Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Tertangkap Musuh


__ADS_3

Pertempuran pun tak terelakkan lagi, banyak pajurit berjatuhan dari kubu Tuan Natagawa, hingga dalam serangan kedua para penjahat itu pun berhasil membawa putra mahkota dan Nona Hiyuka pergi untuk di jadikan Sandra.


Sebelum tertangkap Hiyuka masih mampu menangkis beberapa serangan dari anak buah para penjahat itu, namun di detik berikutnya dia terjatuh dan tertangkap,


Putra Mahkota A-Fai pun berusaha untuk menyelamatkan Hiyuka tapi sayang dia juga malah ikut tertangkap.


"Lepaskan nona Hiyuka" ucap Putra Mahkota A-Fai, marah.


"Lepaskan" Pinta Hiyuka meronta.


Namun di abaikan pangeran Hosika.


"Aku akan ikut denganmu, tapi lepaskan nona Hiyuka." Ucap putra mahkota A-Fai dengan berani.


"Keponakanku, kenapa aku harus memilih jika aku bisa mendapatkan kalian berdua secara bersamaan, hahahaha..." Jawab pangeran Hosika di iringi gelak tawa yang menakutkan.


"Kurang ajar, akan aku pastikan setelah ini kau akan aku hukum mati" ancam putra mahkota A-Fai dengan bersungguh-sungguh.


"Hahaha.... Lakukan lah keponakan ku..... Lakukan saja, itu pun kalau kau bisa selamat dari pedang ku" jawab pangeran Hosika dengan wajah bengisnya.


"Bawa mereka berdua dan masukan mereka ke dalam sangkar besi." Ucap pangeran Hosika dengan lantang.


"Sial..." ucap putra mahkota A-Fai dalam hati.


"Lepaskan... Lepaskan... Aku tidak mau masuk" ucap Hiyuka berteriak.


Namun tak di dengar.


Putra Mahkota A-Fai dan Hiyuka pun digiring paksa untuk masuk ke dalam sangkar besi.


Sangkar besi, adalah sebuah kurungan seperti rumah burung berukuran besar yang di simpan dalam sebuah papan yang sudah di beri roda, bagian badan dan atap sangkar itu berjeruji besi, sehingga sangat sulit di patahkan.


Sangkar besi itu sengaja di buat untuk menangkap putra mahkota A-Fai, setelah sebelumnya mereka berhasil mendapatkan informasi tentang kencan putra mahkota dengan nona Hiyuka yang saat ini bergelar calon Putri Mahkota, dari orang-orang yang masih setia pada pangeran Hosika di istana Jeos.


Melihat putra mahkota A-Fai dan Hiyuka pergi ke luar istana, pangeran Hisoka pun mulai melancarkan aksinya dengan terang-terangan.

__ADS_1


Sebelumnya mereka membuat ulah dengan merusak dan membantai orang-orang yang tidak bersalah, lalu membakar rumah-rumah milik warga dan melakukan ke onaran di beberapa tempat yang mereka lalui.


Hal itu memang sengaja mereka lakukan agar putra mahkota turun tangan langsung dalam menyelamatkan warganya,


Tapi sayang Kapten Aaron Cloud Moe, berhasil menyelamatkan dan mengamankan Putra Mahkota A-Fai dan Nona Hiyuka dari rencana Pangeran Hisoka di dalam kediaman keluarga Moe yang berada di desa Guenju.


Hal itu membuat rencana pangeran Hisoka untuk menangkap putra mahkota A-Fai pun terhambat.


Sehingga pangeran Hisoka meminta mata-matanya untuk memberikan informasi palsu ke pada Raja di Istana dan ke pada Tuan Guru Natagawa, agar mereka bisa menjemput dan membawa putra mahkota keluar dari Kediaman keluarga Meo.


Dan hal itu pun berhasil, Tuan Natagawa pun datang ke desa Guenju, dan membawa putra mahkota A-Fai dan Nona Hiyuka keluar dari Kediaman keluarga Meo.


Sesuai dugaan putra mahkota A-Fai akan di bawa ke rumah kediaman menteri Yuwen, dan setalah memastikan putra mahkota A-Fai, Hiyuka dan Tuan Natagawa berhasil masuk dalam perangkapnya, pangeran Hisoka pun mulai menjalankan rencana ke duanya dalam aksi yang begitu menegangkan bagi siapa saja yang melihatnya, yaitu menangkap putra mahkota A-Fai.


"Lepaskan, berani sekali kalian menyentuhku, putra Mahkota, calon raja di negri Jeos." Ucap Putra Mahkota A-Fai marah.


"Calon Raja kau bilang, pangeran Hisokalah yang akan menjadi Raja di negri ini." Ucap salah satu penjahat itu, seraya mendorong paksa putra mahkota agar masuk ke dalam sangar besi.


Setelah putra mahkota A-Fai dan Hiyuka berhasil di masukan ke dalam sangkar besi, mereka pun mengunci sangkar tersebut.


Sementara sisanya, masih bertarung dengan Seriyus menghadapi tuan guru Natagawa beserta tentara menteri Yuwen.


Melihat hal itu Tuan Natagawa pun tidak tinggal diam dia menarik seekor kuda untuk dia tunggangi dan membawanya dengan laju cepat menyusul para penjahat yang membawa Hiyuka dan putra mahkota A-Fai,


Besar tujuan Tuan Natagawa untuk menyelamatkan Putra Mahkota dan cucunya, tapi sayang Tuan Natagawa tidak tau bahwa orang yang dia hadapi jauh lebih kuat dari dirinya.


Kuda Tuan Natagawa berhasil menghentikan para penjahat itu hingga para penjahat pun harus menghentikan laju kuda mereka.


"Lepaskan putra mahkota A-Fai dan juga cucuku, pangeran." Ucap Tuan Natagawa lantang.


Pangeran Hisoka pun marah melihat hal itu dia meminta putra pertamanya Hamada untuk membereskan Tuan Natagawa.


"Hamada Putra ku, singkirkan dia dari jalanku dengan cepat." Titah pangeran Hisokalah bengis.


"Baik Ayah" jawab Hamada dingin.

__ADS_1


Hamada turun dari kudanya dan menarik pedang panjangnya dari sarung pedang, dan di detik berikutnya pertempuran pun di mulai.


Hamada dengan berani menyerang Tuan Natagawa bahkan setiap serangannya tidak ada yang meleset.


Pedang nya yang tajam kini sudah menggores cukup dalam di bagian lengan dan perut Tuan Natagawa.


Pukulan dan tendangan Hamada pun tepat mengenai perut dan wajah Tuan Natagawa.


Di detik berikutnya Tuan Natagawa pun jatuh dan tak sadarkan diri.


"Kakek" ucap Hiyuka.


"Tuan Guru" ucap Putra Mahkota A-Fai,


Baik Hiyuka maupun Putra Mahkota A-Fai sama-sama di buat marah melihat keadaan Tuan Natagawa.


Mereka berusaha meloloskan diri tapi sayang sulit bagi mereka untuk keluar dari kurungan besi yang sangat kokoh itu.


Melihat Tuan Natagawa yang telah jatuh dan tidak melawan lagi akhirnya pangeran Hisoka dan pasukannya pun melanjutkan perjalanan mereka ke sebuah rumah mewah yang mereka rampas dan mereka jadikan tempat bernaung di desa Guenju.


"Brug..." Hiyuka dan putra mahkota di dorong dengan paksa hingga mereka terjatuh ke tanah.


"Ikat mereka" Titah Hamda pada seorang laki-laki yang menyambut kedatangannya.


"Hey kakak, jangan terlalu kasar, lihat dia seorang wanita yang cantik." Ucap Laki-laki tersebut.


"Terserah padamu Tadasi, ingat dia adalah Sandra kita untuk menghabisi laki-laki bernama Cloud." Ucap Hamada dingin.


"Tenang saja kakak, aku tau apa yang harus aku lakukan." Ucap Tadasi dengan serengai menakutkan dari bibirnya.


"Deg...." Mendengar hal itu Hiyuka pun ketakutan, dia mulai terkena serangan panik, jantungnya berdetak dengan cepat, dadanya terasa sedikit sesak, nafasnya tak beraturan, tubuh dan tangannya mengeluarkan keringat dingin.


Dia takut terjadi hal buruk pada Cloud karena dirinya, jika Cloud datang untuk menyelamatkan dirinya dan putra mahkota.


Hiyuka dan putra mahkota A-Fai pun di ikat dengan rantai besi di bagian tangan, kaki dan juga leher mereka lalu mereka di ikat dalam sebuah pohon yang cukup rindang di samping rumah mewah yang di jadikan tempat persinggahan oleh pangeran Hosika dan anak buahnya.

__ADS_1


Mereka mencoba berontak tapi tetap saja mereka kalah dan hanya bisa pasrah.


__ADS_2