Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Seleksi pertama


__ADS_3

Keesokan paginya seluruh calon Putri Mahkota berkumpul di Aula istana untuk memulai seleksi pertama bagi seluruh calon Putri Mahkota,


Seleksi kali ini adalah ujian ilmu pengetahuan dan politik kerajaan.


Ibu Ratu dan Juga Ibu Suri sendiri yang menjadi juri seleksi pemilihan Putri Mahkota tersebut.


Pertanyaan demi pertanyaan di berikan oleh paman Jiha selaku kepala kerajaan pada seluruh calon Putri Mahkota termasuk Hiyuka.


Setiap calon Putri Mahkota di berikan satu pertanyaan dan tugas mereka untuk mencari solusi dari setiap pertanyaan tersebut.


Hiyuka nampak menghelakan nafasnya ia sungguh sangat malas dan enggan dalam mengikuti seleksi calon Putri Mahkota ini.


"Baiklah siapa yang ingin menjawab terlebih dahulu dari pertanyaan yang sudah para calon Putri Mahkota terima."


"Saya Tuan" jawab Haura Jee, dengan penuh percaya diri.


"Sialahkan" ucap Tuan Jiha.


Haura Jee pun mulai menjawab setiap pertanyaan yang dia terima dengan lugas dan jelas, tidak di ragukan lagi Haura Jee memang sangat pintar tapi sikap iri hati yang dia miliki membuat dia menjadi gadis yang sombong dan tidak di sukai banyak orang.


Setelah Haura Jee satu persatu para calon Putri Mahkota pun mulai silih berganti menjawab pertanyaan hingga akhirnya sampai di peserta terakhir yaitu Hiyuka, pertanyaan yang Hiyuka dapatkan adalah,

__ADS_1


"Jika nona menjadi putri Mahkota Bagai cara nona mengatasi krisis kelaparan yang melanda suatu desa, sedangkan kerajaan juga sedang mengalami krisis keuangan" ucap Tuan Jiha.


"Menurut saya simpel saja, potong gajih para pejabat dan gunakan uang tersebut untuk memberi makan seluruh warga yang terdampak kelaparan, saya rasa sekian jawaban dari saya terimakasih." Jawab Hiyuka singkat.


Semua orang nampak terbengong mendengar jawaban Hiyuka yang singkat bahkan terdengar datar.


"Nona muda apa anda tidak ingin menambahkan lagi jawaban anda?" tanya Tuan Jiha.


"Tidak" jawab Hiyuka cepat.


"Baiklah silahkan kembali ketempat" ucap Tuan Jiha.


Hiyuka pun kembali lagi ketempat duduknya yang semula, setelah lama akhirnya pengumuman seleksi pertama pun usai hasil dari pemilihan pun keluar,


Dari semua yang terlihat bahagia karena sudah lulus ke babak selanjutnya, hanya Hiyuka saja yang tidak bahagia karena dia harus masuk ke selanjutnya.


"Kenapa aku harus lolos?" ucap Hiyuka kesal.


Setelah acara pengumuman selesai semua calon Putri Mahkota di perolehkan untuk mengelilingi istana.


Dengan langkah gontai Hiyuka pun pergi dari ruang aula tersebut, dia bingung harus pergi ke mana, hingga akhirnya dia ingat kalau cloud sedang ada di istana dan melatih prajurit istana.

__ADS_1


Hiyuka dengan cepat mencari tempat latihan di mana cloud berada, hingga akhirnya setelah lelah mencari Hiyuka pun menemukan keberadaan laki-laki yang telah menempati hatinya itu.


Dari kejauhan Hiyuka nampak melihat Cloud yang sedang Seriyus melatih seluruh prajurit muda yang ada di hadapannya.


Di mata Hiyuka semakin Cloud Seriyus semakin membuat laki-laki itu begitu mempesona dan Hiyuka semakin jatuh hati melihat wajah tampan Cloud dari kejauhan.


"Bagai mana aku tidak jatuh cinta padamu, kau saja begitu tampan sekali, rasanya semua laki-laki yang ada di hadapanku ini blurr tak terlihat dan hanya kau saja yang terlihat." Ucap Hiyuka membeo, dengan wajah penuh senyuman.


Setelah beberapa lama akhirnya Cloud pun mengakhiri pelatihannya dengan seluruh prajuritnya, nampak seluruh prajurit mulai membubarkan diri mereka masing-masing,


Sejenak Hiyuka tidak dapat melihat Cloud pergi dia kehilangan jejak laki-lakinya, Hiyuka mencari kesana kemari tapi tidak dia temukan hingga semua prajurit pun benar-benar pergi dan hanya menyisakan lapangan luas yang sepi tak berpenghuni.


"Dia......... Pergi" ucap Hiyuka lirih,


Hiyuka benar-benar merasa sedih karena tidak dapat bertemu dengan Cloud, dia berusaha menarik nafasnya pelan dan duduk di tengah lapang tandus tanpa satu tangkai rumput pun.


Panas matahari di waktu senja menerobos masuk kedalam kulit putihnya Hiyuka hanya memperhatikan lapangan kosong nan sepi itu sendirian,


"Rasanya aku ingin sekali berteriak sangat kencang, dan aku benar-benar ingin pulang, aku tidak ingin ada di sini." Ucap Hiyuka dalam hati.


"Hiks... Hiks...." Hiyuka mulai menangis.

__ADS_1


"Mommy aku ingin pulang, aku tidak mau ada di sini, mommy tolong,..... tolong jemput aku pulang Hiks... Hiks... " ucap Hiyuka yang sambil menangis tersedu-sedu.


"Aku ingin pulang...." ucap Hiyuka lagi.


__ADS_2