Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Merindu


__ADS_3

Brak....


Brak...


Brak....


"Apa yang kau lakukan?" ucap seorang laki-laki.


"Kenapa kau menghancurkan barang-barangmu?" tanyanya lagi.


"Ayah, Ayah tidak lihat Hiyuka kembali?" jawab seorang gadis.


"Ayah bilang Cang Min sudah membereskan Hiyuka, tapi lihat dia masih hidup sekarang" jawab gadis itu lagi.


"Haura Jee putriku tenanglah, ayah akan menemui Chang Min dan menanyakan hal ini kepadanya, jadi sekarang kau tenanglah." Ucap sang ayah yang tak lain adalah Tuan Can Jee, suami dari bibi Ryko Jee.


Selama ini Tuan Can Jee dan putrinya Haura Jee, telah melakukan segala cara untuk menyingkirkan Hiyuka Natagawa, agar dia tidak terpilih menjadi kandidat calon putri mahkota kerajaan Jeos.


Kecantikan dan kepintaran Hiyuka membuat Haura Jee begitu iri hati atas anugrah yang dimiliki Hiyuka, belum lagi Ibunya Ryko Jee yang selalu lebih menyayangi Hiyuka, menambah rasa Iri dan benci di hati Haura Jee, hingga akhirnya Haura Jee dan ayahnya Can Jee selalu menggunakan segala cara untuk menyingkirkan Hiyuka dari keluarga Natagawa, termasuk tragedi penculikan yang baru saja dialami Hiyuka baru ini.


🌦️⛅🌧️⛅🌦️


Hari kini berganti hari, sudah hampir dua bulan lamanya Hiyuka tak diizinkan untuk pergi ke luar rumah, belum lagi penjagaan yang begitu ketat membuat Hiyuka merasa sesak dan terpenjara.


Setiap harinya Hiyuka melewati hari dengan belajar dan membodrel kain, Hiyuka adalah orang yang sangat cepat belajar sehingga setiap guru yang didatangkan Tuan besar Hiyugha tak pernah merasa kesulitan dalam mengajari Hiyuka.


"Apa kau merindukan aku seperti aku merindukanmu?" tanya Hiyuka pada sebuah kain putih yang bertuliskan nama Cloud yang Hiyuka bodrel dengan benang berwarna emas.

__ADS_1


Dikediaman Keluarga Moe, Cloud pun merasakan hal yang sama, dia terpenjara dalam rindu yang bersemayam dalam hatinya, untuk Hiyuka.


" Cloud " panggil Tuan besar Moe.


Namun Cloud tak menjawab dia begitu asik dengan lamunannya yang sedang mengingat masa-masa kebersamaan dirinya dengan Hiyuka.


"Cloud" panggil Tuan besar Moe dengan suara yang begitu lantang, sehingga membuat Cloud terperanjat kaget.


"Ya ampun kakek, kau mengagetkanku saja" Keluh Cloud.


"Kakek memanggilmu sejak tadi" ucap Alex


"Cloud kakek tidak peduli dengan apa yang sedang kau pikirkan tapi kau harus mampu mengendalikan pikiranmu itu" ucap kakek Filix Moe.


"Maaf kakek" jawab Cloud.


"Pihak Istana kembali mengirimkan surat permohonan agar kau mau melatih para tentara istana cara menggunakan senjata" jawab Alex.


"Kali ini kau harus menerimanya Cloud" jawab kakek Filix Moe.


"Tapi kakek aku tidak mau jika harus terpenjara dalam istana" tolak Cloud.


"Cloud ini adalah undang ketiga yang dikirimkan pihak kerajaan, jika kali ini kau kembali menolaknya maka kerajaan akan menganggap ini adalah sebuah penghinaan." Jelas kakek Filix Moe.


"Kakek tidak mau tau besok pagi kau harus pergi ke Istana dan katakan kau akan menerima perintah Istana" ucap Kakek Filix Moe, lalu dia pergi meninggalkan Cloud dan Alex yang datang bersama kakek Filix Moe tadi.


"Huh...." Cloud membuang nafasnya kasar.

__ADS_1


"Kau tidak punya pilihan Cloud" ucap Alex.


"Wah... Sepertinya kau senang sekali jika aku menerima tugas ini" tanya Cloud.


"Tentu saja aku senang dengan begitu tidak akan ada yang akan memarahiku lagi kalau aku terlambat masuk ke kantor kedutaan, Karena kapten Aaron telah berpindah tugas ke istana hahah..." Ucap Alex begitu entengnya.


"Yaya.. Nikmatilah masa bahagiamu itu" jawab Cloud begitu kesal, tapi malah di balas tawa bahagia oleh Alex.


Pagi hari dengan langkah gontai Cloud memasuki Istana Negara Jeos dengan menunggangi kudanya Jorge, Cloud melihat ke seluruh bagian depan istana yang begitu luas, lalu menghembuskan nafasnya kasar.


"Kapten Aaron akhirnya anda datang" ucap kepala Istana.


"Em... Dimana aku bisa menemui Raja" ucap Cloud tanpa basa basi.


"Kearah sini Kapten" ucap kepala Istana.


Cloud pun berjalan mengikuti arah yang ditujukan kepala Istana di sampingnya, hingga akhirnya dia sampai di Aula Istana dan kini Cloud berhadapan langsung dengan Raja Negara Jeos yang bernama Beak Hyun.


"Salam Yang Mulya" sapa hormat Cloud.


"Aku senang sekali, akhirnya kau mau menerima permintaan kerajaan untuk mengajari prajurit kami cara menggunakan senjata api" ucap raja Beak Hyun.


"Saya merasa tersanjung yang mulya, walau sebenarnya saya merasa belum pantas mengajari para prajurit handal kerajaan Negara Jeos" ucao Cloud merendah.


"Apapun itu sekarang kau ada di sini, itu sudah membuatku cukup tenang, Tuan Jiha selaku kepala kerajaan, akan mengantarkanmu ke tempat pelatihan para prajurit istana." ucap Raja Beak Hyun.


"Terimakasih yang mulya" jawab Cloud.

__ADS_1


Lantas Cloud pun undur diri bersama Tuan Jiha menuju ke tempat pelatihan para prajurit istana.


__ADS_2