Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Melukisnya


__ADS_3

Pagi yang cerah dan terasa hangat, kini Hiyuka tengah berjalan-jalan di sebuah pasar tradisional dengan ditemani dua pengawal setianya Damnim dan Yoojin.


Hiyuka memasuki tempat penjualan alat lukis, karena Hiyuka berniat melukis pemandangan pegunungan, untuk mengisi waktu senggangnya.


Sejak satu minggu setelah kejadian di danau itu, Hiyuka sudah dilarang lagi pergi keluar rumah dan baru kali ini dia di izinkan untuk pergi keluar rumah lagi dengan syarat tidak lagi pergi ke danau.


Setelah mendapat apa yang Hiyuka inginkan, Tandu yang membawa hiyuka pun kini melangkah maju menuju sebuah bukit, sesampainya di sana Hiyuka menghirup udara dalam-dalam merasakan segarnya aroma pegunungan.


"Aku akan melukis di sini" ucap Hiyuka.


"Baik Nona muda, saya akan siapkan semuanya" ucap Yoojin.


Hiyuka duduk di depan kanvas kosongnya, mengamati setiap pepohonan di hadapannya, tapi tiba-tiba padangan Hiyuka mengarah pada satu orang laki-laki yang tengah berdiri di atas ranting pohon yang kokoh sambil mengarahkan busur panahnya pada sebuah pohon yang diberi tanda merah sebagai titik targetnya "Dia..? " Ucap Hiyuka lirih.


Seeerrttt cab.... suara anak panah yang melesat jauh dan tepat mengenai targetnya.


"Waw..." Ucap Hiyuka lirih.


Dengan gerakan cepat laki-laki itu melompati setiap pohon dan berlari sambil memanahkan anak panahnya pada semua targetnya, gerakan laki-laki itu yang indah melayang-layanan di udara menambah kesan kekaguman bagi siapapun yang melihatnya.


"Nona muda?" sapa Damnim yang melihat Hiyuka tak kunjung melukis, lalu Damnim melihat arah pandangan Hiyuka yang terfokus pada sosok yang tidak asing.


"Itukan Tuan Muda Cloud Moe ?" Ucap Damnim.


"Cloud ?" Tanya Hiyuka.


"Iya itu Tuan muda Cloud Moe dari keluarga Moe, sepertinya dia sedang berlatih" jawab Damnim.


"Jadi Namanya Cloud ?" Ucap Hiyuka lirih tapi masih terdengar oleh Damnim.

__ADS_1


"Iya Nona muda" Jawab Damnim "Kenapa Nona muda belum melukis juga? Tanyanya lagi.


" Aku akan mulai, kau pergilah " pinta Hiyuka.


"Baiklah Nona" ucap Damnim.


Hiyuka pun mengarahkan pandangannya lagi ke arah Pepohonan tapi sudah tak mendapati Cloud ada di sana,


"Kemana dia?" Tanya Hiyuka dalam hati "Ah sudahlah" ucapnya lagi.


Hiyuka memandangi kanvas kosong di hadapannya lalu bibirnya mulai tersenyum, jari lentiknya mulai menorehkan garis demi garis hitam, matanya sesekali terpejam seperti sedang mengingat sesatu lalu dia menggoreskan lagi kuasnya pada kanvas itu.


"Selesai" ucapnya sambil terseyum puas melihat hasil lukisannya.


"Aku baru tau kalau aku akan sangat indah dalam sebuah lukisan" seru seseorang dari belakang Hiyuka yang berhasil mengagetkan Hiyuka.


"Kau? sedang Apa kau di sini?" Tanya Hiyuka jutek.


"Aku?" Tanyanya sambil menunjuk dirinya.


"Aku sedang menagkap pencuri yang sudah berani diam-diam melukisku dari jarak jauh" jawab Cloud.


"Si.. Siapa?" tanya Hiyuka gugup.


"Menurut mu?" jawab Cloud.


"Aaa.. Aaku hanya sedang menggambar pemandangan saja, tiba-tiba ada kera aneh aneh yang merusak pemandangan itu." Ucap Hiyuka asal.


"Kera? Kau bilang aku kera?" Tanya Cloud.

__ADS_1


"Aku tidak bilang itu kau, tapi jika kau merasa itu kau, itu bukan salahku" jawab Hiyuka ketus.


"Nona... Hah.. Kau..." Ucap Cloud yang tidak melanjutkan perkataannya.


Lalu tiba-tiba ada sebuah anak panah yang mengarah pada Hiyuka dengan begitu cepat, Cloud yang menyadari itu langsung menarik hiyuka dan mendekapnya erat sehingga panah itu hanya memotong sedikit rambut panjang Hiyuka dan tertancap kuat di pohon.


Hiyuka yang ditarik paksa merasa sangat marah, dia hendak marah pada Cloud tapi pada saat hiyuka akan marah dia mengurungkan niatnya karena melihat anak panah yang tertancab di pohon dan Hiyuka pun sadar Cloud menariknya untuk menyelamatkannya.


"Itu...?" Tanya Hiyuka.


"Sebaiknya kau cepatlah pulang, tidak baik terlalu lama di luar rumah" ucap Cloud mengalihkan pertanyaannya Hiyuka.


Hiyuka tidak menjawab, dia hanya memandang wajah Cloud lekat, ada sebuah perasaan yang tiba-tiba mengusik hati hiyuka


"Dimana para pengawalmu?" Tanya Cloud.


"Entahlah.. Harusnya ada di sekar sini?" Ucap Hiyuka.


" Em... Aku akan mengatarmu pada mereka" ucap Cloud yang memang merasa ada yang sedang mengawasi mereka, tapi sebisa mungkin dia berusaha untuk tetap tenang.


"Baiklah aku akan membereskan ini dulu" ucap Hiyuka.


Sebenarnya Hiyuka merasa tidak aman saat ini, hati dan perasaannya terasa begitu cemas dan takut tapi Hiyuka tidak ingin menunjukkannya pada Cloud, Hiyuka menggulung rapi lukisannya dan merapihkan kembali peralatannya lukisnya.


"Lewat sini" ucap Cloud.


Cloud dan Hiyuka berjalan beriringan, Cloud tetap waspada sedangkan Hiyuka mulai merasa ketakutan dia mencengkram kuat buntalan kain yang membawa peralatan lukisnya di tangannya.


"Kemana mereka?" Tanya Hiyuka.

__ADS_1


__ADS_2