" ujar Hiyuka.


"Astaga.. Kau ini bicara apa? Apa kau sudah gila?" Tanya Cloud lagi.


"Aku tidak gila aku sangat waras dan aku berkata jujur, aku berasal dari dunia lain dan ini bukan duniaku, namaku Celina bukan Hiyuka, aku bisa ada di sini karena sebuah kecelakaan mobil yang aku kendarai, mobil ku tiba-tiba saja blong dan menabrak pembatas jalan hingga aku dan mobilku jatuh ke danau ini lalu anehnya aku malah ada di sini" tutur Hiyuka menjelaskan dengan nafas yang menderu.


"Aku mohon percayalah padaku" pinta hiyuka.

__ADS_1


"Baiklah nona, silahkan lakukan apa yang menurutmu benar dan apa yang kau katakan itu semua bukan sebuah kegilaan" ucap Cloud.


"Terimakasih" ucap Hiyuka seraya pergi kembali ketepi danau, dan dengan mantap Hiyuka langsung menceburkan diri kedalam danau, lama hiyuka menahan nafas di dalam danau hingga ahirnya Hiyuka kehabisan nafas dan muncul di permukaan.


__ADS_2